Adu Ketangkasan di Kendalisada! 368 Pembina dari 27 Kwarran Banyumas Tunjukkan Kompetensi di SSC 2026

 


BANYUMAS - Sebanyak 368 peserta dari 27 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Banyumas ambil bagian dalam Scouting Skills Competition (SSC) Kwartir Cabang Banyumas yang digelar di Bumi Perkemahan Kendalisada, Sabtu (22/8/2026). Kompetisi yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (23/8/2026) tersebut menjadi arena adu ketangkasan sekaligus ruang peningkatan kompetensi para pembina Pramuka. Kehadiran ratusan peserta menunjukkan tingginya antusiasme anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman. Lebih dari sekadar perlombaan, SSC 2026 diarahkan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antarpembina dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.


Pelaksanaan SSC 2026 mempertemukan para pembina dari seluruh Kwarran yang berada di bawah Kwarcab Banyumas dalam satu kegiatan bersama. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan kompetitif yang menjadi wadah untuk menguji kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman kepramukaan. Pertemuan tersebut juga menciptakan kesempatan bagi para pembina untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mengenal praktik pembinaan yang diterapkan di pangkalan masing-masing. Dengan jumlah peserta yang mencapai 368 orang, kegiatan di Kendalisada menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan kapasitas anggota dewasa Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas.


Waka Binawasa Kwarcab Banyumas, Kak Sarno, menjelaskan bahwa penyelenggaraan SSC memiliki tujuan utama meningkatkan kompetensi para pembina sekaligus mempererat hubungan antarpembina se-Kwarcab Banyumas. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena pembina tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga ruang untuk belajar dari pengalaman pembina lainnya.


  “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan saya, sepulang dari sini para pembina dapat menularkan ilmu yang didapat kepada pembina dan andik di pangkalan masing-masing,” ungkap Kak Sarno. 


Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa manfaat SSC diharapkan tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta perlu dibawa kembali ke pangkalan untuk memperkuat proses pembinaan anggota Pramuka.


Menurut Kak Sarno, peningkatan kompetensi pembina pada akhirnya memiliki hubungan erat dengan kualitas pembinaan peserta didik. Para pembina merupakan bagian penting dalam proses pendidikan kepramukaan karena berinteraksi langsung dengan anggota Pramuka di gugus depan. Karena itu, kesempatan mengikuti kegiatan seperti SSC dapat menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, dan mendapatkan inspirasi baru. Selain kompetensi, aspek silaturahmi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pertemuan pembina dari 27 Kwarran memungkinkan terbangunnya komunikasi dan kebersamaan yang lebih kuat sehingga pengalaman maupun gagasan positif dapat saling dipertukarkan. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat Gerakan Pramuka Banyumas secara keseluruhan.


Sementara itu, Kak Didit selaku Ketua Panitia SSC 2026 mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Tingginya partisipasi tersebut menjadi indikator antusiasme para pembina untuk terlibat dalam kegiatan peningkatan kapasitas sekaligus kompetisi kepramukaan. 


“Alhamdulillah, dari 27 Kwarran yang ada di wilayah Kwarcab Banyumas sebanyak 368 peserta mengikuti SSC ini,” tutur Kak Didit. 


Jumlah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa SSC mendapatkan respons positif dari kwartir ranting yang berada di wilayah Banyumas. Kehadiran peserta dalam jumlah besar membuat suasana Bumi Perkemahan Kendalisada semakin hidup dengan aktivitas dan semangat para pembina yang datang membawa nama kwartir masing-masing.


Peningkatan jumlah peserta juga memberikan warna tersendiri bagi pelaksanaan SSC 2026. Para pembina tidak hanya hadir untuk menunjukkan kemampuan terbaik, tetapi juga membawa semangat untuk belajar dan membangun persaudaraan. Kompetisi menjadi bagian dari proses untuk menguji kesiapan, ketangkasan, dan keterampilan yang dimiliki peserta. Di sisi lain, interaksi selama kegiatan membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman yang dapat memperkaya pola pembinaan di setiap pangkalan. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari SSC bukan hanya munculnya peserta terbaik sebagai juara, tetapi juga meningkatnya kualitas pembina setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semangat kompetisi dan semangat belajar berjalan beriringan dalam satu arena yang sama.


Berlangsungnya SSC 2026 di Kendalisada menjadi penanda kuat bahwa peningkatan kompetensi pembina terus mendapatkan perhatian dalam Gerakan Pramuka Kwarcab Banyumas. Sebanyak 368 peserta dari 27 Kwarran telah mengambil bagian dalam sebuah proses yang menggabungkan ketangkasan, kompetisi, pembelajaran, dan silaturahmi. Setelah kegiatan berakhir, tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada pembina lain dan peserta didik di pangkalan masing-masing. Sebab, nilai terbesar dari sebuah kompetisi bukan hanya ketika peserta berhasil meraih kemenangan, tetapi ketika ilmu dan pengalaman yang diperoleh mampu memberikan manfaat lebih luas. Dari Kendalisada, semangat itu diharapkan terus bergerak: pembina semakin kompeten, Pramuka semakin tangguh, dan pembinaan generasi muda Banyumas semakin berkualitas.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama