Gema Wahyu Pertengahan Ramadan: SD Negeri Gumelar Lor Cetak Generasi Qurani melalui Khotmil Qur’an dan Bakti Sosial



TAMBAK, INFO BANYUMAS – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Negeri Gumelar Lor pada Kamis (5/3/2026), saat puluhan suara jernih melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara serempak. Kegiatan Khotmil Qur’an ini digelar sebagai prosesi sakral untuk menutup rangkaian Pesantren Kilat Ramadan 1447 H. Acara tersebut bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan puncak dari ikhtiar panjang para siswa yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk bertadarus sepanjang bulan suci di bawah bimbingan intensif para pendidik.


Pelaksanaan Khotmil Qur’an tersebut merupakan implementasi nyata dari visi sekolah yang mencita-citakan lulusan "Unggul, Inovatif, dan Religius." Pihak sekolah menegaskan bahwa pembinaan karakter melalui literasi Al-Qur’an telah menjadi agenda prioritas selama Ramadan, di mana setiap siswa diajak untuk tidak hanya mengejar target khatam secara kuantitas, tetapi juga meresapi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kehadiran seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan dalam acara tersebut, menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis spiritualitas di lingkungan SD Negeri Gumelar Lor.


Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kegiatan rutin tadarus tersebut telah dimulai sejak hari pertama Ramadan. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa berkumpul untuk mengaji bersama. Pola pembiasaan tersebut diharapkan mampu mengikis jarak antara anak-anak dengan kitab suci mereka, sehingga membaca Al-Qur’an menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi beban akademis. Keberhasilan para siswa menyelesaikan 30 juz hingga hari penutupan tersebut menjadi bukti dedikasi kolektif antara kemauan murid dan ketelatenan guru pendamping.


Lebih lanjut, program tahunan tersebut dipandang sebagai benteng moral bagi siswa di tengah arus modernisasi. Dengan membiasakan interaksi dengan Al-Qur’an sejak usia dasar, sekolah meyakini bahwa pondasi akhlak anak-anak akan lebih kokoh. Hal tersebut selaras dengan upaya sekolah dalam menghadirkan suasana Ramadan yang bermakna dan aplikatif bagi kehidupan sehari-hari peserta didik.


Kepala SD Negeri Gumelar Lor, Khafid Taftahjani, S.Pd., M.Pd., tampak tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat menyaksikan para siswanya melantunkan doa khataman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga interaksi dengan Al-Qur’an meski bulan Ramadan akan segera berlalu.


“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak yang telah mengikuti kegiatan tadarus selama Ramadan hingga hari ini dapat melaksanakan khotmil Qur’an bersama. Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi anak-anak usia sekolah dasar,” ujar Khafid dengan nada haru.

Beliau juga menjelaskan bahwa pesantren kilat ini didesain sedemikian rupa agar tidak membosankan, namun tetap sarat akan muatan spiritual. Strategi ini diambil agar siswa dapat merasakan kedalaman makna ibadah di bulan suci secara lebih personal dan menyenangkan.


“Sekolah berupaya menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan agar siswa dapat merasakan suasana Ramadan secara lebih bermakna. Kami berharap generasi Gumelar Lor dapat tumbuh menjadi generasi Qurani, yaitu generasi yang mencintai, membaca, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan ini, kami ingin membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan memiliki akhlak yang baik,” tambahnya.

 

Nuansa religiusitas dalam kegiatan tersebut semakin lengkap dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Tidak hanya berfokus pada kesalehan individu (vertikal), SD Negeri Gumelar Lor juga memfasilitasi tumbuhnya kesalehan sosial (horizontal) melalui penyaluran donasi kepada anak-anak piatu dan kaum duafa. Bantuan tersebut disalurkan bekerja sama dengan organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) Cabang Sumpiuh. Penyerahan santunan tersebut dilakukan secara simbolis di tengah acara Khotmil Qur’an, menciptakan momen emosional yang mengajarkan siswa tentang arti empati dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.


Kehadiran perwakilan Salimah dalam acara tersebut mempertegas bahwa pendidikan karakter tidak bisa dilakukan sendirian oleh pihak sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan elemen masyarakat. Donasi tersebut dihimpun sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa kegembiraan menyambut Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang beruntung secara ekonomi.


Arum Setyarini, S.Pd., selaku perwakilan dari Salimah Cabang Sumpiuh, menyatakan bahwa keterlibatan organisasinya dalam agenda sekolah ini adalah bagian dari program kepedulian umat yang rutin dijalankan. Ia memuji inisiatif sekolah yang mampu mengawinkan kegiatan spiritualitas dengan aksi kemanusiaan.


“Melalui kegiatan ini kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim dan duafa. Semoga kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini juga dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan sekolah,” ungkap Arum saat memberikan keterangannya di sela-sela acara.



Menurutnya, menanamkan jiwa dermawan kepada anak-anak sejak dini adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya dinilai dari nominalnya, tetapi dari ketulusan dan pesan ukhuwah yang ingin disampaikan kepada para siswa.


Sebagai penutup rangkaian acara, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk menjadikan Khotmil Qur’an dan santunan sosial sebagai tradisi tahunan yang terus diperbarui kualitasnya. Evaluasi dari pelaksanaan tahun ini akan digunakan untuk menyusun program yang lebih inovatif pada Ramadan mendatang. Harapan besar digantungkan agar setiap lulusan SD Negeri Gumelar Lor tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepekaan sosial yang tinggi.

Dengan berakhirnya kegiatan Pesantren Kilat 1447 H tersebut, para siswa diharapkan kembali ke rumah dengan membawa semangat baru—semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin dalam ibadah, dan selalu peduli terhadap lingkungan sekitar. Gema ayat suci yang sempat memenuhi sudut-sudut kelas hari ini diharapkan terus bergema dalam perilaku sehari-hari mereka selamanya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama