Menanam Benih Karakter di Lapangan Sriwijaya: Ratusan Nanda Meriahkan Pra Siaga Ceria 2026



SOKARAJA, INFO BANYUMAS – Lapangan Sriwijaya, Sokaraja Kidul, berubah menjadi lautan semangat pada Sabtu pagi (10/01/2026) saat ratusan nanda Pra Siaga berkumpul untuk merayakan kemandirian dalam perhelatan Pra Siaga Ceria 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh PKG PAUD Pusparaja Sokaraja tersebut menjadi momentum penting dalam mengenalkan nilai-nilai luhur kepramukaan kepada anak usia dini melalui pendekatan yang penuh kegembiraan.

Di bawah naungan langit cerah, sebanyak 320 peserta dari berbagai PAUD formal maupun non-formal se-Kecamatan Sokaraja berkumpul dengan satu misi: belajar menjadi sahabat alam dan sesama. Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Sokaraja pun turun tangan memberikan dukungan penuh guna memastikan setiap nanda mendapatkan pengalaman edukatif yang bermakna.

Acara dibuka secara resmi oleh Bunda Sri Sumaryanti, S.Pd, selaku Ketua PKG PAUD Pusparaja, yang menekankan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak dini. Ia menyatakan bahwa melalui kegiatan Pra Siaga Ceria ini, anak-anak dikenalkan pada nilai kemandirian, disiplin, dan kebersamaan dengan cara yang ceria dan sesuai dengan dunia anak.

Bunda Sri Sumaryanti juga menjelaskan bahwa usia emas adalah waktu terbaik untuk menanamkan kedisiplinan tanpa harus terasa seperti beban. Menurutnya, pendekatan bermain sambil belajar yang diusung dalam tema “Pra Siaga Ceria Sahabat Alam dan Sesama” bertujuan agar anak-anak merasa nyaman saat mengenal struktur organisasi kepramukaan.

Suasana semakin khidmat sekaligus meriah saat prosesi upacara pembukaan beralih ke penyalaan api unggun. Ketua Kwarran Sokaraja, Suratman, S.Pd.Jas, memimpin langsung prosesi tersebut sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan besar bagi para nanda tersebut.


Suratman menyampaikan pesan mendalam mengenai filosofi api yang ia nyalakan di tengah lapangan tersebut. “Api unggun ini menjadi lambang semangat, persaudaraan, dan awal pembentukan karakter Pramuka sejak usia dini,” tutur Suratman dengan nada penuh semangat kepada para hadirin.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Kwarran dalam acara ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi Pramuka masa depan yang tangguh. Beliau berpendapat bahwa semangat yang terpancar dari wajah nanda Pra Siaga hari ini adalah investasi besar bagi Gerakan Pramuka di wilayah Sokaraja.

Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh tokoh pendidikan, tetapi juga unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Sokaraja. Terlihat hadir di lokasi antara lain Aipda Hary, perwakilan Danramil Sokaraja, serta Mabiran Harian Drs. Suhartono, M.MPd, yang turut memberikan dukungan moral bagi para peserta cilik tersebut.

Informasi dari panitia menyebutkan bahwa para peserta dibagi ke dalam lima pos tantangan yang berbeda. Setiap pos, mulai dari Barisan Anak Ceria hingga Safari Ceria, dirancang secara teknis untuk menguji ketangkasan fisik serta kemampuan komunikasi antar-nanda.

Salah satu pos yang paling diminati adalah "Bisik Pesan Ceria", di mana para nanda belajar tentang konsentrasi dan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan pesan. Para pembina mendampingi dengan sabar, memastikan setiap nanda merasa aman dan senang saat melewati setiap tantangan di tiap gugus putra dan putri.

Setelah melewati rangkaian lomba yang ketat namun sportif, pengumuman pemenang menjadi momen yang paling mendebarkan. Di kategori putra, gugus Bougenvile, Cempaka, dan Anggrek keluar sebagai yang terbaik, sementara kategori putri didominasi oleh gugus Mawar, Cempaka, dan Dahlia.

Namun, bintang utama dalam kompetisi tahun ini adalah Gugus Cempaka yang berhasil memboyong Piala Bergilir Pra Siaga Ceria 2026. Capaian ini disambut dengan tangis haru dan sorak sorai kemenangan dari para nanda serta pembina pendamping mereka.

Ketua Gugus Cempaka, Sarasti, mengungkapkan rasa bangga yang tak terhingga atas dedikasi anak-anak asuhnya selama masa persiapan hingga hari pelaksanaan. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membina anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan bermakna,” ujarnya dengan wajah berseri-seri.

Sarasti menegaskan kembali esensi dari kegiatan ini yang melampaui sekadar urusan menang atau kalah. Ia menyatakan bahwa Pra Siaga Ceria bukan sekadar lomba, tetapi proses belajar karakter bagi anak-anak agar kelak mereka memiliki fondasi mental yang kuat.

Menutup rangkaian acara, Kwarran Sokaraja bersama PKG PAUD Pusparaja menyampaikan harapan besar agar nilai disiplin dan kerjasama yang baru saja dipelajari dapat terus diterapkan di rumah. Kegiatan ini pun berakhir dengan kesan mendalam, menyisakan tawa di wajah para nanda yang kini pulang dengan identitas baru sebagai calon pemimpin masa depan.


Kontributor : Sutriono-Humas Kwarran Sokaraja

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama