BANYUMAS, INFO BANYUMAS – Memperingati momentum agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, SDN 1 Korwilcam Kediri Dindik Karanglewas menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan puluhan paket sembako kepada warga sekitar pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pendidikan karakter dan empati siswa terhadap lingkungan sosial di tengah peringatan hari besar keagamaan.
Sebanyak 27 paket bahan pokok berhasil dihimpun dan disalurkan secara langsung oleh para siswa kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah. Seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut murni bersumber dari donasi sukarela para siswa SDN 1 Kediri yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Setiap paket sembako yang dipublikasikan berisi komoditas esensial pangan untuk kebutuhan harian masyarakat. Di dalam paket tersebut , terdapat 1,5 kg beras, 6 butir telur, serta 4 bungkus mie instan yang dikemas rapi untuk diserahkan kepada penerima manfaat.
Kepala SDN 1 Kediri, Candra Septo Rinoaji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa meskipun jumlah bantuan yang diberikan mungkin tidak terlihat besar secara kuantitas, namun esensi dari kegiatan ini sangatlah mendalam. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi'raj tahun ini sengaja dirancang berbeda agar para siswa dapat langsung menyentuh dan merasakan kondisi sosial masyarakat.
"Kegiatan ini sangat mulia. Meski jumlah paket yang diumumkan tidak begitu banyak, namun sarat akan makna. Peringatan Isra Mi'raj tahun ini memberikan nuansa yang berbeda karena kita langsung menyentuh masyarakat," ujar Candra saat memberikan keterangan di sela-sela acara.
Guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran, pihak sekolah membagi para siswa ke dalam tiga kelompok kerja lapangan. Pembagian bantuan kelompok tersebut dilakukan agar cakupan wilayah pemberian dapat menjangkau lebih banyak titik di sekitar desa.
Masing-masing kelompok siswa tidak berjalan sendiri, melainkan didampingi oleh 3 hingga 4 orang guru pembimbing selama proses distribusi. Pendampingan tersebut bertujuan untuk memberikan arahan tata krama dan memastikan keselamatan para siswa saat berinteraksi dengan warga.
Adapun wilayah sebaran utama mencakup beberapa titik krusial, salah satunya adalah kawasan Grumbul Watu Lumpang dan Gunung Lempuyang. Penyaluran di titik tersebut difokuskan pada rumah-rumah warga yang memang dinilai paling membutuhkan dukungan logistik pangan.
Selain wilayah perbukitan tersebut, distribusi juga dilakukan secara merata di wilayah Grumbul Desa Kediri. Kelompok siswa yang bertugas di wilayah tersebut mengumpulkan organisasi geng-geng untuk berdiskusi dengan warga lanjut usia maupun keluarga kurang mampu.
Sasaran terakhir dari aksi kemanusiaan pada kegiatan tersebut adalah wilayah Grumbul Karangblimbing yang lokasinya masih berada dalam jangkauan koordinasi sekolah. Di wilayah tersebut , para siswa tampak bersemangat membawakan paket sembako meskipun harus berjalan kaki menempuh jarak tertentu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat antusiasme yang luar biasa dari raut wajah para siswa saat menyerahkan bantuan. Melalui interaksi tersebut , tercipta suasana hangat antara dunia pendidikan dan masyarakat yang disambut dengan senyum serta doa dari para warga.
Masyarakat sekitar memberikan respon yang sangat positif dan mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Kehadiran para siswa tersebut dianggap sebagai oase yang memberikan harapan sekaligus teladan bagi generasi muda lainnya di wilayah Karanglewas.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni bakti sosial semata, melainkan menjadi sarana strategi mempererat silaturahmi. Hubungan harmonis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menitipkan pendidikan putra-putri mereka di SDN 1 Kediri.
Aksi nyata ini menjadi bukti otentik bahwa proses belajar mengajar tidak selamanya harus terkungkung di dalam ruang kelas. Melalui pengabdian tersebut , SDN 1 Kediri sukses mengintegrasikan nilai religiusitas Isra Mi'raj dengan praktik sosial yang menyentuh hati sanubari masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan karakter yang terbaik adalah melalui aksi nyata di lingkungan sekitar, sehingga siswa tidak hanya cerdas akademik tetapi juga peka secara sosial,” pungkas salah satu guru pendamping menutup rangkaian kegiatan.

Posting Komentar