KEMRANJEN - Suasana ceria dan penuh kreativitas terlihat di kelas Ali TK Aisyiyah Bustanul Athfal 02 Sirau atau yang lebih dikenal dengan TK Abas Two pada Selasa (10/3/2026). Menjelang datangnya Idulfitri, para siswa mengikuti kegiatan membuat bedug dari barang bekas sebagai bagian dari pembelajaran kreatif yang mengenalkan tradisi masyarakat dalam menyambut hari raya.
Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah yang beralamat di Jalan Balai Desa Sirau RT 03 RW 07, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas ini bertujuan mengenalkan nilai budaya sekaligus menanamkan kesadaran kepada anak-anak tentang pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bermanfaat. Melalui kegiatan tersebut, kaleng bekas biskuit, toples bekas, serta berbagai bahan sederhana diolah menjadi bedug kecil yang unik dan berwarna-warni.
Wali kelas Ali, Ayun Indah Andini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kreatif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan anak sekaligus mengenalkan tradisi masyarakat menjelang hari raya.
“Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas anak, menumbuhkan kerja sama, serta mengajarkan kesabaran dalam membuat sebuah karya sederhana,” ujar Ayun Indah Andini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mulai menghias kaleng bekas menggunakan kertas krep berwarna-warni yang ditempel dengan double tape. Mereka terlihat antusias saat menggunting kertas, menempelkan hiasan, serta memutar kaleng agar dapat dihias secara merata hingga menyerupai bentuk bedug kecil yang menarik.
Proses pembuatan bedug ini tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal konsep daur ulang sejak usia dini. Dengan memanfaatkan bahan sederhana yang ada di sekitar, mereka diajak memahami bahwa barang bekas pun dapat disulap menjadi karya kreatif yang memiliki nilai guna.
“Selain melatih kreativitas, kegiatan menghias kaleng ini juga membantu mengembangkan motorik halus anak melalui aktivitas menggunting, menempel, dan menghias,” tambah Ayun Indah Andini.
Setelah seluruh hiasan selesai ditempel, kaleng bekas yang telah dihias berubah menjadi bedug kecil yang tampak cantik dengan perpaduan warna cerah. Anak-anak tampak bangga melihat hasil karya mereka yang sederhana namun penuh warna dan makna.
Kegiatan tersebut pun semakin meriah ketika para siswa mulai mencoba memukul bedug buatan mereka sendiri. Suara ketukan bedug kecil terdengar bersahut-sahutan di dalam kelas, seolah mengikuti irama takbiran yang biasa menggema saat malam menjelang Idulfitri.
“Melalui kegiatan ini kami juga ingin mengenalkan tradisi masyarakat menjelang Idulfitri, seperti memukul bedug dan takbir keliling yang sering dilakukan untuk menyambut hari kemenangan,” jelas Ayun Indah Andini.
Para siswa tampak menikmati setiap momen kegiatan tersebut. Wajah-wajah ceria terlihat ketika mereka memainkan bedug kecil hasil karya sendiri, menandakan kebahagiaan sederhana yang lahir dari proses belajar kreatif yang dilakukan bersama teman-teman di kelas.
Menurut pihak sekolah, kegiatan kreatif seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga membantu menanamkan nilai budaya dan kebersamaan pada anak sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak dapat mengenal tradisi masyarakat sekaligus mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri dalam berkarya.
Kontributor: Armiyati
Posting Komentar