SUMPIUH,
INFO BANYUMAS – Buku antologi puisi berjudul Meraih Asa di Ruang Qolbu karya
para Pendidik PAUD Nonformal dan Penilik Korwilcam Dindik Sumpiuh secara resmi launching
pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di Aula Korwilcam Dindik Sumpiuh.
Launching buku ini menjadi momen yang terasa istimewa karena dilaksanakan berbarengan dengan agenda Rapat Koordinasi (Rakor) HIMPAUDI Cabang Sumpiuh. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari penilik PAUD, para pendidik, hingga jajaran pengurus HIMPAUDI setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menambah nilai strategis acara, karena tidak hanya menjadi ajang peluncuran karya, tetapi juga ruang bertukar gagasan, memperkuat sinergi, serta mendorong semangat pengembangan mutu pendidikan anak usia dini di wilayah Sumpiuh.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Korwilcam Dindik Sumpiuh, Sutomo, S.Pd., serta dua Penilik Korwilcam Dindik dari wilayah terdekat, yakni Kemranjen dan Tambak. Kehadiran para penilik dan Koordinator Korwilcam Dindik Sumpiuh ini menjadi bentuk dukungan nyata dari jajaran Dinas Pendidikan terhadap upaya pengembangan kreativitas dan budaya literasi di kalangan pendidik PAUD nonformal. Dukungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa karya dan inovasi para pendidik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini di wilayah Sumpiuh.
Prosesi
launching buku ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur
atas terbitnya karya kolektif yang lahir dari ruang batin dan pengalaman para
pendidik. Selain itu, acara semakin khidmat dengan pembacaan salah satu puisi
berjudul "Lentera Taman Hati" karya salah seorang pendidik PAUD, Siti Nurul Ngazizah, yang
dibacakan langsung oleh Koordinator Korwilcam Dindik Sumpiuh.
Dalam
sambutannya, Koordinator Korwilcam Dindik Sumpiuh, menyampaikan apresiasi yang
tinggi atas terbitnya buku antologi puisi tersebut. Menurutnya, karya sastra
ini membuktikan bahwa pendidik PAUD tidak hanya unggul dalam mendidik anak usia
dini, tetapi juga kaya akan kepekaan rasa dan daya cipta.
“Ini adalah
capaian luar biasa. Buku ini menjadi bukti bahwa pendidik PAUD Nonformal mampu
mengekspresikan nilai-nilai pendidikan, kemanusiaan, dan spiritualitas melalui
karya sastra,” ujar Sutomo, S.Pd. selaku Koordinator Korwilcam Dindik Sumpiuh.
Senada
dengan itu, Penilik Korwilcam Dindik Sumpiuh, Dwi Sulasmi, S.Pd.SD, menyatakan
bahwa antologi puisi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pendidik
lainnya untuk terus berkarya dan berani menuangkan gagasan positif dalam bentuk
tulisan.
“Kami
sangat mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi para pendidik PAUD Nonformal.
Semoga buku ini menjadi pemantik semangat literasi dan pengembangan diri di
lingkungan PAUD,” tuturnya.
Ia juga
menambahkan bahwa kegiatan literasi seperti ini selaras dengan upaya
peningkatan kualitas pendidik, tidak hanya dari aspek pedagogik, tetapi juga
dari sisi kepribadian dan sosial.
Eka
Rahmawati, S.Pd.SD, Penilik Korwilcam Dindik Kemranjen dan Cerah Tri Utami, S.Pd.SD,
Penilik Korwilcam Dindik Tambak yang ikut hadir juga memberikan dukungan moral
serta menyampaikan kekaguman atas inisiatif penerbitan buku antologi puisi
tersebut.
Bagi
HIMPAUDI Cabang Sumpiuh, launching buku ini menjadi catatan penting dalam
perjalanan organisasi, karena mampu menghadirkan kegiatan yang memadukan rakor
dengan apresiasi karya sastra pendidik.
Antologi
puisi “Meraih Asa di Ruang Qolbu” memuat beragam ungkapan rasa, harapan, dan
refleksi pendidik PAUD yang lahir dari pengalaman mendidik dan interaksi dengan
anak-anak usia dini.
Dengan diluncurkannya buku ini, para pendidik PAUD nonformal diharapkan semakin termotivasi dan percaya diri untuk terus berkarya serta mengekspresikan gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang mereka miliki. Kehadiran buku ini bukan hanya menjadi hasil karya bersama, tetapi juga simbol bahwa pendidik PAUD mampu berkontribusi dalam dunia literasi secara nyata. Melalui semangat menulis dan berbagi inspirasi, peran pendidik diharapkan semakin kuat sebagai sosok pembelajar sepanjang hayat yang berbudaya literasi, kreatif, dan mampu menjadi teladan inspiratif bagi lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.
Kontributor: Dwi Sulasmi

Posting Komentar