Kegiatan FLS3N tingkat Kecamatan Lumbir dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh sekolah dasar di wilayah Kecamatan Lumbir yang berjumlah 34 SD. Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari menyanyi solo, seni tari, pantomim, mendongeng, seni kriya, menulis cerita, hingga menggambar bercerita. Kompetisi tersebut merupakan agenda tahunan berjenjang yang dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan sastra.
Sejak pagi hari, suasana kegiatan tampak ramai dan penuh semangat. Para peserta datang dengan membawa hasil karya terbaik mereka masing-masing. Di setiap sudut lokasi perlombaan terlihat siswa didampingi guru dan orang tua mempersiapkan penampilan maupun karya yang akan dipresentasikan di hadapan dewan juri. Antusiasme peserta tidak hanya terlihat dari jumlah sekolah yang ikut berpartisipasi, tetapi juga dari kualitas karya yang ditampilkan dalam setiap cabang perlombaan.
Cabang Seni Kriya menjadi salah satu lomba yang paling menarik perhatian. Beragam karya berbahan dasar alam dipamerkan dengan kreativitas tinggi. Namun di antara berbagai karya tersebut, miniatur lokomotif kereta api dari bambu milik Wisnu Zakaria, siswa SDN 4 Cingebul, berhasil mencuri perhatian dewan juri. Karya tersebut dinilai memiliki tingkat detail yang sangat baik, kerapian tinggi, serta konsep yang unik dan inovatif dibandingkan karya lainnya.
Miniatur lokomotif yang dibuat Wisnu tidak hanya menampilkan bentuk kereta api secara utuh, tetapi juga memperlihatkan detail roda, badan lokomotif, hingga bagian gerbong yang dibuat dengan ketelitian tinggi menggunakan bahan utama bambu. Pemanfaatan bahan alam tersebut sekaligus menunjukkan kreativitas siswa dalam mengolah potensi lingkungan sekitar menjadi karya bernilai seni tinggi.
Keberhasilan Wisnu meraih juara pertama cabang Seni Kriya menjadi momen membanggakan bagi SDN 4 Cingebul. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa kreativitas siswa di daerah mampu bersaing dan tampil unggul dalam kompetisi seni tingkat kecamatan. Selain itu, kemenangan ini juga menjadi tiket bagi Wisnu untuk mewakili Kecamatan Lumbir pada FLS3N tingkat Kabupaten Banyumas yang akan digelar beberapa hari mendatang.
Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu bukan hanya hasil kerja keras peserta didik semata, melainkan buah dari kolaborasi berbagai pihak yang mendukung proses pembinaan di sekolah.
“Ini tentu menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi sekolah kami. Semoga nanti di tingkat kabupaten Wisnu bisa kembali memberikan hasil terbaik. Prestasi ini diraih melalui kolaborasi yang baik antara sekolah, guru, keluarga, dan masyarakat sekitar yang selalu memberikan dukungan,” ujar Suripto.
Baca juga:
Ia juga menambahkan bahwa sekolah akan terus mendorong siswa untuk mengembangkan potensi nonakademik sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kreativitas peserta didik. Menurutnya, ajang seperti FLS3N sangat penting untuk membangun rasa percaya diri anak sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk berkarya.
Sementara itu, Wisnu Zakaria mengaku tidak menyangka dirinya mampu menjadi juara pertama dalam lomba tersebut. Dengan wajah penuh bahagia, ia mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih setelah melalui proses pembuatan karya yang cukup panjang dan penuh ketelitian.
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapat juara satu. Saya benar-benar tidak menduga sebelumnya. Waktu membuat karya ini saya berusaha semaksimal mungkin supaya hasilnya rapi dan bagus,” kata Wisnu.
Ia mengaku menyukai kegiatan membuat kerajinan sejak kecil dan sering memanfaatkan bambu maupun bahan bekas di sekitar rumah untuk dijadikan berbagai bentuk miniatur. Dukungan dari guru dan keluarga membuatnya semakin percaya diri mengikuti lomba hingga akhirnya berhasil meraih prestasi terbaik.
“Nomor undi sembilan kami tetapkan sebagai juara pertama karena bentuk lokomotif yang dibuat sangat detail dan tingkat kerapihannya luar biasa. Pemanfaatan bambu sebagai bahan utama juga menjadi nilai tambah tersendiri. Semoga nanti mampu bersaing kembali di tingkat kabupaten,” jelas Ani Rohayaniah.
Menurutnya, kualitas karya peserta FLS3N tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan seni di sekolah dasar semakin berkembang dan mendapat perhatian serius dari para guru maupun sekolah.
Ajang FLS3N sendiri bukan sekadar kompetisi mencari juara, melainkan menjadi sarana penting dalam membangun kreativitas, karakter, dan keberanian siswa untuk tampil menunjukkan potensi terbaik mereka. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kerja keras, proses berkarya, sportivitas, serta menghargai hasil karya orang lain.
Keberhasilan SDN 4 Cingebul di cabang Seni Kriya menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan kreativitas siswa melalui berbagai media dan potensi lokal yang ada di lingkungan sekitar. Bambu yang selama ini dianggap bahan sederhana berhasil disulap menjadi karya bernilai seni tinggi yang mampu mengantarkan seorang siswa meraih prestasi.
Kini, harapan besar tertuju pada Wisnu Zakaria yang akan melanjutkan perjuangannya di tingkat Kabupaten Banyumas. Dukungan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan agar ia kembali menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Kecamatan Lumbir di ajang FLS3N tingkat berikutnya.
Kontributor: Ade Saputro
Editor: Suripto
.jpeg)
.jpeg)
إرسال تعليق