KEDUNGBANTENG - Semangat juang dan tekad memberikan penampilan terbaik mengiringi pelepasan kontingen Scouting Skills Competition (SSC) 2026 Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng menuju ajang tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas. Sebanyak 16 pembina, terdiri atas 8 pembina putra dan 8 pembina putri, resmi dilepas pada Jumat (21/8/2026) di Aula Kecamatan Kedungbanteng. Pelepasan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat kekompakan, serta meneguhkan semangat berkompetisi para pembina sebelum menghadapi peserta dari kwartir ranting lain se-Kabupaten Banyumas. SSC Kwarcab Banyumas sendiri dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Kendalisada, dengan mempertemukan para pembina dalam kompetisi yang sekaligus menjadi ruang peningkatan keterampilan, wawasan, kreativitas, dan profesionalitas dalam membina peserta didik.
Keikutsertaan kontingen Kedungbanteng tidak semata-mata dipandang sebagai upaya mengejar gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para pembina untuk menguji kemampuan yang telah dipersiapkan sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi tantangan pembinaan kepramukaan yang terus berkembang. Dalam kegiatan pelepasan, jajaran pimpinan memberikan motivasi agar seluruh kontingen tampil percaya diri, menjaga disiplin, serta mengedepankan sportivitas. Para peserta juga diingatkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi akan memiliki nilai penting ketika dibawa kembali ke gugus depan masing-masing. Dengan demikian, SSC diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat, tetapi menghasilkan pengalaman yang dapat memperkaya kualitas pembinaan Pramuka di wilayah Kedungbanteng.
Waka Binawasa Kwarran Kedungbanteng yang diwakili Sekretaris Bidang, Kak Susi Lestari, S.Pd., menekankan bahwa keikutsertaan dalam SSC merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi para pembina yang telah ditunjuk mewakili Kwarran Kedungbanteng. Ia meminta seluruh kontingen mengandalkan kemampuan yang telah dipersiapkan dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan kompetisi. Menurutnya, kesiapan mental harus berjalan beriringan dengan keterampilan teknis agar peserta mampu memberikan performa maksimal selama perlombaan.
“Berangkatlah dengan keyakinan bahwa kita sudah melakukan persiapan. Tampilkan kemampuan terbaik, tetap kompak, disiplin, dan jangan mudah menyerah. Menang itu penting, tetapi pengalaman dan proses belajar dalam kompetisi juga jauh lebih berharga,” pesan Kak Susi kepada seluruh kontingen.
Semangat serupa disampaikan Ka Kwarran Kedungbanteng, Kak Supriyati, S.Pd. Ia menegaskan bahwa 16 pembina yang berangkat ke SSC tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama besar Kwarran Kedungbanteng. Karena itu, seluruh peserta diminta menjaga sikap, kekompakan, sportivitas, serta nilai-nilai kepramukaan sepanjang kegiatan. Bagi Kak Supriyati, kompetisi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas pembina Kedungbanteng dalam berkompetisi sekaligus belajar dari pengalaman.
“Jaga semangat, jaga kekompakan, dan tampilkan karakter Pramuka yang sesungguhnya. Kita berangkat bukan hanya untuk berlomba, tetapi untuk membuktikan bahwa pembina Kwarran Kedungbanteng mampu bersaing, belajar, dan memberikan yang terbaik. Semoga pulang membawa prestasi dan pengalaman yang bisa ditularkan kepada pembina lainnya,” tutur Kak Supriyati.
Dukungan penuh juga diberikan Camat Kedungbanteng selaku Mabiran, Kak Didit Hermawan, S.Sos. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pembina yang bersedia mengemban amanah sebagai wakil Kwarran Kedungbanteng dalam SSC Kwarcab Banyumas. Menurutnya, peningkatan kapasitas pembina merupakan bagian penting dalam membangun kualitas Gerakan Pramuka karena pembina berada di garis depan dalam mendampingi peserta didik. Pembina yang memiliki keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, dan wawasan yang baik akan lebih siap membentuk generasi Pramuka yang tangguh, mandiri, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik. Jangan takut bersaing. Tunjukkan bahwa pembina Pramuka Kedungbanteng memiliki semangat, kreativitas, kedisiplinan, dan kekompakan. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah sudah berjuang secara maksimal dan menjaga nama baik Kedungbanteng,” ujar Kak Didit.
Bekal motivasi tersebut menjadi energi bagi kontingen Kedungbanteng untuk menghadapi SSC 2026 di Bumi Perkemahan Kendalisada. Para pembina tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga membawa misi untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas pengalaman. Kompetisi keterampilan pembina memiliki arti strategis karena hasil pembelajaran selama kegiatan dapat diterapkan kembali dalam proses pembinaan di gugus depan. Pengetahuan mengenai keterampilan kepramukaan, kreativitas dalam kegiatan, serta pengalaman menghadapi kompetisi diharapkan dapat dibagikan kepada pembina lainnya. Dengan pola berbagi pengalaman tersebut, keikutsertaan Kedungbanteng di SSC diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan pembinaan Pramuka di wilayah tersebut.
Pada akhirnya, pelepasan kontingen SSC 2026 menjadi penanda dimulainya perjuangan 16 pembina Kedungbanteng di tingkat Kwarcab Banyumas. Dengan bekal persiapan, doa, dukungan pimpinan, kekompakan, dan semangat pantang menyerah, mereka berangkat membawa harapan untuk memberikan penampilan terbaik. Juara memang menjadi target, tetapi kemenangan sejati juga terletak pada keberanian untuk tampil, kesediaan belajar, sportivitas dalam berkompetisi, serta kemampuan membawa pulang pengalaman untuk dibagikan kepada generasi berikutnya. SSC 2026 pun menjadi panggung bagi para pembina Kedungbanteng untuk membuktikan bahwa semangat kepramukaan tidak hanya hidup dalam kegiatan peserta didik, tetapi juga tumbuh kuat melalui anggota dewasa yang terus belajar, berlatih, berinovasi, dan siap mengabdi. Dari Kedungbanteng menuju Kendalisada, satu tekad mereka: tampil percaya diri, bertanding dengan hati, dan pulang membawa prestasi serta inspirasi.
Kontributor: HUMASTIKA Kwarran Kedungbanteng 2026
Posting Komentar