CILONGOK, INFO BANYUMAS – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, tepat pada Rabu, 4 Maret 2026, sebuah terobosan monumental dalam dunia pendidikan dan kepanduan tersaji di wilayah Kecamatan Cilongok. Gugus Depan (Gudep) Pangkalan SD Negeri 2 Jatisaba secara resmi menggandeng Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Cilongok dalam sebuah aksi kolaboratif pembagian takjil lintas unsur. Kegiatan ini bukan sekadar ritual berbagi kudapan berbuka puasa, melainkan sebuah manifestasi strategis dari Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) untuk mewujudkan misi sekolah yang berorientasi pada kepedulian lingkungan dan kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh keluarga besar SD Negeri 2 Jatisaba tersebut melibatkan spektrum partisipan yang luas, mulai dari Komite Sekolah, Paguyuban Kelas, hingga ikatan alumni yang solid. Keterlibatan Pramuka Peduli Kwarran Cilongok dalam agenda tersebut memberikan warna baru sekaligus memperkuat legitimasi bahwa pendidikan karakter bagi siswa tidak hanya terbatas pada dinding kelas, melainkan harus menyentuh akar rumput kemasyarakatan. Melalui sinergi tersebut, sekolah berupaya membangun jembatan emosional dengan warga sekitar, sekaligus memposisikan diri sebagai institusi yang responsif terhadap dinamika sosial di wilayah Kecamatan Cilongok.
Operasionalisasi kegiatan tersebut sepenuhnya ditopang oleh kemurahan hati berbagai donatur yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal sekolah. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sebanyak 454 paket takjil berhasil didistribusikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Keberhasilan penggalangan dana dan logistik tersebut menunjukkan adanya kepercayaan publik yang tinggi terhadap kredibilitas SD Negeri 2 Jatisaba. Selain itu, aksi nyata tersebut diharapkan mampu menjadi sarana sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan citra positif serta menarik simpati publik atas keberadaan sekolah sebagai pusat persemaian nilai-nilai kebajikan.
Kepala SD Negeri 2 Jatisaba sekaligus Ketua Mabigus, Bapak Wantoro, S.Pd.SD, menegaskan bahwa momentum Ramadhan merupakan waktu yang paling tepat untuk melakukan "branding" sekolah melalui jalur pengabdian. Beliau melihat adanya irisan yang kuat antara nilai-nilai religiusitas dengan visi besar sekolah yang dipimpinnya.
"Momen bulan puasa dijadikan sebagai wadah untuk menyebarluaskan visi dan misi sekolah SD Negeri 2 Jatisaba. Kami ingin masyarakat melihat bahwa anak didik kami tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati yang tinggi. Melalui berbagi takjil ini, kami secara langsung mempraktikkan poin-poin dalam misi sekolah yang menekankan pada kepedulian lingkungan dan sesama," ungkap Wantoro di sela-sela pembagian takjil.
Sejalan dengan hal tersebut, Kak Triswoyo, S.Pd., selaku Ka. Gudep Pangkalan SD Negeri 2 Jatisaba yang bertindak sebagai koordinator lapangan, menjelaskan rincian teknis dan filosofi di balik jumlah bantuan yang disalurkan. Baginya, angka 454 bungkus takjil adalah simbol kerja keras kolektif.
"Sumber dana yang didapat untuk pembagian takjil ini berasal dari berbagai donatur. Jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 454 bungkus. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penjabaran dari visi sekolah melalui misi sekolah yakni diharapkan anak didik memiliki rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Kami ingin setiap paket yang diterima warga menjadi pesan bahwa siswa kami dididik untuk menjadi tangan di atas," jelas Triswoyo.
Keberhasilan acara tersebut juga tidak lepas dari peran para alumni yang masih menaruh perhatian besar pada almamaternya. Kak Suhirno, yang merupakan Andalan Pramuka Peduli Kwarran Cilongok sekaligus menjabat sebagai Ketua Alumni SDN 2 Jatisaba, menyoroti betapa langkanya sekolah yang mau berinvestasi waktu untuk kegiatan luar ruang seperti ini.
"Momen ini sangat jarang dimanfaatkan untuk ajang sosialisasi bagi sekolah untuk berbagi praktik baik. Sebagai alumni, saya bangga melihat almamater saya mampu berkolaborasi dengan Pramuka Peduli. Ini adalah langkah cerdas untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa sekolah ini hidup dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, bukan sekadar menuntut ilmu di dalam ruangan," kata Suhirno.
Ketua Komite Sekolah, Bapak Trimoyo, turut memberikan pandangannya mengenai dampak internal dari kegiatan ini terhadap loyalitas wali murid. Ia melihat adanya korelasi positif antara kinerja manajemen sekolah dengan tingkat partisipasi orang tua siswa.
"Dengan antusias di luar dugaan panitia ini membuktikan bahwa bentuk rasa kepedulian warga sekolah terhadap sesama semakin meningkat. Hal ini jelas baik secara langsung maupun tidak langsung kinerja sekolah mempengaruhi tingkat kepedulian warga sekolah terhadap semua kegiatan di sekolah. Jika sekolahnya aktif dan transparan, maka orang tua pun tidak akan ragu untuk menyokong penuh, baik secara materiil maupun tenaga," pungkas Trimoyo.
Dari sudut pandang organisasi kepramukaan di tingkat kecamatan, kolaborasi ini dianggap sebagai sebuah prestasi yang patut dicontoh. Kak Tasiwan, selaku Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Waka Abdimas) Kwarran Cilongok, menyambut hangat inisiatif yang lahir dari level pangkalan.
"Kolaborasi yang dilaksanakan oleh SD Negeri 2 Jatisaba melalui kegiatan pembagian takjil ini kami sambut baik dan mendukung sepenuhnya dari Pramuka Peduli Kwarran Cilongok. Kegiatan ini merupakan salah satu program kegiatan Kwarran Cilongok melalui Pramuka Peduli akan tetapi kegiatan ini diinisiasi oleh Gugus depan Pangkalan SD Negeri 2 Jatisaba, yang diharapkan ke depannya bisa berkembang di Gugus Depan yang lain di wilayah Kwarran Cilongok," tegas Tasiwan.
Aksi yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa tersebut ditutup dengan evaluasi singkat di halaman sekolah. Keberhasilan SDN 2 Jatisaba dalam mengorkestrasi berbagai elemen masyarakat—dari siswa hingga institusi Pramuka—menjadi bukti otentik bahwa di tahun 2026, kolaborasi fisik dan kepedulian nyata masih menjadi mata uang paling berharga dalam membangun peradaban pendidikan yang humanis di wilayah Cilongok.

.jpg)
Posting Komentar