Kepala SMPN 3 Karanglewas, Mayasari Sasmito, S.Kom., M.Kom., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap expo edukasi ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi peserta didik. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk siswa-siswi kami dan menjadi pengalaman belajar yang berkesan,” ujarnya.
Expo edukasi eco print tersebut diikuti oleh 30 siswa terpilih dari kelas VII dan VIII yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan konsep hingga praktik langsung pemanfaatan bahan alam di lingkungan sekitar sekolah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Amalia Intan Sabila, menjelaskan bahwa eco print merupakan teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan pigmen dari tumbuhan sebagai media utama pembelajaran kreatif dan ramah lingkungan. “Eco print adalah teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya,” jelas Amalia.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di lapangan upacara sekolah dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang terbuka, interaktif, dan menyenangkan, sehingga siswa dapat lebih leluasa bereksplorasi serta berinteraksi langsung dengan alam.
“Kami sengaja memilih lapangan upacara agar siswa bisa belajar langsung dari alam dan lingkungan sekitar sekolah, tidak hanya di dalam kelas,” ungkap Amalia Intan Sabila menegaskan konsep pembelajaran kontekstual yang diusung.
Kegiatan expo ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN Universitas Harapan Bangsa yang ditempatkan di Desa Sunyalangu, dengan enam mahasiswa dari total 20 peserta KKN secara khusus bertugas melaksanakan program edukasi di SMPN 3 Karanglewas.
Mayasari Sasmito menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan pengalaman belajar baru bagi peserta didik. “Terima kasih untuk mahasiswa dari UHB yang telah memberikan pengalaman berharga dan berbeda bagi anak-anak kami,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, expo eco print tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dirancang berbasis praktik langsung agar siswa dapat memahami proses secara menyeluruh sekaligus mengasah keterampilan dan kreativitas mereka.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas siswa melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka,” kata Amalia Intan Sabila.
Para siswa dibimbing mengolah daun dan bunga menjadi motif alami pada kain, sehingga kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.
“Eco print ini ramah lingkungan, mudah diterapkan, dan sangat relevan untuk ditanamkan kepada siswa sejak dini,” lanjut Amalia menjelaskan nilai edukatif dari kegiatan tersebut.
Media yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kain yang dibentuk menjadi tas totebag berukuran 15x20 sentimeter, di mana setiap siswa mendapat kesempatan membuat karya eco print secara mandiri dan kreatif sesuai imajinasi masing-masing.
“Kami menggunakan media sederhana agar siswa bisa mempraktikkannya kembali di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan,” jelas Amalia Intan Sabila.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, ditunjukkan melalui keaktifan mereka mencoba berbagai jenis daun untuk menghasilkan motif dan warna yang berbeda pada totebag eco print.
“Anak-anak terlihat sangat senang dan bersemangat, bahkan mereka saling berdiskusi tentang motif yang dihasilkan,” ujar Mayasari Sasmito menggambarkan suasana kegiatan.
Selain meningkatkan kreativitas, expo ini juga memberikan wawasan tentang pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan, sejalan dengan penguatan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan di sekolah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa semakin mencintai lingkungan dan terbiasa memanfaatkan alam secara positif dan bertanggung jawab,” tambah Mayasari.
“Kami senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik SMP serta melihat langsung antusiasme mereka,” ujar Amalia Intan Sabila.
Kegiatan expo ini juga menjadi sarana kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran kreatif dan kontekstual.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu sekolah dalam mengembangkan keterampilan siswa, terutama kreativitas dan kepedulian lingkungan,” ungkap Mayasari Sasmito.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Amin Susanto, S.Kep., Ns., M.S.N., yang hadir memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Program ini dirancang agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi sekolah dan siswa,” kata Amalia Intan Sabila mewakili tim KKN.
Melalui expo edukasi eco print ini, SMPN 3 Karanglewas berharap dapat terus membuka ruang pembelajaran kreatif berbasis lingkungan dan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi di masa mendatang.
“Semoga kerja sama dengan Universitas Harapan Bangsa dapat terus terjalin dengan baik dan berkelanjutan,” pungkas Mayasari Sasmito.
Kontributor: Rery Mei



Posting Komentar