Menyejukkan Jiwa Sejak Pagi: Sholat Dhuha, Infak, dan Asmaul Husna Menggema di Sekolah



WANGON - 
Suasana sejuk dan khidmat menyelimuti lingkungan SD Negeri 2 Banteran Wangon pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, ketika seluruh warga sekolah bersama-sama melaksanakan Sholat Dhuha, Infak Jumat, serta hafalan Asmaul Husna. Kegiatan pembiasaan ini menjadi potret nyata ikhtiar sekolah dalam menanamkan nilai religius dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta peduli terhadap sesama sejak usia dini.


Kegiatan rutin Jumat pagi tersebut diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Oktafian sebagai imam. Sejak matahari belum terlalu tinggi, siswa, guru, dan tenaga kependidikan telah berkumpul dengan tertib, membentuk barisan rapi yang mencerminkan kedisiplinan dan kesiapan menjalankan ibadah secara bersama-sama.


“Sholat Dhuha ini kami laksanakan sebagai bentuk pembiasaan agar anak-anak terbiasa mendekatkan diri kepada Allah sejak pagi hari sebelum memulai aktivitas belajar,” ujar Oktafian usai memimpin sholat.


Pelaksanaan sholat berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Heningnya suasana membuat setiap gerakan dan bacaan sholat terasa lebih bermakna. Guru-guru turut mendampingi siswa, memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib sekaligus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku religius di lingkungan sekolah.


Salah satu guru menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah berjamaah di sekolah memiliki dampak positif terhadap sikap siswa. “Kami melihat anak-anak menjadi lebih tenang, disiplin, dan siap mengikuti pembelajaran setelah melaksanakan sholat Dhuha bersama,” ungkapnya.


Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan Infak Jumat. Para siswa tampak antusias menyisihkan sebagian uang saku mereka dan memasukkannya ke dalam kotak infak yang telah disiapkan. Momen ini menjadi sarana pembelajaran konkret tentang pentingnya berbagi, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama.


“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Dari hal kecil seperti infak Jumat ini, mereka belajar tentang empati dan kepedulian,” tutur salah satu guru pendamping kegiatan.


Rangkaian kegiatan Jumat pagi kemudian ditutup dengan hafalan Asmaul Husna yang dilantunkan secara bersama-sama. Suara lantang dan serempak para siswa menggema di lingkungan sekolah, menciptakan suasana religius yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat spiritual seluruh warga sekolah.


Menurut pihak sekolah, hafalan Asmaul Husna tidak hanya bertujuan melatih daya ingat siswa, tetapi juga mengenalkan sifat-sifat Allah sebagai bagian dari pendidikan karakter. “Kami berharap anak-anak dapat meneladani nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar seorang pendidik.


Kepala Sekolah, Rokhaniyah, menegaskan bahwa program pembiasaan Jumat pagi merupakan bagian penting dari visi sekolah dalam membentuk generasi yang seimbang antara kecerdasan akademik dan kekuatan spiritual. Ia menilai kegiatan ini sebagai investasi karakter jangka panjang bagi peserta didik.


“Melalui sholat Dhuha, infak, dan hafalan Asmaul Husna, kami ingin membiasakan anak-anak untuk dekat dengan Allah, disiplin dalam beribadah, serta memiliki kepedulian sosial sejak dini. Harapannya, nilai-nilai ini tertanam kuat dan menjadi karakter mereka di masa depan,” tutur Rokhaniyah.


Dengan konsistensi pelaksanaan kegiatan pembiasaan Jumat pagi ini, sekolah berharap peserta didik tidak hanya tumbuh sebagai insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, sikap santun, serta kepedulian sosial yang tinggi. Suasana religius yang tercipta setiap Jumat pagi menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya membangun pikiran, tetapi juga menyejukkan jiwa.


Kontributor: Anisa Fahmi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama