Diuji di Medan Karakter: Ujian SKU SMPN 1 Kedungbanteng Menempa Penggalang Ramu dan Rakit Jadi Pribadi Tangguh





KEDUNGBANTENG - Pangkalan SMP Negeri 1 Kedungbanteng Kwarran Kedungbanteng menggelar Ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang Ramu dan Rakit sebagai tolok ukur ketangguhan dan kedewasaan karakter peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026 tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi pembinaan kepramukaan bagi peserta didik kelas VII dan VIII. Pembina Pramuka SMPN 1 Kedungbanteng, Kak Muhammad Farid El Firdaus, S.Kom, menyebut ujian ini sebagai momentum pembuktian hasil pembinaan yang telah dijalani. 


“Ujian SKU ini adalah proses pembelajaran sekaligus penguatan karakter, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.


Pelaksanaan ujian diikuti seluruh anggota Pramuka Penggalang dengan penuh kedisiplinan dan semangat juang yang tinggi. Sejak awal kegiatan, peserta tampak mempersiapkan diri secara serius untuk menghadapi setiap tahapan ujian yang telah ditentukan. Pembina menilai antusiasme tersebut mencerminkan kesadaran peserta terhadap pentingnya proses pembinaan karakter melalui Pramuka.


 “Anak-anak datang dengan kesiapan mental dan fisik, itu tanda pembinaan berjalan,” kata salah satu pembina lapangan.


Berbagai materi kepramukaan diuji secara bertahap dan terstruktur, mulai dari pengetahuan dasar, baris-berbaris, tali-temali, sandi, hingga praktik kerja sama regu. Panitia menjelaskan bahwa materi tersebut dirancang untuk mengukur keseimbangan antara kemampuan kognitif, keterampilan, dan sikap. Kak Muhammad Farid menegaskan bahwa SKU dirancang untuk membentuk Pramuka seutuhnya. 


“Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, bersikap, dan bertindak dalam satu kesatuan,” tuturnya.


Ujian SKU Penggalang Ramu bagi kelas VII dan Penggalang Rakit bagi kelas VIII dilaksanakan sesuai ketentuan Gerakan Pramuka. Setiap peserta diuji berdasarkan tingkatannya dengan indikator penilaian yang jelas dan objektif. Para penguji yang terlibat merupakan pembina berpengalaman yang memahami karakter dan perkembangan peserta didik. 


“Penilaian kami lakukan secara adil dan mendidik, bukan untuk menakut-nakuti,” ujar salah satu penguji.


Selain mengasah keterampilan kepramukaan, ujian ini juga menjadi sarana pembentukan mental dan karakter peserta. Peserta dituntut untuk berani, percaya diri, serta mampu menyelesaikan tantangan dengan penuh tanggung jawab. Pembina menilai bahwa proses menghadapi ujian menjadi latihan mental yang berharga bagi peserta didik. 


“Di sinilah mental tangguh dan rasa percaya diri mereka benar-benar diuji,” ungkap Kak Muhammad Farid.


Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dengan pengawasan ketat dari pembina dan panitia. Setiap sesi ujian dirancang agar peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan berlebihan. Pihak sekolah menilai suasana kondusif menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan. 


“Kami ingin ujian ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang,” kata panitia pelaksana.


Kepala SMP Negeri 1 Kedungbanteng selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Kak Sujoto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Ujian SKU tersebut. Ia menilai Pramuka memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah.


 “Pramuka adalah wahana pendidikan karakter yang sangat efektif,” ujarnya.


Menurut Kak Sujoto, nilai-nilai yang ditanamkan melalui Pramuka akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia berharap peserta tidak hanya lulus ujian, tetapi juga mampu mengamalkan nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. 


“Disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan harus hidup dalam perilaku anak-anak kita,” tegasnya.


Antusiasme peserta selama ujian berlangsung menjadi gambaran bahwa kegiatan Pramuka masih diminati dan relevan di kalangan pelajar. Banyak peserta terlihat berusaha menyelesaikan setiap tantangan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Pembina menyebut semangat tersebut sebagai modal penting dalam pembinaan generasi muda. 


“Selama anak-anak masih antusias, Pramuka akan selalu relevan,” ujar Kak Muhammad Farid.


Ujian SKU ini juga menjadi ajang pembelajaran nilai sportivitas dan kejujuran bagi peserta. Setiap peserta didik dituntut untuk mengerjakan ujian sesuai kemampuan tanpa mengandalkan bantuan yang tidak semestinya. Pembina menekankan bahwa kejujuran adalah inti dari pendidikan karakter. 


“Lebih baik gagal dengan jujur daripada lulus tanpa integritas,” katanya.


Dengan berakhirnya Ujian SKU Penggalang Ramu dan Rakit, Pangkalan SMPN 1 Kedungbanteng optimistis mampu melahirkan Pramuka muda yang tangguh, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sarana strategis pembentukan karakter pelajar. 


“Inilah proses menempa generasi yang siap menghadapi masa depan,” pungkas Kak Sujoto.


Kontributor: Humastika Kwarran Kedungbanteng

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama