Pawai Ta’aruf dan Lomba Kreatif Warnai Peringatan Isra Mi’raj di TK Pertiwi 1 Parungkamal

Parungkamal - Info Banyumas. TK Pertiwi 1 Parungkamal menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh keceriaan dan nuansa religius melalui kegiatan Pawai Ta’aruf serta berbagai lomba kreatif yang melibatkan seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengenalkan peristiwa penting dalam sejarah Islam kepada anak-anak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan karakter perkembangan mereka.


Kepala TK Pertiwi 1 Parungkamal, Nur Fariah, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dikemas secara sederhana namun bermakna agar mudah dipahami anak-anak. “Kami ingin anak-anak mengenal Isra Mi’raj bukan hanya melalui cerita, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang membuat mereka senang dan antusias,” ujarnya.


Peringatan Isra Mi’raj tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala TK Pertiwi 1 Parungkamal yang sekaligus melepas peserta Pawai Ta’aruf untuk berkeliling di lingkungan sekitar sekolah. Pawai ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan pendampingan guru, menciptakan suasana meriah dan menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan jalannya kegiatan.


Dalam sambutannya sebelum pelepasan pawai, Nur Fariah menegaskan pentingnya pembiasaan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak dapat belajar tentang keberanian, kebersamaan, dan rasa percaya diri, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap ajaran Islam,” tuturnya.


Pawai Ta’aruf berlangsung semarak dengan anak-anak mengenakan busana muslim dan muslimah yang beragam dan penuh warna. Berbagai atribut Islami turut dibawa oleh peserta pawai, sehingga menciptakan suasana ceria yang mencerminkan kegembiraan anak-anak dalam mengikuti rangkaian peringatan Isra Mi’raj.


Baca juga: 
Salah seorang guru pendamping mengungkapkan bahwa kegiatan pawai memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak. “Mereka sangat senang bisa berjalan bersama teman-temannya sambil mengenakan busana muslim. Anak-anak terlihat antusias dan tidak merasa sedang belajar, padahal sebenarnya mereka sedang menyerap nilai-nilai positif,” katanya.



Setelah kegiatan Pawai Ta’aruf selesai, acara dilanjutkan dengan penilaian lomba poster Isra Mi’raj yang sebelumnya telah dikerjakan oleh para peserta didik di kelas. Lomba ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang peristiwa Isra Mi’raj melalui gambar, warna, dan simbol-simbol sederhana.


Nur Fariah menjelaskan bahwa lomba poster tidak difokuskan pada hasil akhir semata, melainkan pada proses belajar anak. “Setiap karya anak adalah istimewa. Yang terpenting adalah keberanian mereka untuk berkarya dan menampilkan hasil kreativitasnya,” ungkapnya.


Selain lomba poster, panitia juga melaksanakan penilaian lomba payung hias bertema Islami. Anak-anak menghias payung dengan berbagai ornamen sederhana hasil kreasi mereka sendiri, yang didampingi oleh guru, sehingga kegiatan ini menjadi ajang pengembangan imajinasi dan kreativitas anak usia dini.



Salah satu panitia kegiatan menyampaikan bahwa lomba payung hias mendapat respons positif dari peserta didik. “Anak-anak terlihat sangat menikmati proses menghias payung. Dari sini terlihat imajinasi mereka yang luar biasa dan rasa bangga saat menunjukkan hasil karyanya,” ujarnya.


Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, anak-anak tampak gembira dan bersemangat mengikuti setiap agenda. Guru-guru memberikan pendampingan secara intensif agar kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tetap menyenangkan, sehingga anak-anak merasa nyaman dan percaya diri.


Menurut Nur Fariah, kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini tidak hanya bertujuan mengenalkan peristiwa keagamaan, tetapi juga membangun karakter anak. “Melalui pawai dan lomba, anak-anak belajar tentang kebersamaan, disiplin, saling menghargai, dan berani tampil di depan umum,” katanya.


Dengan kegiatan yang sederhana namun sarat makna, TK Pertiwi 1 Parungkamal berharap peringatan hari besar Islam seperti Isra Mi’raj dapat terus menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, sekolah berkomitmen menanamkan nilai-nilai religius serta membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak, dan kreatif sejak usia dini.

Kontributor: Pria Santosa (Dapink)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama