Kejuaraan yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah ini berlangsung cukup meriah dan kompetitif. Setiap pesilat menampilkan kemampuan terbaiknya, baik dari sisi teknik, kekuatan, keluwesan gerak, maupun penghayatan seni bela diri pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Salsa Diva Pratama tampil gemilang dan berhasil meraih Juara 1 Seni Tunggal Pra Remaja Putri, sementara rekannya, Andini, juga menunjukkan performa impresif dengan menyabet Juara 3 pada kategori yang sama. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan ekstrakurikuler pencak silat di SMP PGRI Wangon.
Ketua Komite SMP PGRI Wangon, Imam Hidayat, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para atlet muda tersebut.
“Selamat kepada para juara. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi murid-murid lainnya di SMP PGRI Wangon untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Kejuaraan Cilacap Challenge sendiri diselenggarakan sebagai sarana memberikan apresiasi kepada para pesilat muda, sekaligus menjadi wadah kompetisi untuk mengukur hasil latihan dan pembinaan yang telah dijalani di masing-masing perguruan maupun sekolah. Atmosfer pertandingan yang sportif turut memperkaya pengalaman bertanding para atlet.
Perolehan prestasi ini juga mendapat perhatian dari pihak sekolah yang selama ini menjadikan pencak silat sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan. Selain futsal, pencak silat menjadi cabang favorit yang diminati peserta didik karena mengajarkan disiplin, ketangguhan mental, serta nilai-nilai sportivitas.
Pembina ekstrakurikuler menyampaikan bahwa capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari latihan rutin dan komitmen bersama antara siswa, pelatih, dan sekolah.
“Prestasi kali ini merupakan perolehan tahunan, karena silat merupakan cabang ekstrakurikuler favorit selain futsal di SMP PGRI Wangon. Prestasi ini kami persembahkan kepada YPLP DM Cabang Kabupaten Banyumas,” ungkapnya.
Kejuaraan tingkat provinsi ini juga menjadi ajang pembelajaran berharga bagi para atlet muda untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mental bertanding. Bertemu dengan pesilat dari berbagai daerah memberikan pengalaman kompetitif yang akan sangat berguna bagi perkembangan kemampuan mereka ke depan.
Menurut panitia pelaksana, Cilacap Challenge dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya pencak silat. Setiap nomor pertandingan menekankan keseimbangan antara teknik bela diri dan unsur seni, sehingga pesilat dituntut tampil utuh secara fisik maupun mental.
Prestasi yang diraih Salsa Diva Pratama dan Andini diharapkan mampu mengharumkan nama sekolah serta menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya. Sekolah pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif dan kompetitif.
Dengan capaian tersebut, SMP PGRI Wangon kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi nonakademik peserta didik. Ke depan, sekolah berharap dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Kontributor: Bayuda Ardiyanto
إرسال تعليق