Lahan Tidur Disulap Jadi Kebun Produktif! Mahasiswa KKN 02 UNUGHA dan Warga Cingebul Praktik Raised Bed



CINGEBUL, BANYUMAS – Lahan di sekitar Musholla Darul Hikmah RT 001 RW 001, Desa Cingebul, Banyumas, yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, mulai disulap menjadi area produktif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri 02 Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap bersama warga setempat menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan raised bed pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Takmir Musholla Darul Hikmah, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Barokah, serta masyarakat sekitar dengan semangat gotong royong yang begitu terasa.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi lahan di lingkungan sekitar sebagai sumber manfaat yang dapat dikembangkan secara sederhana dan berkelanjutan. Raised bed dipilih sebagai metode budidaya karena relatif mudah diterapkan, tidak membutuhkan teknologi rumit, sekaligus memungkinkan masyarakat menata lahan secara lebih efektif untuk kegiatan bercocok tanam.


Koordinator KKN Mandiri 02 UNUGHA, Latifah Nurul Aini, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar praktik membuat bedengan, tetapi menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal. Ia berharap hasil kegiatan dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga sekitar musholla. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang produktif,” ujar Latifah Nurul Aini.


Dalam praktiknya, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pemahaman mengenai konsep raised bed kepada masyarakat. Metode tersebut dilakukan dengan membuat bedengan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya. Selain membuat area tanam lebih tertata, metode ini juga dinilai dapat membantu pengelolaan air dan media tanam sehingga proses pemeliharaan tanaman menjadi lebih mudah.


Antusiasme warga terlihat ketika mahasiswa KKN bersama masyarakat mulai membersihkan lokasi. Rumput, gulma, batu, serta berbagai benda yang dapat menghambat proses pembuatan bedengan disingkirkan secara bersama-sama. Setelah lahan bersih, tanah kemudian dicangkul dan digemburkan sebelum dikumpulkan untuk dibentuk menjadi bedengan dengan ukuran yang disesuaikan kondisi lahan.


Tahapan berikutnya tidak kalah penting. Tanah yang telah dibentuk menjadi bedengan kemudian dicampur dengan bahan organik atau pupuk untuk meningkatkan kualitas dan kesuburan media tanam. Setelah tercampur secara merata, permukaan raised bed dirapikan dan digemburkan kembali hingga siap digunakan sebagai media penanaman.


Salah satu mahasiswa KKN, Rahma Aulia, mengaku antusias melihat keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses kegiatan. Menurutnya, keberadaan raised bed dapat menjadi sarana yang bermanfaat, terutama bagi anggota KWT Mugi Barokah yang ingin mengembangkan kegiatan bercocok tanam sayuran dengan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar.


“Dengan adanya raised bed, masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, dapat bercocok tanam sayuran dengan lebih tertata dan efisien. Yang lebih penting, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga,” ungkap Rahma Aulia.


Setelah seluruh proses persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis sayuran. Mahasiswa KKN, Takmir Musholla Darul Hikmah, anggota KWT Mugi Barokah, dan masyarakat RW 01 turun langsung dalam proses tersebut. Aktivitas sederhana itu justru menjadi gambaran nyata kuatnya semangat gotong royong ketika masyarakat dan mahasiswa bergerak bersama untuk mengubah lahan biasa menjadi ruang yang lebih produktif.


Melalui kegiatan tersebut, area sekitar Musholla Darul Hikmah kini memiliki fungsi tambahan sebagai lahan budidaya sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat. Raised bed yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti sebagai proyek kegiatan KKN, tetapi terus dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh warga. Dari lahan sederhana di lingkungan musholla, tumbuh harapan baru bahwa pemanfaatan ruang secara kreatif dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Desa Cingebul.


Kontributor: Rafi Nabila Akmal Al Assad

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama