Asah Bakat dan Mental: Tim Monitoring Korwilcam Dindik Wangon Intensifkan Pemantapan Kontingen FLS3N Menuju Level Kabupaten


WANGON, INFO BANYUMAS – Menjelang perhelatan bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Banyumas yang kian dekat, jajaran Tim Monitoring Korwilcam Dinas Pendidikan (Dindik) Wangon mulai bergerak masif melakukan supervisi ke sejumlah satuan pendidikan. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan mental, teknik, dan administratif para peserta yang akan bertarung membawa nama baik kecamatan pada Selasa, 12 Mei 2026 mendatang.


Pada Selasa (5/5), Tim Monitoring memusatkan perhatian di SD Negeri 1 Ciarus, salah satu pangkalan pendidikan yang menjadi tumpuan harapan di cabang lomba mendongeng. Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan formalitas, melainkan bentuk pendampingan teknis untuk membedah setiap detail penampilan siswa sebelum naik ke panggung sesungguhnya. Fokus utama dari kegiatan tersebut adalah pemantapan akhir serta pemberian motivasi kepada para talenta muda agar mampu bersaing secara kompetitif dan meraih predikat juara di setiap cabang yang diikuti.


Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tim monitoring memberikan catatan strategis terkait progres para peserta. Perwakilan tim monitoring, Eko Yunianto, mengungkapkan bahwa secara umum para peserta didik telah menunjukkan progres yang sangat signifikan. Ia menyebutkan bahwa penguasaan materi dan teknik dasar dalam mendongeng, mulai dari artikulasi hingga ekspresi, sudah berada pada level yang mumpuni.


Menurut Eko, peserta sudah menguasai beberapa aspek krusial dalam perlombaan, sehingga fokus tim saat ini tinggal melakukan pemantapan pada bagian-bagian detail yang sering kali menjadi penentu poin di mata dewan juri. Ia menambahkan bahwa sisa waktu sepekan ini harus dimanfaatkan untuk memperhalus transisi antar-adegan dalam dongeng serta menjaga kestabilan vokal agar tetap prima hingga hari pelaksanaan.


Senada dengan hal tersebut, Mulyani Hanum Lestari, yang juga merupakan anggota tim monitoring, memberikan penekanan pada aspek non-teknis yang sering kali terabaikan oleh para pelatih dan pendamping. Mulyani menegaskan bahwa selain kepercayaan diri yang tinggi dari peserta lomba, pemenuhan persyaratan administratif dan regulasi teknis yang ditetapkan panitia kabupaten harus mutlak dilaksanakan tanpa celah.


Ia menjelaskan bahwa ketidaksiapan dalam aspek regulasi, seperti durasi waktu yang melebihi batas atau penggunaan properti yang tidak sesuai aturan, dapat menggugurkan potensi juara meskipun penampilan siswa sangat memukau. Oleh karena itu, sinkronisasi antara bakat siswa dan kepatuhan terhadap juknis (petunjuk teknis) menjadi prioritas utama dalam pendampingan kali ini.


Pihak sekolah menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan oleh Korwilcam Dindik Wangon. Kepala SD Negeri 1 Ciarus, Irwan Nudin, S.Pd., menyatakan bahwa kehadiran tim monitoring memberikan suntikan semangat baru bagi para siswa dan guru pembimbing. Ia menilai masukan yang diberikan oleh para pakar dari tim monitoring sangat objektif dan membantu sekolah dalam memetakan kekurangan yang masih ada.


Irwan juga menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan tim monitoring agar penampilan delegasi dari sekolahnya mencapai titik maksimal. Pihak sekolah berharap, dengan kolaborasi yang apik antara praktisi di lapangan dan tim pembina dari Korwilcam, target untuk membawa pulang trofi juara bukan lagi sekadar impian, melainkan target realistis yang bisa dicapai.


para pihak terkait yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi di lokasi kegiatan Irwan Nudin, S.Pd. (Kepala SDN 1 Ciarus) "Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim monitoring atas masukan, bimbingan, serta arahan teknis yang telah diberikan kepada anak didik kami. Kehadiran tim hari ini sangat berarti bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan siswa. Kami berharap, melalui bimbingan yang intensif ini, delegasi kami mampu memberikan performa terbaik dan semoga mendapatkan juara di tingkat kabupaten nanti."


"Melihat latihan hari ini, saya cukup optimis. Sebenarnya peserta sudah menguasai beberapa aspek mendasar dengan sangat baik, mulai dari penjiwaan karakter hingga alur cerita. Sekarang tinggal tahap pemantapan saja. Kita poles sedikit lagi di bagian tempo dan dinamika panggung agar penampilan mereka lebih hidup dan memiliki daya pikat yang kuat di depan juri." Ujar Eko Yunianto, S.Pd Tim Monitoring Lomba FLS3N Korwilcam Dindik Wangon.


"Kunci kemenangan di ajang FLS3N bukan hanya soal bakat, tapi juga ketelitian. Saya selalu ingatkan, selain kepercayaan diri dari peserta lomba yang harus terus dipupuk, persyaratan-persyaratan yang lain juga harus mutlak dilaksanakan. Jangan sampai hal-hal teknis seperti ketentuan kostum atau durasi justru merugikan nilai mereka. Kita ingin mereka menang secara paripurna, baik dari segi talenta maupun ketaatan pada aturan lomba." Tambah Mulyani Hanum Lestari


Kegiatan monitoring tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi seluruh perwakilan Korwilcam Dindik Wangon untuk tampil habis-habisan pada 12 Mei mendatang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Wangon optimistis dapat mendominasi podium juara pada ajang FLS3N tahun tersebut.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama