Kolaborasi MTs Ma’arif NU Kedungbanteng dan SMK Wiworotomo dalam Misi Penjelajah Muda



KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS – Puluhan pramuka penggalang di Pangkalan MTs Ma’arif NU Kedungbanteng tampak serius menatap jarum magnet di genggaman mereka saat mengikuti latihan rutin materi kompas yang digelar pada Kamis (09/01/2025). Kegiatan yang mengusung tema pengasahan jiwa penjelajah ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mendalami navigasi darat sebagai bekal utama dalam penentuan arah di alam bebas.


Nuansa edukatif sekaligus atraktif menyelimuti lapangan sekolah sejak pagi, di mana semangat kepramukaan kembali menggema melalui serangkaian simulasi yang dirancang khusus. Latihan kali ini terasa berbeda dari biasanya karena melibatkan kolaborasi lintas satuan, yakni menghadirkan mentor dari Dewan Ambalan Patih Gajah Mada dan Dewi Sartika SMK Wiworotomo Purwokerto.


Dalam laporannya, kontributor lapangan mencatat bahwa seluruh anggota Pramuka Penggalang MTs Ma’arif NU Kedungbanteng mengikuti jalannya acara dengan antusiasme tinggi. Kehadiran kakak-kakak penegak dari SMK Wiworotomo memberikan warna baru bagi atmosfer belajar mereka, mengubah teori yang mulanya dianggap rumit menjadi praktik lapangan yang menyenangkan.


Para peserta tidak hanya dijejali dengan teori dasar mengenai komponen-komponen kompas, namun mereka didorong untuk terlibat aktif dalam praktik pembacaan arah mata angin. Teknik-teknik dasar seperti menentukan arah utara magnetis hingga memahami posisi derajat pada dial kompas menjadi menu utama yang harus dikuasai oleh setiap anggota di lapangan.


Informasi lebih lanjut menyebutkan bahwa para siswa juga diajarkan cara menentukan azimut, yakni sudut antara arah utara dengan objek yang dibidik, serta teknik back azimut untuk kembali ke titik semula. Pengetahuan teknis ini sangat krusial agar para pramuka tidak kehilangan arah saat melakukan kegiatan jelajah alam yang sesungguhnya di masa mendatang.


Pembina Pramuka Pangkalan MTs Ma’arif NU Kedungbanteng menegaskan bahwa penguasaan materi kompas adalah salah satu kompetensi dasar yang mutlak dimiliki oleh setiap anggota Pramuka. Ia menilai kemampuan navigasi manual tetap menjadi prioritas meskipun teknologi digital kini sudah berkembang sangat pesat di kalangan remaja.


“Melalui latihan rutin ini, kami memiliki visi besar untuk menumbuhkan jiwa penjelajah yang berani, kemandirian yang kuat, serta ketelitian dalam mengambil keputusan,” ujar Pembina Pramuka tersebut saat ditemui di sela-sela kegiatan. Menurutnya, karakter-karakter tersebut merupakan fondasi penting bagi pembentukan mental generasi muda yang tangguh.


Lebih lanjut, sang Pembina menjelaskan bahwa pemilihan mitra kolaborasi dengan SMK Wiworotomo Purwokerto bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Ia menyatakan bahwa belajar langsung dari praktisi atau kakak tingkat yang lebih berpengalaman seringkali lebih efektif dibandingkan hanya membaca buku panduan di dalam kelas.


“Kolaborasi dengan Dewan Ambalan Patih Gajah Mada dan Dewi Sartika ini menjadi nilai tambah yang sangat berarti bagi kami. Adik-adik penggalang mendapatkan perspektif baru dan bimbingan teknis yang sangat mendalam dari kakak-kakak mereka yang sudah sering terjun ke lapangan,” tambahnya dengan nada bangga.


Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Dewan Ambalan SMK Wiworotomo Purwokerto menyatakan rasa senangnya dapat berkontribusi membagikan ilmu navigasi kepada anggota penggalang. Baginya, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian sekaligus sarana untuk mengasah kemampuan mengajar bagi para anggota penegak.


Dalam kutipannya, ia menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar transfer pengetahuan teknis kepramukaan. “Kami melihat ini bukan hanya soal kompas, tetapi juga tentang bagaimana mempererat tali persaudaraan antar-gugus depan di wilayah Purwokerto dan Kedungbanteng,” ungkap perwakilan Dewan Ambalan tersebut.


Pihaknya berharap agar bekal ilmu yang diberikan dapat bermanfaat jangka panjang, baik dalam konteks kepramukaan maupun kehidupan sehari-hari. Ia meyakini bahwa sekali seorang pramuka memahami cara menentukan arah, maka ia akan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar saat menghadapi tantangan di medan yang asing.


Sepanjang kegiatan berlangsung, interaksi antara peserta dan instruktur terlihat sangat dinamis di mana diskusi sering terjadi saat simulasi penentuan koordinat. Beberapa siswa bahkan terlihat mengulang-ulang bidikan kompas mereka demi memastikan akurasi angka azimut yang didapatkan sesuai dengan instruksi yang diberikan.


Keberhasilan latihan rutin ini sekaligus mempertegas komitmen Pangkalan MTs Ma’arif NU Kedungbanteng di bawah naungan Kwarran Kedungbanteng dalam menjalankan pembinaan karakter yang bermakna. Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan-kegiatan serupa yang lebih inovatif dan berkelanjutan di masa depan.


Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, di mana nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab ditekankan sebagai hasil akhir dari sebuah penjelajahan. Dengan penguasaan kompas yang mumpuni, para siswa kini siap melangkah lebih jauh untuk menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan berkarakter di alam terbuka.

Kontributor: Mas Ranteng (Humas Kwaran Kedungbanteng) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama