KEMRANJEN - Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kunjungan para mujahid kecil dari TK Abas Two ke PPMTQ Al Ijtihad Sirau pada Jumat (13/3/2026). Kunjungan yang bertepatan dengan hari perpulangan santri tersebut menjadi momen istimewa ketika anak-anak taman kanak-kanak datang untuk belajar berbagi kepada para penghafal Al-Qur’an melalui penyaluran infak yang mereka kumpulkan selama bulan suci Ramadan.
Kedatangan para tamu kecil tersebut disambut dengan penuh keramahan oleh para asatidz dan pengurus pondok. Senyum, salam, dan sapaan hangat menyertai langkah-langkah kecil anak-anak yang datang dengan penuh semangat untuk mengenal lebih dekat kehidupan para santri penghafal Al-Qur’an di lingkungan pondok tahfidz tersebut.
Kepala sekolah TK Abas Two, Armiyati, menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada anak-anak sejak usia dini.
“Kunjungan ini kami lakukan agar anak-anak belajar bahwa berbagi kepada para penghafal Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang sangat mulia,” ujar Armiyati saat membuka rangkaian kegiatan.
Kegiatan dilaksanakan di halaman asrama putra PPMTQ Al Ijtihad Sirau yang teduh dan dipenuhi pepohonan rindang. Anak-anak terlihat sangat ceria ketika mereka berlarian di atas hamparan rumput hijau sebelum akhirnya duduk rapi di bawah pepohonan untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia.
Acara kemudian dibuka dengan bacaan basmalah bersama yang dipandu oleh Armiyati selaku pembawa acara. Meski berlangsung sederhana, kegiatan tersebut terasa penuh makna karena menjadi pengalaman pertama bagi sebagian anak untuk berinteraksi langsung dengan para santri penghafal Al-Qur’an di pondok tahfidz.
Dalam sambutannya, Mudir PPMTQ Al Ijtihad Sirau, Tukiran, menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para mujahid kecil yang datang berkunjung.
“Tidak semua santri penghafal Al-Qur’an hidup dalam kecukupan. Ada santri yang tidak bisa jajan karena tidak memiliki uang. Alhamdulillah kalian bisa berbagi. Semoga kalian menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah,” tutur Tukiran dengan penuh harap.
Setelah sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan momen pentasarufan infak yang telah dikumpulkan oleh anak-anak selama bulan Ramadan. Dengan penuh semangat, anak-anak memegang amplop berisi tabungan infak mereka dan tampak tidak sabar untuk menyerahkannya kepada pihak pondok.
Karena antusiasme anak-anak yang begitu besar, proses penyerahan infak dilakukan secara tertib dengan membagi mereka ke dalam dua kelompok. Sebagian anak menyerahkan amplop infak kepada Mudir pondok, Tukiran, sementara sebagian lainnya menyerahkan kepada perwakilan KL LazisMu PPMTQ Al Ijtihad Sirau, Joko Husana.
“Anak-anak terlihat sangat bangga ketika mereka dapat menyerahkan infak yang berasal dari tabungan mereka sendiri,” ungkap Armiyati yang mendampingi kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dian Purnama. Sebelum memimpin doa, ia menyampaikan tausiah singkat kepada para anak-anak agar mereka semakin rajin belajar dan mengaji serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia.
“Semoga anak-anak semua menjadi generasi yang berbakti kepada orang tua serta bermanfaat bagi agama dan bangsa,” ujar Dian Purnama.
Setelah doa penutup, para siswa dari TK Abas Two kembali bersiap untuk pulang. Mereka berjalan berbaris dengan rapi sambil bernyanyi riang dan saling bercerita tentang pengalaman yang baru saja mereka alami. Kunjungan sederhana tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak, sekaligus menjadi pelajaran berharga tentang arti kepedulian, berbagi, dan menghargai perjuangan para penghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Kontributor: Armiyati
Posting Komentar