RAWALO - Menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027, PKG PAUD Ceria Rawalo mengambil langkah strategis untuk memperkuat kompetensi profesional guru melalui Pelatihan Penyusunan Best Practice dan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diselenggarakan selama dua hari, 24–25 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti guru-guru PAUD se-Kecamatan Rawalo tersebut menjadi momentum penting untuk membangun budaya belajar, berkarya, dan berinovasi sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi anak usia dini.
Pelatihan berlangsung dalam dua lokasi berbeda dengan materi yang saling melengkapi. Hari pertama dilaksanakan di Aula Korwilcam Dindik Rawalo dengan fokus pada penyusunan Best Practice, sedangkan hari kedua bertempat di TK Pertiwi Sidamulih dengan materi implementasi Pembelajaran Mendalam. Rangkaian kegiatan dirancang sebagai bekal praktis bagi para guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang, sekaligus mempersiapkan pembelajaran yang lebih berkualitas pada tahun ajaran baru.
Penilik PAUD Korwilcam Dindik Rawalo, Yudi Hartini, S.E., yang membuka kegiatan secara resmi, mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, seorang guru profesional tidak cukup hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga harus mampu mendokumentasikan pengalaman terbaiknya menjadi karya yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan. “Guru hebat bukan hanya mampu melaksanakan pembelajaran yang baik, tetapi juga mampu mendokumentasikan pengalaman terbaiknya menjadi sebuah karya yang dapat menginspirasi guru lain. Saya berharap melalui pelatihan ini akan lahir banyak karya Best Practice yang berkualitas dan membanggakan Rawalo,” ungkapnya.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi penyusunan Best Practice yang disampaikan oleh Rini Mei Hastuti, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa praktik baik yang dilakukan guru di kelas memiliki nilai yang sangat penting apabila didokumentasikan secara sistematis. Melalui penulisan yang tepat, pengalaman mengajar tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi guru lain dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Materi disampaikan secara bertahap mulai dari cara menemukan praktik baik, mengidentifikasi permasalahan pembelajaran, merumuskan solusi inovatif, hingga teknik menyusun laporan Best Practice sesuai kaidah penulisan ilmiah. Para peserta juga dibimbing menyusun kerangka karya berdasarkan pengalaman nyata di kelas sehingga setiap guru memiliki kesempatan untuk menghasilkan tulisan yang autentik, aplikatif, dan memiliki nilai kebermanfaatan tinggi bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Setiap guru memiliki pengalaman berharga yang layak dibagikan. Ketika pengalaman tersebut ditulis dengan baik, maka praktik sederhana di kelas dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karena itu, jangan pernah ragu untuk berkarya dari apa yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” jelas Rini Mei Hastuti di hadapan para peserta.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut di TK Pertiwi Sidamulih dengan materi Implementasi Pembelajaran Mendalam yang disampaikan oleh Tarti, S.Pd. AUD. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami paradigma pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subjek utama proses belajar. Pendekatan Deep Learning dipaparkan sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan kontekstual sesuai kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Melalui berbagai contoh praktik, peserta mempelajari penyusunan tujuan pembelajaran yang bermakna, perancangan aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, hingga penguatan karakter anak melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya menerima teori, para guru juga menyusun rancangan pembelajaran mendalam yang siap diterapkan pada Tahun Pelajaran 2026/2027 sehingga hasil pelatihan dapat langsung diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing.
“Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang membuat anak mengalami, mengeksplorasi, bertanya, mencoba, dan menemukan sendiri makna dari setiap pengalaman belajarnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan lingkungan belajar yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, sekaligus karakter positif anak sejak usia dini,” terang Tarti saat menyampaikan materi.
Di tengah berlangsungnya pelatihan, Koordinator Korwilcam Dindik Rawalo, Dwi Kristianto, S.Pd.SD., hadir memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengapresiasi semangat belajar para guru yang terus berupaya meningkatkan kompetensi di tengah perubahan kebijakan pendidikan. Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung terhadap kualitas peserta didik. Antusiasme peserta selama dua hari pelatihan terlihat dari aktifnya diskusi, berbagi pengalaman, praktik penyusunan karya, hingga kolaborasi dalam menyusun rancangan pembelajaran. Sebagai tindak lanjut, setiap peserta diberikan tugas menyusun karya Best Practice yang akan diikutsertakan dalam ajang perlombaan, sekaligus menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam sebagai persiapan implementasi pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Melalui langkah tersebut, PKG PAUD Ceria Rawalo berharap semakin banyak lahir guru-guru inspiratif yang tidak hanya piawai mengajar, tetapi juga mampu berkarya, berbagi praktik terbaik, dan menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, serta menyenangkan bagi setiap anak. Sebab, dari ruang belajar guru yang terus bertumbuh, akan lahir generasi masa depan yang lebih cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kontributor: Tartidani
إرسال تعليق