Dari Tangan-Tangan Kecil di Pagi Ramadan: Murid SDMu Pintar Menyemai Kepedulian Lewat Program SHOPAN



PURWOKERTO - Suasana pagi di bulan suci Ramadan di lingkungan SD Muhammadiyah Purwokerto Barat atau yang dikenal sebagai SDMu Pintar dipenuhi langkah-langkah kecil yang sarat makna. Melalui program SHOPAN (Shodaqoh Pagi Ramadan), para murid setiap hari membawa infaq dari rumah untuk disalurkan kepada sesama sebagai bentuk pembelajaran karakter sekaligus menumbuhkan semangat berbagi sejak usia dini.


Program yang digagas oleh sekolah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para murid. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi sebelum proses belajar dimulai, ketika para murid dengan penuh antusias memasukkan infaq mereka ke dalam kotak shodaqah yang telah disediakan di lingkungan sekolah.


Kepala sekolah SD Muhammadiyah Purwokerto Barat, Dewi Meilansari, menjelaskan bahwa program SHOPAN merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada para murid melalui pembiasaan sederhana namun memiliki makna yang mendalam.


“Ramadan adalah momen terbaik untuk menanamkan nilai kebaikan kepada anak-anak. Melalui program SHOPAN, kami ingin membiasakan murid untuk gemar bersedekah, memiliki empati, serta merasakan kebahagiaan saat berbagi kepada sesama,” ungkap Dewi Meilansari.


Setiap pagi selama bulan Ramadan, suasana di halaman sekolah terasa berbeda. Para murid datang dengan wajah ceria sambil membawa infaq terbaik dari rumah. Mereka kemudian secara bergantian memasukkan sedekah ke dalam kotak yang telah disiapkan, menciptakan suasana hangat yang penuh semangat kebersamaan.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi pengalaman emosional yang membentuk karakter para murid. Dengan langkah sederhana itu, mereka belajar memahami bahwa berbagi merupakan bagian penting dari kehidupan sosial yang harus dipupuk sejak dini.


“Melalui kegiatan sederhana ini kami berharap anak-anak dapat merasakan bahwa berbagi adalah hal yang membahagiakan, bukan sekadar kewajiban,” tambah Dewi Meilansari.


Dukungan terhadap program ini juga datang dari para orang tua murid yang menilai kegiatan tersebut memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi perkembangan karakter anak-anak. Mereka melihat bahwa melalui kegiatan sedekah yang dilakukan setiap pagi, anak-anak mulai memahami makna kepedulian terhadap orang lain.


Para orang tua juga mengaku merasa senang karena sekolah tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan spiritual kepada para murid sebagai bekal kehidupan di masa depan.


“Kami sangat senang dengan adanya program ini. Melalui kegiatan ini anak-anak belajar untuk peduli, bersedekah, dan berbagi kepada sesama sejak dini,” tutur salah satu wali murid yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.


Antusiasme terhadap program SHOPAN juga terlihat dari para murid yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Bagi mereka, membawa infaq setiap pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk ikut membantu orang lain yang membutuhkan.


Salah satu murid, Sabrin, mengaku merasa senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena merasa dapat berbagi dengan orang lain melalui sedekah yang dibawanya setiap hari.


“Saya senang bisa membawa infaq setiap pagi. Semoga bisa membantu teman-teman dan orang lain yang membutuhkan,” ujar Sabrin dengan penuh semangat.


Hasil dari program SHOPAN (Shodaqoh Pagi Ramadan) ini rencananya akan disalurkan dalam bentuk paket berbagi kepada masyarakat sekitar serta kepada murid yang membutuhkan. Melalui kegiatan sederhana ini, sekolah berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peduli, empati sosial yang tinggi, serta semangat berbagi kepada sesama.


Kontributor: Dewi Meilansari

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama