Asah Empati dan Jiwa Pramuka, SDS Al Izzah Purwokerto Tonton Film Kenang Tulah


PURWOKERTO - Upaya menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan karakter kepramukaan terus dilakukan SDS Al Izzah Purwokerto melalui kegiatan edukatif nonton bersama film Kenang Tulah yang dilaksanakan pada Jumat (23/01/2026) di Aula SDS Al Izzah Purwokerto. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang dikemas secara kreatif dan kontekstual. 




“Kami ingin menghadirkan proses belajar yang menyentuh sisi emosional anak-anak,” ujar Kamabigusa SDS Al Izzah Purwokerto, Angga Utama Putra, S.Pd.


Kegiatan nonton film tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai Pramuka yang selama ini diterapkan di sekolah, terutama terkait kepekaan sosial, solidaritas, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Melalui media film, siswa diajak memahami nilai kemanusiaan secara lebih dekat dan nyata. 


“Film dipilih karena mampu menyampaikan pesan moral dengan cara yang mudah dipahami anak,” ungkap Angga Utama Putra.


Film Kenang Tulah dipilih karena mengandung pesan kuat tentang perjuangan hidup, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya empati dalam kehidupan bermasyarakat. Alur cerita yang menyentuh diharapkan mampu membangun kesadaran siswa untuk peka terhadap lingkungan sekitar. 


“Cerita dalam film ini sangat relevan dengan nilai Dasa Darma Pramuka,” kata Angga menegaskan.


Sejak awal pemutaran film, para siswa tampak antusias mengikuti jalannya cerita. Suasana aula terlihat hening, dengan perhatian siswa terfokus pada layar, menandakan keterlibatan emosional yang kuat. Beberapa siswa bahkan terlihat menitikkan air mata saat menyaksikan adegan-adegan tertentu. 


“Anak-anak benar-benar larut dan merasakan pesan filmnya,” tutur salah satu guru pendamping kegiatan.


Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran melalui film mampu menjadi sarana efektif dalam membangun karakter dan empati peserta didik. Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi singkat untuk menggali pemahaman siswa terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 


“Diskusi ini penting agar anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga memahami maknanya,” jelas Angga Utama Putra.


Diskusi dipandu oleh guru dan pembina Pramuka SDS Al Izzah Purwokerto dengan pendekatan dialogis dan ramah anak. Siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat, perasaan, serta pelajaran yang mereka peroleh dari film tersebut. 


“Kami ingin anak-anak berani mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan pelajari,” ujar pembina Pramuka, Kak Isna.


Menurut Kak Isna, kegiatan nonton film merupakan media yang efektif untuk menanamkan nilai kepramukaan secara kontekstual dan menyenangkan. Anak-anak dapat belajar dari contoh nyata yang disajikan melalui cerita, bukan hanya dari teori. 


“Nilai Pramuka akan lebih mudah melekat jika disampaikan lewat pengalaman dan refleksi,” katanya.


Ia menambahkan bahwa melalui film Kenang Tulah, siswa diajak merefleksikan sikap-sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang Pramuka, seperti tolong-menolong, peduli sesama, dan tidak mudah menyerah. 


“Kami ingin mereka membawa nilai ini ke rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Kak Isna.


Kegiatan ini juga sejalan dengan visi SDS Al Izzah Purwokerto dalam menghadirkan pendidikan karakter yang seimbang antara aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan dunia anak. 


“Pendidikan karakter tidak harus selalu di kelas, tetapi bisa melalui kegiatan sederhana yang bermakna,” kata Angga Utama Putra.


Melalui kegiatan nonton bersama ini, pihak sekolah berharap peserta didik mampu menginternalisasi nilai empati dan jiwa Pramuka dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Proses pembelajaran seperti ini dinilai mampu membentuk karakter anak secara lebih mendalam. 


“Harapannya, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan berjiwa sosial,” ungkap Angga.


Kegiatan nonton film Kenang Tulah menjadi bukti komitmen SDS Al Izzah Purwokerto dalam menghadirkan pendidikan karakter yang kreatif, inspiratif, dan menyentuh hati peserta didik. Meski sederhana, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan pengalaman berharga bagi siswa. 


“Kami percaya pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membentuk hati,” pungkas Kak Isna.


Kontributor : Mas Ranteng ( Humas Kwaran Kedungbanteng)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama