GEMURUH,BAWANG - Kebiasaan menabung mulai dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini melalui kegiatan edukasi menabung bersama adik-adik DA Cokroaminoto 1 Gemuruh, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah DA Cokroaminoto 1 Gemuruh, Kaliwuluh, RT 02/RW 09, Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Jawa Tengah, tersebut dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami anak. Edukasi ini menjadi langkah awal untuk menanamkan sikap hemat, disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi menabung tersebut melibatkan Syaharani Nur Ahlina JP, guru DA Cokroaminoto 1 Gemuruh, bersama para guru dan anak-anak didik. Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dengan jumlah uang yang besar. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki secara rutin, kemudian menyimpannya pada tempat yang aman seperti celengan. Pendekatan yang sederhana tersebut diharapkan membuat anak tidak merasa bahwa mengelola uang merupakan sesuatu yang sulit. Sebaliknya, menabung dapat menjadi kegiatan menyenangkan yang dilakukan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan positif.
Melalui edukasi tersebut, anak-anak diperkenalkan pada pemahaman sederhana mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak diarahkan untuk mulai berpikir sebelum menggunakan uang, terutama dengan mempertimbangkan apakah sesuatu benar-benar diperlukan atau hanya sekadar diinginkan.
“Menabung bisa dimulai dari sedikit. Yang penting adalah membiasakan diri menyisihkan sebagian uang dan belajar tidak menghabiskannya sekaligus,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan edukasi tersebut. Pemahaman seperti ini diharapkan dapat membantu anak membangun pola pikir sederhana dalam menggunakan uang secara lebih bijak sejak usia dini.
Selain mengenalkan konsep menabung, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya memiliki tujuan ketika menyisihkan uang. Anak-anak dapat belajar menabung untuk kebutuhan tertentu yang mereka pahami sesuai dengan usia mereka. Dengan demikian, aktivitas memasukkan uang ke dalam celengan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi proses belajar tentang kesabaran dan tanggung jawab. “Kalau kita punya keinginan, tidak harus langsung membeli. Kita bisa belajar menabung terlebih dahulu sampai uangnya cukup,” merupakan salah satu pesan edukatif yang dapat menjadi bekal sederhana bagi anak dalam mengelola keinginan. Kebiasaan tersebut sekaligus mengajarkan bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan proses dan kesungguhan.
Antusiasme anak-anak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi menabung. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, materi mengenai pengelolaan uang dapat disampaikan tanpa membuat mereka merasa sedang mengikuti pelajaran yang berat. Celengan menjadi salah satu media yang mudah dikenali dan dapat digunakan anak untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara langsung. “Saya senang menabung karena uangnya bisa dikumpulkan sedikit-sedikit. Nanti kalau sudah banyak bisa digunakan untuk sesuatu yang kita butuhkan,” menjadi gambaran pemahaman anak setelah mengikuti edukasi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konsep menabung dapat dikenalkan kepada anak melalui pengalaman yang konkret dan sederhana.
Bagi DA Cokroaminoto 1 Gemuruh, pengenalan kebiasaan menabung menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin tumbuh ketika anak membiasakan diri menyisihkan uang secara rutin, sedangkan sikap hemat berkembang ketika mereka mulai memahami bahwa tidak semua uang harus segera dibelanjakan. Tanggung jawab juga dapat dibangun ketika anak memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengelola uang yang telah disisihkan. “Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami arti menabung, tetapi juga dapat membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini dapat menjadi bekal positif ketika mereka tumbuh dewasa,” menjadi harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Edukasi menabung bersama adik-adik DA Cokroaminoto 1 Gemuruh akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan mengenalkan celengan atau menyimpan uang. Di balik kegiatan sederhana tersebut terdapat upaya menanamkan karakter hemat, disiplin, sabar, dan bertanggung jawab sejak masa kanak-kanak. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu anak memahami bahwa mengelola uang bukan hanya soal jumlah yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan dan menyisihkannya dengan bijaksana. “Menabung bukan tentang seberapa banyak uang yang bisa disimpan, tetapi tentang membangun kebiasaan baik sejak sekarang,” menjadi pesan yang relevan untuk menutup kegiatan tersebut. Dari celengan kecil di tangan anak-anak, tumbuh sebuah harapan besar: lahirnya generasi yang lebih bijak, disiplin, dan mampu mengelola apa yang dimilikinya dengan penuh tanggung jawab.
Posting Komentar