Capaian tersebut menjadi bukti bahwa bakat olahraga peserta didik di daerah dapat berkembang hingga tingkat provinsi melalui pembinaan yang konsisten. Khafa berhasil bersaing dengan atlet-atlet pelajar dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Baca juga:
- Kementerian Lingkungan Hidup Monitoring Gerakan Baru Pengelolaan Sampah di SDN 2 Dukuhwaluh
- Semarak Hari Pramuka Kwarran Baturraden, Pasukan Tunas Muda Tampil Memukau
Sebelum tampil di tingkat provinsi, Khafa lebih dahulu meraih posisi runner-up pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Banyumas. Prestasi tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan kompetisinya hingga berhasil membawa pulang medali perak POPDA Jateng 2026.
Dibina dari Sekolah, Berlatih Selama Tiga Tahun
Khafa merupakan putra pasangan Nur Sigit Mulyawan dan Nurdianah, warga Bojongsari RT 01 RW 08. Atlet kelahiran Bogor, 29 Oktober 2014, tersebut mengawali pengembangan bakatnya melalui kegiatan olahraga di SDN 1 Bojongsari.
Bakatnya diasah oleh Taofik Faoji, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sekaligus pembina ekstrakurikuler senam lantai sekolah. Menariknya, Khafa menjalani pembinaan langsung dari lingkungan sekolah tanpa bergabung dengan klub senam di luar sekolah.
Selama kurang lebih tiga tahun, latihan dilakukan secara bertahap dengan penekanan pada penguatan teknik dasar, kelenturan, power, serta mental bertanding. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Khafa menghadapi kompetisi yang semakin tinggi.
Taofik Faoji mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, medali perak yang diraih Khafa merupakan buah dari latihan intensif, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
“Kami fokus pada penguatan teknik dasar, kelenturan, power, dan mental bertanding. Khafa menunjukkan kedisiplinan tinggi dan semangat pantang menyerah. Juara dua ini bukan sekadar medali, tetapi bukti bahwa anak-anak di Kecamatan Kembaran, khususnya Bojongsari, mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujar Taofik.
Perjuangan dan Dukungan Banyak Pihak
Taofik menambahkan, perjalanan Khafa menuju podium tidak terlepas dari proses latihan yang penuh tantangan. Ia menyebut ketekunan dan kesediaan anak didiknya untuk terus berlatih menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.
“Saya melihat sendiri bagaimana Khafa jatuh-bangun saat latihan. Letih dan lelah sudah jadi makanan sehari-hari baginya. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh sekolah, orang tua, K3S, Korwilcam Dindik Kembaran, tim POPDA Kabupaten, hingga Dinas Pendidikan Banyumas,” lanjutnya.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi Khafa. Sekolah, keluarga, pembina, serta unsur pendidikan di Kecamatan Kembaran turut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi olahraga yang dimiliki.
Bagi SDN 1 Bojongsari, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan nonakademik. Prestasi Khafa menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menemukan bakat, membangun disiplin, dan mengembangkan kepercayaan diri.
Sekolah Apresiasi Prestasi Khafa
Kepala SDN 1 Bojongsari, Sigit Karyanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Khafa meraih medali perak POPDA Jateng 2026. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi siswa lainnya.
“Kami sangat bangga dan terharu atas pencapaian Khafa. Ini adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang konsisten dari sekolah serta dukungan orang tua, keterbatasan sarana bukan halangan untuk berprestasi di tingkat Jawa Tengah. Semoga prestasi ini membawa keberkahan dan memicu semangat siswa-siswi lainnya di SDN 1 Bojongsari,” tutur Sigit Karyanto.
Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah. Semangat berlatih, ketekunan, dan keberanian untuk berkompetisi dapat menjadi contoh positif bagi peserta didik lainnya.
Kontributor: Riptina
Editor: Suripto

Posting Komentar