Semarak Estetika di Bumi Lumbir: Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Resmi Dibuka, Jaring Talenta Emas dari 34 Sekolah Dasar


LUMBIR, INFO BANYUMAS – Komplek Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lumbir mendadak riuh oleh antusiasme ratusan siswa dan pendidik pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Momentum ini menandai dimulainya perhelatan akbar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Lumbir, sebuah ajang prestisius yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari 34 Sekolah Dasar di seluruh wilayah binaan Korwilcam Dindik Lumbir. Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di bawah langit cerah ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi tonggak awal bagi para tunas muda untuk menunjukkan dedikasi mereka dalam melestarikan budaya dan mengasah kreativitas di bidang seni.


Bertindak sebagai Pembina Apel dalam upacara pembukaan tersebut, Iwan Bayu Bimantoro, S.Pd., yang merupakan Pengawas SD Korwilcam Dindik Lumbir, memberikan orasi yang membakar semangat para peserta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dibentuk di dalam ruang kelas melalui deretan angka dan rumus, namun juga melalui olah rasa dan ekspresi seni. Kehadiran beliau sebagai pembina apel menegaskan dukungan penuh otoritas pendidikan setempat terhadap pengembangan minat dan bakat non-akademik siswa di wilayah Lumbir.


Informasi mendalam mengenai teknis pelaksanaan kegiatan ini disampaikan oleh Sugino, S.Pd., selaku Ketua Panitia Pelaksana. Dalam laporan pertanggungjawabannya, Sugino menyebutkan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh satuan pendidikan dasar di Kecamatan Lumbir, yang berjumlah 34 sekolah. Beliau memaparkan bahwa setiap sekolah telah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk berkompetisi secara sehat dalam tujuh cabang lomba yang disediakan. Panitia juga menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana di komplek SDN 1 Lumbir telah disiapkan secara optimal untuk menunjang performa para peserta agar dapat tampil dengan maksimal tanpa kendala teknis yang berarti.


Lebih lanjut, Sugino menjelaskan mengenai ragam kompetisi yang menjadi fokus utama dalam perhelatan tahun ini. Terdapat tujuh mata lomba yang dipertandingkan, yakni Menyanyi Tunggal, Kriya, Menggambar Bercerita, Pantomim, Menulis Cerita, Tari, hingga Mendongeng. Beliau menguraikan bahwa variasi lomba ini sengaja dipertahankan untuk mencakup seluruh aspek kecerdasan kinestetik, visual, dan linguistik siswa. Menurutnya, pemilihan lokasi di SDN 1 Lumbir didasarkan pada aksesibilitas dan fasilitas panggung yang representatif untuk menampung bakat-bakat seni yang beragam tersebut.


Dalam sebuah wawancara eksklusif di sela-sela kegiatan, Iwan Bayu Bimantoro, S.Pd., menyampaikan pandangan mendalamnya mengenai esensi dari FLS3N ini bagi masa depan siswa. Beliau menyatakan "Hari ini kita menyaksikan bahwa Kecamatan Lumbir tidak pernah kekurangan stok talenta hebat. FLS3N bukan sekadar ajang mencari juara untuk dikirim ke tingkat kabupaten, melainkan sebuah laboratorium mental. Di sini, anak-anak belajar tentang keberanian tampil di depan publik, belajar menghargai estetika, dan yang terpenting adalah belajar tentang sportivitas. Saya berharap, melalui ajang ini, para siswa dapat menyadari bahwa kecerdasan mereka itu majemuk. Seni adalah bahasa universal yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih peka terhadap kemanusiaan dan kebudayaan di masa depan."


Senada dengan hal tersebut, Sugino, S.Pd., selaku penggerak di balik layar kepanitiaan, memberikan keterangan tambahan mengenai harapannya terhadap objektivitas penilaian dan keberlanjutan pembinaan pasca-lomba. Beliau berujar "Persiapan yang dilakukan oleh ke-34 SD di Lumbir ini luar biasa. Kami dari jajaran kepanitiaan berkomitmen penuh untuk menjaga integritas kompetisi. Tim juri yang kami tunjuk adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing agar hasil yang didapat benar-benar murni berdasarkan kualitas karya dan performa. Kami berpesan kepada para siswa, menang atau kalah adalah hal biasa, namun pengalaman berdiri di atas panggung FLS3N hari ini adalah kemenangan pribadi yang tidak akan terlupakan. Mari kita jadikan SDN 1 Lumbir ini sebagai saksi lahirnya bintang-bintang baru dari Lumbir."

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari Selasa ini diprediksi akan menyedot perhatian warga sekitar dan komunitas pendidikan di Banyumas. Dengan semangat "Merdeka Berprestasi, Talenta Seni Menginspirasi", FLS3N Kecamatan Lumbir 2026 diharapkan mampu menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Hingga berita ini diturunkan, keriuhan di lokasi lomba masih terasa, di mana alunan musik dari cabang menyanyi tunggal dan lenggak-lenggok penari di panggung utama mulai memukau para pasang mata yang hadir.


Keberhasilan penyelenggaraan ini kembali membuktikan bahwa sinergi antara jajaran Korwilcam Dindik Lumbir, para kepala sekolah, guru pembimbing, dan orang tua siswa menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik. Di bawah naungan tema besar transformasi pendidikan, FLS3N menjadi bukti nyata bahwa seni dan kreativitas tetap mendapatkan tempat terhormat di tengah pesatnya perkembangan teknologi zaman sekarang.

Post a Comment

أحدث أقدم