Dari Buku ke Gerakan Literasi: Bimtek TBM Banyumas Menyalakan Harapan Baru Pengelola dan Calon Pendirinya



BANYUMAS - Semangat literasi kembali menyala di Kabupaten Banyumas melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang digelar Forum TBM Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus temu jejaring bagi para pegiat literasi, baik pengelola TBM yang telah berjalan maupun mereka yang baru merintis langkah awal mendirikan taman bacaan di lingkungannya.


Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung di Aula Arpusda Banyumas pada Jumat, 6 Februari 2026.


“Kami sangat menyambut baik Bimtek ini karena TBM adalah mitra strategis pemerintah dalam menumbuhkan budaya baca di masyarakat. Pengelola TBM perlu terus dikuatkan kapasitasnya agar gerakan literasi semakin berdampak,” ujar Agus Anggraito dalam sambutannya.

Bimtek ini diikuti lebih dari dua puluh peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Banyumas. Peserta terdiri atas pengelola TBM yang telah menerima bantuan 1.000 buku dari Perpustakaan Nasional, serta masyarakat yang memiliki gagasan dan komitmen untuk mendirikan TBM baru. Kehadiran peserta dengan latar belakang beragam tersebut mencerminkan geliat literasi yang terus tumbuh dari akar rumput.


Dalam arahannya, Kepala Arpusda Banyumas mendorong para pengelola TBM untuk tidak hanya mengelola buku, tetapi juga mendokumentasikan praktik baik yang telah dilakukan selama ini.


“Saya mendorong pengelola TBM menuliskan pengalaman dan praktik baiknya, kemudian dibukukan. Ini penting agar kerja-kerja literasi di Banyumas dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi daerah lain,” tegasnya.

Selain penguatan kapasitas, Bimtek ini juga membuka peluang tindak lanjut berupa program magang bagi pengelola TBM di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas. Langkah tersebut dipandang sebagai strategi konkret untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial pengelola TBM, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi.


Agus Anggraito juga memperkenalkan layanan perpustakaan digital milik Arpusda Banyumas yang dapat diakses oleh masyarakat luas.


“Arpusda Banyumas sudah memiliki layanan perpustakaan digital melalui laman sibintanglima.banyumaskab.go.id. Kami berharap pengelola TBM dapat memanfaatkan dan mengenalkan layanan ini kepada masyarakat agar akses bacaan semakin luas,” ungkapnya.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan teknis dari Irma Suryani, S.E., M.Si., yang memaparkan secara rinci tahapan pengolahan bahan pustaka. Materi tersebut meliputi proses pemberian stempel, inventarisasi, klasifikasi buku, hingga pelabelan, yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan TBM secara profesional dan berkelanjutan.


Irma Suryani menegaskan bahwa pengelolaan administrasi yang baik akan menentukan kualitas layanan TBM kepada masyarakat.


“Pengolahan bahan pustaka yang tertib bukan sekadar soal kerapian, tetapi menjadi kunci agar koleksi mudah diakses, terdata dengan baik, dan berumur panjang,” jelasnya di hadapan peserta.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagi cerita praktik literasi yang telah dilakukan di masing-masing wilayah. Dari forum tersebut, muncul semangat baru yang menggembirakan, ditandai dengan rencana pendirian tiga TBM baru, yakni TBM Cahaya Ilmu, TBM Tiara, dan TBM Sejuk Literasi. Inisiatif ini menegaskan bahwa Bimtek tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi melahirkan aksi nyata.


Salah satu peserta, Siti Aminah, mengungkapkan alasannya tertarik mendirikan TBM baru dengan konsep khas lingkungan tempat tinggalnya.


“Saya baru berencana membuat TBM. Karena suasana pedesaan di tempat kami terasa sejuk, maka saya ingin memberi nama Sejuk Literasi,” ungkapnya penuh semangat.

Melalui Bimtek Pengelola TBM ini, Forum TBM Kabupaten Banyumas berharap terbangun pengelola TBM yang semakin kompeten, mandiri, dan saling terhubung dalam jejaring literasi yang kuat. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan gerakan literasi berbasis masyarakat, sekaligus penegasan bahwa dari buku-buku sederhana di taman bacaan, harapan besar tentang masa depan literasi Banyumas terus tumbuh dan bergerak.


Kontributor: Yuli Kismawati

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama