Dari Arena Tapak Suci Lahir Generasi Tangguh, PPMTQ Al-Ijtihad Sirau Tempa Santri Berakhlak dan Siap Berdakwah

 



BANYUMAS - Semangat, disiplin, dan lantunan doa menjadi pemandangan yang selalu mengawali setiap latihan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di PPMTQ Al-Ijtihad Sirau. Setiap Kamis sore, halaman MI Muhammadiyah Sirau 1 berubah menjadi arena pembentukan karakter ketika para santri mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang tidak hanya melatih kemampuan bela diri, tetapi juga membangun mental, akhlak, serta jiwa kepemimpinan. Melalui pembinaan yang terarah, PPMTQ Al-Ijtihad Sirau terus menunjukkan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang tangguh, berprestasi, dan siap mengemban dakwah di tengah masyarakat.


Sebelum latihan dimulai, seluruh santri berkumpul membentuk barisan dengan rapi untuk memanjatkan doa bersama. Tradisi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas di lingkungan pondok sebagai bentuk penanaman nilai-nilai Islami sejak dini. Seusai berdoa, para santri mengikuti sesi pemanasan, latihan dasar, hingga berbagai teknik Tapak Suci di bawah arahan Coach Zidan Nasir Muannas. Suasana latihan berlangsung penuh semangat, disertai kekompakan dan kedisiplinan yang tampak melekat pada setiap gerakan para santri.


"Setiap latihan selalu kami awali dengan doa agar ilmu yang dipelajari menjadi keberkahan. Tapak Suci bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk hati, akhlak, dan karakter santri agar memiliki keberanian, kedisiplinan, serta mampu mengendalikan diri dalam setiap keadaan," ujar Coach Zidan Nasir Muannas saat memberikan motivasi kepada para peserta latihan.


Ekstrakurikuler Tapak Suci di PPMTQ Al-Ijtihad Sirau dirancang sebagai media pembinaan karakter yang menyeluruh. Selain mengajarkan teknik bela diri, para santri dibimbing untuk memiliki sikap sportif, tanggung jawab, ketangguhan, serta kemampuan bekerja sama dengan sesama. Nilai-nilai luhur Tapak Suci yang berpijak pada ajaran Islam juga menjadi fondasi dalam membentuk kader Persyarikatan Muhammadiyah yang berakhlak mulia dan siap mengamalkan dakwah amar makruf nahi mungkar di mana pun mereka berada.


"Tujuan utama kegiatan ini bukan menciptakan anak yang pandai berkelahi, melainkan membentuk pribadi yang kuat, santun, berani membela kebenaran, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kekuatan sejati seorang pendekar terletak pada akhlaknya," tegas Coach Zidan Nasir Muannas.


Pembinaan karakter di PPMTQ Al-Ijtihad Sirau tidak berhenti pada kegiatan Tapak Suci semata. Selama menjalani pendidikan di pondok, para santri memperoleh pembelajaran agama melalui kajian kitab, tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, serta berbagai aktivitas yang berlangsung selama 24 jam di bawah pendampingan para ustaz. Sistem pendidikan tersebut memungkinkan proses pembentukan karakter berlangsung secara berkesinambungan sehingga santri tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.


"Di pondok ini kami ingin menghadirkan pendidikan yang utuh. Santri tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, kedisiplinan, serta mental yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim," ungkap salah seorang pengasuh pondok dalam penjelasannya mengenai konsep pendidikan yang diterapkan di PPMTQ Al-Ijtihad Sirau.


Berlokasi di Desa Sirau RT 02 RW 07, PPMTQ Al-Ijtihad Sirau terus mengembangkan pendidikan Islam yang memadukan kekuatan spiritual, intelektual, dan keterampilan praktis. Berbagai program unggulan disusun agar setiap santri mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya sesuai bakat dan minat masing-masing. Kehadiran kegiatan Tapak Suci menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan, PPMTQ Al-Ijtihad Sirau berharap mampu melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur'an dan ilmu agama, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kepemimpinan, kedisiplinan, serta keberanian untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dari setiap doa yang dipanjatkan, setiap langkah latihan yang dijalani, dan setiap nilai akhlak yang ditanamkan, pondok ini sedang mempersiapkan lahirnya kader-kader Islam yang siap berdakwah, memberi manfaat bagi umat, serta membawa keberkahan bagi bangsa dan negara.


Kontributor: Armiyati

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama