BANYUMAS - Suasana penuh keakraban dan semangat kemerdekaan mewarnai resepsi penutupan rangkaian lomba 17-an di Desa Bonjok Wetan, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Minggu malam (16/8/2026). Mahasiswa KKN Responsif bersama pemuda dan remaja Serdadu Desa Bonjok Wetan, panitia, peserta lomba, serta masyarakat setempat berkumpul untuk menutup seluruh rangkaian kompetisi sekaligus membagikan hadiah kepada para pemenang. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di kediaman Ketua RT 01/RW 04, Gotuk Tuslam. Bukan sekadar seremoni penyerahan hadiah, malam itu menjadi panggung kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu semangat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian resepsi tersebut merupakan bagian akhir dari kegiatan lomba 17-an yang sebelumnya telah melibatkan masyarakat Desa Bonjok Wetan. Para peserta yang telah mengikuti berbagai perlombaan mendapatkan apresiasi atas partisipasi dan semangat kompetisi yang mereka tunjukkan. Pembagian hadiah menjadi penanda bahwa seluruh perjuangan, kreativitas, dan antusiasme selama mengikuti perlombaan mendapatkan penghargaan. Namun, di balik kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang silaturahmi yang mempertemukan anak-anak, pemuda, orang tua, panitia, mahasiswa KKN, dan masyarakat dalam suasana santai. Kehadiran berbagai kelompok tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan mampu menjadi sarana membangun kedekatan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
“Kegiatan penutupan ini secara resmi mengakhiri kompetisi 17-an di Desa Bonjok Wetan dengan pembagian hadiah. Diharapkan momentum ini menjadi bagian dari pengalaman kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat, sekaligus meningkatkan semangat gotong royong dalam kegiatan kemasyarakatan,” kata Gotuk Tuslam, Ketua RT 01/RW 04, selaku tuan rumah kegiatan. Pernyataan tersebut menggambarkan harapan agar rangkaian kegiatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan lomba, tetapi meninggalkan nilai yang lebih panjang bagi kehidupan sosial warga. Bagi masyarakat, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperkuat komunikasi antarwarga.
Kolaborasi mahasiswa KKN Responsif dengan pemuda dan remaja Serdadu Desa Bonjok Wetan menjadi salah satu kekuatan utama terselenggaranya kegiatan tersebut. Para pemuda mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, sementara mahasiswa KKN turut terlibat secara langsung dalam kehidupan sosial masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Kerja bersama tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga dapat berbaur dan menjadi bagian dari dinamika masyarakat. Kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi ruang yang tepat untuk membangun hubungan tersebut karena seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan kegiatan yang meriah, positif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Responsif memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Bonjok Wetan. Kebersamaan dengan pemuda, panitia, peserta lomba, dan warga menjadi pengalaman penting selama pelaksanaan KKN,” demikian gambaran keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Salah satu mahasiswa yang tercatat terlibat adalah Bagus Nur Virgianto, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dengan NIM 234110102047. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakatan memberikan pengalaman nyata dalam membangun komunikasi, bekerja sama, sekaligus memahami kehidupan sosial warga. Bagi masyarakat, keterlibatan tersebut juga memperluas ruang interaksi dengan generasi muda dari lingkungan perguruan tinggi.
Antusiasme masyarakat dalam resepsi penutupan menjadi gambaran bahwa semangat memperingati kemerdekaan masih tumbuh kuat di tingkat lingkungan. Kegiatan yang berlangsung di rumah Gotuk Tuslam tersebut tidak hanya menjadi agenda pembagian hadiah, tetapi juga menjadi ruang berkumpul setelah seluruh rangkaian lomba selesai. Pemuda, masyarakat, panitia, dan peserta lomba dapat menikmati suasana kebersamaan tanpa sekat. Nilai gotong royong tampak dari keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan sejak persiapan hingga penutupan. Kolaborasi semacam ini menjadi modal sosial penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang guyub, terutama ketika kegiatan positif mampu melibatkan lintas generasi dan mendorong warga untuk berpartisipasi secara sukarela.
Posting Komentar