BANYUMAS - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas menggelar Scouting Skills Competition (SSC) bagi para pembina Pramuka berkualifikasi Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) se-Kabupaten Banyumas. Berlangsung di Bumi Perkemahan Kendalisada, Kalibagor, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026), kegiatan tersebut menjadi ruang kompetisi sekaligus pembelajaran untuk mengasah ketangkasan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kapasitas para pembina sebelum keterampilan yang diperoleh diterapkan di gugus depan masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan para pembina yang datang mewakili berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas. Ketua panitia, Kak Didit, menyampaikan bahwa SSC tahun ini diikuti 252 peserta dari 27 Kwartir Ranting (Kwarran). Namun, empat Kwarran tercatat tidak mengikuti perhelatan tersebut, yakni Karanglewas, Pekuncen, Banyumas, dan Tambak. Meski terdapat sejumlah wilayah yang tidak berpartisipasi, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat kompetisi yang dibangun dalam suasana persaudaraan. Kendalisada pun menjadi ruang pertemuan para pembina untuk saling menguji kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman kepramukaan.
Kak Didit menjelaskan bahwa partisipasi dari berbagai Kwarran menunjukkan adanya semangat untuk mengembangkan kemampuan pembina melalui kompetisi yang sehat. SSC tidak ditempatkan semata-mata sebagai arena untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga sebagai kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Dengan bertemunya pembina dari berbagai wilayah, keterampilan yang dimiliki masing-masing peserta dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan dalam pembinaan Pramuka di pangkalan.
“Ajang ini menjadi persaingan sehat sekaligus ruang bagi para pembina untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan kapasitas diri,” demikian semangat yang tergambar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pesan mengenai pentingnya kegembiraan dan persaudaraan turut disampaikan Kak Sarno selaku Waka Binawasa Kwarcab Banyumas yang menyampaikan sambutan dari Kwarcab Banyumas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga suasana kompetisi tetap positif dan tidak kehilangan semangat kebersamaan. Menurutnya, kompetisi akan lebih bermakna apabila dijalani dengan kegembiraan, karena suasana yang positif akan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Kegiatan Scouting Skills Competition harus dilakukan dengan gembira,” ujar Kak Sarno.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi kepramukaan bukan tempat untuk saling menjatuhkan, melainkan ruang untuk tumbuh bersama.
Lebih jauh, Kak Sarno menekankan bahwa keberhasilan SSC tidak seharusnya hanya diukur dari perolehan gelar juara. Menurutnya, prestasi memang merupakan sesuatu yang membanggakan, tetapi pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan akan memiliki nilai yang lebih besar apabila dapat diterapkan dalam pembinaan peserta didik.
“Jadi juara memang membanggakan, tetapi membawa pulang pengalaman dan disalurkan ke gugus depan kepada anak didik itu lebih membanggakan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat tujuan utama kegiatan, yakni memastikan pengalaman para pembina tidak berhenti di arena kompetisi, tetapi diteruskan menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta didik di masing-masing pangkalan.
Harapan serupa disampaikan Kak Feni, salah satu peserta SSC. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para pembina untuk memperkaya wawasan dan keterampilan di bidang scouting skills. Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh selama kompetisi diharapkan dapat diaplikasikan secara nyata dalam kegiatan pembinaan di gugus depan.
“Dengan kegiatan ini, harapan kita dapat menambah wawasan dan keterampilan di bidang scouting skills. Intinya, harapannya bisa mengaplikasikan ilmu ini ke gugus depan masing-masing dengan membina peserta didik sepenuh hati, sehingga melahirkan tunas-tunas baru,” tutur Kak Feni.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi bagi pembina pada akhirnya memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat kualitas pembinaan generasi muda.
Scouting Skills Competition Kwarcab Banyumas akhirnya menjadi lebih dari sekadar arena adu keterampilan. Di tengah suasana kompetitif di Bumi Perkemahan Kendalisada, para pembina mendapatkan ruang untuk menguji kemampuan, membangun jejaring persaudaraan, bertukar pengalaman, serta mempersiapkan diri menjadi pembina yang semakin kompeten. Dari proses tersebut diharapkan lahir pembina yang tidak hanya tangkas menghadapi tantangan, tetapi juga mampu mentransfer keterampilan dan nilai kepramukaan kepada peserta didik. Menembus batas kemampuan, mengasah ketangkasan, dan membawa pulang pengalaman untuk dibagikan kembali itulah kemenangan yang sesungguhnya dari SSC 2026.
Kontributor: Diah Ayu
Posting Komentar