Dari Logo hingga Label, KKN Responsif UIN Saizu Dorong UMKM Tumiyang Naik Kelas


PEKUNCEN – Upaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Tumiyang terus dilakukan melalui langkah-langkah kreatif dan sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembuatan logo dan label kemasan yang digagas mahasiswa KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto, Sabtu (8/8/2026), di Rumah Posko Tumiyang RT 04 RW 03, Kecamatan Pekuncen. Kegiatan yang melibatkan Retno Ayu Nurhayati, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), bersama para pelaku UMKM tersebut diarahkan untuk membangun identitas produk yang lebih kuat, menarik, informatif, dan profesional.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan mahasiswa KKN Responsif dalam membantu pelaku UMKM menghadapi kebutuhan pemasaran yang semakin menuntut kreativitas dan daya tarik visual. Logo dipandang bukan sekadar gambar atau simbol, melainkan identitas yang dapat membantu masyarakat mengenali sebuah produk. Sementara itu, label kemasan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun kesan pertama konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Melalui penguatan dua unsur tersebut, produk UMKM Desa Tumiyang diharapkan memiliki ciri khas yang lebih mudah dikenali dan mampu tampil lebih percaya diri ketika dipasarkan kepada masyarakat luas.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu para pelaku UMKM memiliki identitas produk yang lebih jelas dan menarik. Logo dan label bukan hanya untuk mempercantik kemasan, tetapi juga menjadi bagian dari cara sebuah produk memperkenalkan dirinya kepada konsumen,” ujar Retno Ayu Nurhayati, mahasiswa KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui proses pendampingan dan diskusi bersama pelaku UMKM. Mahasiswa menggali kebutuhan serta karakter produk yang akan dikembangkan sebelum menentukan konsep visual yang sesuai. Pendekatan tersebut penting agar logo dan label yang dihasilkan tidak hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter serta identitas usaha yang dimiliki masyarakat Desa Tumiyang. Para pelaku UMKM diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, sehingga proses branding tidak berjalan satu arah, melainkan menjadi hasil kolaborasi antara mahasiswa dan pemilik usaha.


“Kami berusaha menyesuaikan konsep branding dengan karakter masing-masing produk dan kebutuhan pelaku UMKM. Harapannya, mereka tidak hanya menerima hasil desain, tetapi juga memahami bahwa identitas visual merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen,” jelas Retno.


Penguatan branding melalui logo dan label kemasan dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi perkembangan UMKM. Produk dengan identitas yang konsisten akan lebih mudah dikenali ketika dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital. Kemasan yang informatif juga dapat membantu konsumen memperoleh gambaran mengenai produk yang dibeli. Di tengah persaingan produk yang semakin beragam, tampilan kemasan menjadi salah satu aspek yang dapat memengaruhi perhatian calon konsumen sebelum mereka memutuskan untuk membeli.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu dan keterampilan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat. Melalui program KKN Responsif, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga berupaya membaca kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Pendampingan UMKM menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan persoalan dan potensi yang berkembang di desa.


“Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh pelaku UMKM. Branding yang baik mudah-mudahan menjadi langkah awal agar produk-produk Desa Tumiyang semakin dikenal, memiliki daya tarik, dan mampu berkembang lebih luas,” ungkap Retno.


Bagi para pelaku UMKM Desa Tumiyang, penguatan identitas produk menjadi bagian penting dalam perjalanan mengembangkan usaha. Logo dan label yang lebih profesional diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha ketika menawarkan produknya kepada konsumen. Lebih jauh, langkah tersebut dapat menjadi pemantik bagi pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi, baik dalam kualitas produk, kemasan, strategi pemasaran, maupun pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.


Kegiatan pembuatan logo dan label kemasan yang berlangsung di Rumah Posko Tumiyang tersebut menjadi contoh bahwa pengembangan UMKM dapat dimulai dari hal-hal sederhana namun strategis. Ketika produk memiliki identitas yang kuat, kemasan yang informatif, serta dipadukan dengan kualitas produk dan pemasaran yang baik, peluang untuk membangun daya saing akan semakin terbuka. Melalui kolaborasi mahasiswa KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto dengan masyarakat, Desa Tumiyang diharapkan mampu terus menumbuhkan UMKM yang kreatif, berkarakter, dan semakin siap melangkah menuju pasar yang lebih luas.


Kontributor: Retno

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama