BANYUMAS - Semangat literasi kembali menyala di Kabupaten Banyumas melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang digelar Forum TBM Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus temu jejaring bagi para pegiat literasi, baik pengelola TBM yang telah berjalan maupun mereka yang baru merintis langkah awal mendirikan taman bacaan di lingkungannya.
Bimtek ini diikuti lebih dari dua puluh peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Banyumas. Peserta terdiri atas pengelola TBM yang telah menerima bantuan 1.000 buku dari Perpustakaan Nasional, serta masyarakat yang memiliki gagasan dan komitmen untuk mendirikan TBM baru. Kehadiran peserta dengan latar belakang beragam tersebut mencerminkan geliat literasi yang terus tumbuh dari akar rumput.
Selain penguatan kapasitas, Bimtek ini juga membuka peluang tindak lanjut berupa program magang bagi pengelola TBM di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas. Langkah tersebut dipandang sebagai strategi konkret untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial pengelola TBM, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan teknis dari Irma Suryani, S.E., M.Si., yang memaparkan secara rinci tahapan pengolahan bahan pustaka. Materi tersebut meliputi proses pemberian stempel, inventarisasi, klasifikasi buku, hingga pelabelan, yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan TBM secara profesional dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagi cerita praktik literasi yang telah dilakukan di masing-masing wilayah. Dari forum tersebut, muncul semangat baru yang menggembirakan, ditandai dengan rencana pendirian tiga TBM baru, yakni TBM Cahaya Ilmu, TBM Tiara, dan TBM Sejuk Literasi. Inisiatif ini menegaskan bahwa Bimtek tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi melahirkan aksi nyata.
Melalui Bimtek Pengelola TBM ini, Forum TBM Kabupaten Banyumas berharap terbangun pengelola TBM yang semakin kompeten, mandiri, dan saling terhubung dalam jejaring literasi yang kuat. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan gerakan literasi berbasis masyarakat, sekaligus penegasan bahwa dari buku-buku sederhana di taman bacaan, harapan besar tentang masa depan literasi Banyumas terus tumbuh dan bergerak.
Kontributor: Yuli Kismawati
Posting Komentar