AL-QUR’AN SEBAGAI KOMPAS HIDUP: MALAM KHIDMAT SANTRI AL IJTIHAD YANG MENYALA DALAM SEMANGAT IQRA




KEMRANJEN - Kegiatan santri di PPMTQ Al Ijtihad Sirau, Kemranjen, Banyumas, pada Selasa malam (5/5/2025) berlangsung penuh khusyuk dan semangat, saat para peserta mendapatkan motivasi mendalam tentang pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dari Ustadz Dian Purnama.


Dalam suasana malam yang tenang di lingkungan pesantren yang beralamat di Desa Sirau, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para santri yang menyimak setiap materi dengan penuh perhatian, seolah menyerap setiap makna yang disampaikan sebagai bekal perjalanan hidup mereka.


“Al-Qur’an itu ibarat Google Maps dalam kehidupan,” ujar Ustadz Dian Purnama di hadapan para santri, menegaskan pentingnya memahami petunjuk agar tidak tersesat dalam menentukan arah hidup.


Ia menjelaskan bahwa sebagaimana seseorang membutuhkan panduan yang jelas untuk mencapai tujuan perjalanan, manusia juga memerlukan pedoman hidup yang pasti, dan Al-Qur’an hadir sebagai penunjuk arah yang tidak pernah keliru bagi siapa pun yang mau membacanya dengan sungguh-sungguh.


“Kalau kita tidak membaca petunjuknya, perjalanan hidup bisa berputar-putar dan tidak jelas arahnya,” lanjutnya, menggambarkan risiko kehidupan tanpa pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.


Lebih jauh, ia mengaitkan pentingnya membaca dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu perintah “Iqra” yang berarti bacalah, sebagai landasan utama budaya literasi dalam Islam.


“Iqra bukan sekadar membaca teks, tapi membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri,” tegasnya, mengajak santri untuk memahami makna membaca secara luas dan mendalam.


Para santri tampak serius mengikuti setiap penjelasan, bahkan beberapa di antaranya mencatat poin-poin penting sebagai bentuk kesungguhan dalam memahami materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Ustadz Dian juga mendorong para santri untuk memiliki target membaca Al-Qur’an secara konsisten, bahkan hingga mencapai satu juz dalam sehari sebagai bentuk kedisiplinan spiritual yang dapat membentuk karakter kuat.


“Kalau kita dekat dengan Al-Qur’an, hidup kita akan lebih terarah, lebih tenang, dan insyaAllah selamat dunia akhirat,” ungkapnya dengan penuh keyakinan di hadapan para peserta.


Kegiatan ditutup dengan doa penuh harap agar para santri menjadi bagian dari ahlullah golongan yang dekat dengan Allah melalui Al-Qur’an—serta mampu menghafal, memahami, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menuju masa depan yang selamat.


Kontributot: Armiyati

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama