BANYUMAS – Semangat kemanusiaan dan solidaritas sosial menguat dalam Musyawarah Kabupaten Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 7–8 Pebruari 2026, bertempat di Dominic Hotel.
Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Banyumas.
Musyawarah Kabupaten tersebut diikuti oleh berbagai unsur penting, mulai dari Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah, Pengurus PMI Kabupaten Banyumas, Forkopimda, Pengurus PMI tingkat kecamatan, hingga perwakilan elemen masyarakat dan berbagai instansi. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya dukungan dan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan gerakan kemanusiaan PMI di Banyumas.
Ketua Panitia Musyawarah Kabupaten PMI Banyumas 2026 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan PMI, khususnya dalam penggalangan dana kemanusiaan sepanjang tahun 2025.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, instansi, dan relawan yang telah memberikan kontribusi nyata melalui sumbangan Dana PMI. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Banyumas masih sangat kuat,” ujarnya.
Musyawarah Kabupaten ini dilaksanakan sebagai agenda rutin tahunan yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi kinerja organisasi, menilai capaian program, serta menyusun strategi peningkatan pelayanan PMI ke depan. Forum ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memastikan bahwa seluruh program dan bantuan PMI benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Banyumas yang juga Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa musyawarah ini bukan sekadar forum administratif, melainkan momentum memperkuat komitmen kemanusiaan.
“PMI harus terus berbenah dan meningkatkan kinerjanya. Saya berharap perolehan sumbangan Dana PMI setiap tahun dapat terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PMI,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan musyawarah, berbagai laporan pertanggungjawaban, evaluasi program, serta rencana kerja dibahas secara terbuka dan demokratis. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengedepankan semangat musyawarah mufakat, demi memastikan setiap keputusan yang diambil berpihak pada kepentingan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.
Bupati Banyumas juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
“Dana yang dihimpun dari masyarakat harus dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran. Setiap bantuan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat dan kebencanaan,” ungkap Sadewo Tri Lastiono di hadapan peserta musyawarah.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus dalam musyawarah ini adalah prestasi Korwil Lumbir yang kembali menerima penghargaan sebagai Pengumpul Dana Terbaik kategori Kelompok Korwilcam untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Prestasi ini dinilai sebagai bukti konsistensi, kerja keras, serta kuatnya sinergi antara pengurus PMI kecamatan dengan masyarakat.
Perwakilan Korwil Lumbir, Solekhun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang kembali diraih tersebut.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Lumbir, para relawan, sekolah, instansi, dan semua pihak yang selama ini mendukung penggalangan Dana PMI. Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi kami untuk terus berbuat lebih baik,” ujarnya.
Solekhun menegaskan bahwa capaian empat kali berturut-turut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Kami memaknai penghargaan ini sebagai tanggung jawab moral untuk terus menjaga transparansi, meningkatkan partisipasi, dan memastikan bahwa dana yang dihimpun benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Ketua Panitia Musyawarah Kabupaten PMI Banyumas 2026 menyebut capaian Korwil Lumbir sebagai contoh praktik baik yang patut direplikasi oleh wilayah lain.
“Prestasi Korwil Lumbir membuktikan bahwa pengelolaan Dana PMI yang baik dan komunikatif dapat menumbuhkan kepercayaan publik. Ini menjadi inspirasi bagi PMI kecamatan lainnya,” katanya.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Kabupaten PMI Banyumas 2026, PMI Kabupaten Banyumas optimistis dapat terus meningkatkan kinerja organisasi, memperluas jangkauan pelayanan, serta memperkuat kepercayaan publik. Prestasi Korwil Lumbir yang kembali mengemuka dalam forum ini menjadi simbol bahwa kerja kemanusiaan yang dilakukan secara konsisten, kolaboratif, dan tulus akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat.
Posting Komentar