Jelang Jamran Lumbir 2026, Kwarran Gelar Temu Juri untuk Perkuat Objektivitas dan Transparansi Penilaian


Lumbir, Info Banyumas. Menjelang pelaksanaan Jambore Ranting (Jamran) Lumbir Tahun 2026, Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Lumbir menggelar Temu Juri (TM Juri) di Gedung KPRI Dwija Usaha Lumbir, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh juri sebelum menjalankan tugas penilaian pada pelaksanaan Jamran yang dijadwalkan berlangsung di Desa Cirahab, Rabu (26/8/2026).


Temu juri tersebut diikuti oleh seluruh personel yang dipercaya menjadi juri dalam berbagai mata kegiatan Jamran Lumbir 2026. Selain membahas teknis penilaian, forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memastikan setiap juri memahami mekanisme, indikator, serta batasan penilaian sehingga pelaksanaan lomba dapat berlangsung objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Kegiatan diawali dengan suasana yang lebih cair melalui ice breaking yang dipandu Kak Iguh Widodo. Peserta diajak mengikuti permainan berhitung dan mencari pasangan. Aktivitas tersebut menjadi pembuka sebelum peserta memasuki pembahasan utama sekaligus membangun suasana komunikatif di antara para juri.


Setelah ice breaking, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan penjelasan teknis penjurian. Pembahasan mencakup berbagai aspek yang akan dinilai dalam Jamran, mulai dari pemeriksaan dan penilaian administrasi hingga materi kegiatan yang bersifat praktik, termasuk penilaian dalam kegiatan penjelajahan.


Baca juga:

Penjelasan tersebut diberikan untuk memastikan seluruh juri memiliki pemahaman yang sama terhadap sistem penilaian. Penyamaan persepsi dinilai penting karena setiap materi memiliki karakteristik dan indikator penilaian yang berbeda. Dengan pemahaman yang seragam, potensi perbedaan tafsir dalam memberikan nilai diharapkan dapat diminimalkan.


Ketua Kwarran Lumbir, Ary Kurniawan, menekankan bahwa objektivitas menjadi prinsip utama yang harus dipegang oleh seluruh juri. Menurutnya, tugas juri bukan hanya memberikan angka, tetapi juga menjaga integritas proses penilaian agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.


“Ary Kurniawan menyampaikan bahwa juri harus mampu melakukan penilaian secara objektif. Tingkat akuntabilitas dan kejujuran menjadi fokus utama dalam kegiatan penjurian ini,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ruang rekapitulasi nilai agar tetap steril dari berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi hasil penilaian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas pelaksanaan Jamran Lumbir 2026.


“Ruang rekap nilai diusahakan se-steril mungkin. Selamat menjalankan tugas dengan baik,” pesan Ary kepada seluruh juri yang akan bertugas.


Menurutnya, penilaian dalam kegiatan kepramukaan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Setiap peserta maupun regu yang mengikuti Jamran berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa adanya keberpihakan. Karena itu, para juri diharapkan menjadikan aturan dan indikator penilaian sebagai dasar utama dalam menjalankan tugas.


Sementara itu, Seksi Juri, Pria Santosa, menjelaskan bahwa Temu Juri menjadi bagian penting dalam persiapan teknis menjelang pelaksanaan Jamran. Melalui kegiatan tersebut, para juri diberikan pemahaman secara lebih rinci mengenai materi dan tahapan yang nantinya akan menjadi objek penilaian.


Pembahasan tidak hanya berfokus pada penilaian administrasi, tetapi juga mencakup teknis penilaian kegiatan lapangan. Salah satunya adalah kegiatan penjelajahan yang membutuhkan pemahaman indikator secara lebih detail agar proses penilaian dapat berlangsung konsisten.


“Penjelasan tentang penjurian mulai dari penilaian administrasi sampai pada penilaian kegiatan penjelajahan,” jelas Pria Santosa.



Forum tersebut berlangsung secara komunikatif. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga aktif memberikan masukan, menyampaikan tanggapan, serta mendiskusikan berbagai kemungkinan yang dapat muncul ketika penjurian berlangsung di lapangan.


Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman bersama. Setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi dibahas dalam forum sehingga dapat ditemukan titik temu sebelum kegiatan Jamran dimulai.


Penyamaan persepsi tersebut secara khusus ditujukan untuk menghindari miskonsepsi antara panitia, juri, pembina, dan peserta jambore. Dengan demikian, aturan dan mekanisme yang diterapkan selama kegiatan diharapkan dapat dipahami secara jelas oleh seluruh pihak yang terlibat.


Langkah tersebut juga menjadi bentuk kesiapan Kwarran Lumbir dalam menyelenggarakan Jamran 2026 secara profesional. Pelaksanaan kegiatan tidak hanya membutuhkan kesiapan peserta dan panitia, tetapi juga sistem penilaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.


Jamran Lumbir 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026 di Desa Cirahab. Berbagai materi dan kegiatan kepramukaan akan menjadi bagian dari rangkaian jambore yang diikuti peserta dari pangkalan-pangkalan di wilayah Kwarran Lumbir.


Kehadiran juri yang memahami tugas dan indikator penilaian menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut. Penilaian yang objektif akan memberikan rasa keadilan kepada seluruh peserta sekaligus menjaga marwah kegiatan kepramukaan.


Selain aspek kompetisi, Jamran juga menjadi ruang pendidikan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan karakter. Karena itu, setiap proses yang berlangsung di dalamnya diharapkan tetap mengedepankan nilai pendidikan dan sportivitas.


Temu Juri yang digelar di Gedung KPRI Dwija Usaha Lumbir tersebut akhirnya menjadi salah satu tahapan akhir persiapan sebelum para juri turun langsung ke lokasi kegiatan. Forum berjalan lancar, efektif, dan efisien dengan suasana diskusi yang terbuka.


Melalui koordinasi tersebut, Kwarran Lumbir berupaya memastikan seluruh unsur memiliki pemahaman yang sama sebelum Jamran dimulai. Objektivitas, akuntabilitas, kejujuran, dan transparansi menjadi prinsip yang diharapkan mampu menjaga kualitas pelaksanaan penjurian.


Dengan kesiapan juri yang semakin matang, Jamran Lumbir 2026 di Desa Cirahab diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan kompetisi yang sehat, adil, dan edukatif. Dari meja koordinasi para juri, proses penilaian yang berintegritas diharapkan menjadi bagian penting dalam melahirkan pengalaman jambore yang berkesan bagi seluruh peserta.


Kontributor/ Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama