“Kami ingin anak-anak belajar mencintai lingkungannya melalui tindakan nyata, bukan sekadar teori,” ujarnya.
Sejak pagi hari, suasana lingkungan SDN 2 Kutaliman tampak berbeda dengan aktivitas siswa-siswi Pramuka yang bekerja bakti membersihkan sekolah dan sekitarnya. Para peserta didik terlihat menyapu halaman, membersihkan selokan, hingga menata taman sekolah dengan penuh semangat kebersamaan. Pembina Pramuka menilai kegiatan ini menjadi media efektif untuk melatih disiplin dan kerja sama.
“Anak-anak terlihat antusias karena mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah,” kata salah satu pembina Pramuka.
Pelaksanaan Jumat Bersih tidak hanya melibatkan peserta didik dan pembina, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari paguyuban orang tua wali murid. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini dinilai mampu memberikan teladan langsung bagi anak-anak tentang pentingnya kepedulian lingkungan. Kamabigus SDN 2 Kutaliman menegaskan bahwa sinergi tersebut menjadi kekuatan utama program.
“Kolaborasi sekolah dan orang tua adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter,” tutur Kak Atik Lusiani.
Kegiatan Jumat Bersih dipandang bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana pembentukan karakter yang berkelanjutan. Pihak sekolah menjelaskan bahwa nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong sengaja ditanamkan melalui aktivitas sederhana namun konsisten. Kak Atik Lusiani menekankan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
“Langkahnya memang kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi karakter anak-anak kita,” tegasnya.
Antusiasme peserta didik terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat mereka bekerja dalam kelompok kecil sesuai regu Pramuka. Pembina menilai bahwa pembagian tugas tersebut melatih kepemimpinan dan rasa saling menghargai antaranggota regu. Salah satu pembina Pramuka menyampaikan bahwa anak-anak belajar menyelesaikan pekerjaan bersama tanpa paksaan.
“Mereka belajar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Perwakilan paguyuban orang tua wali murid menyambut positif kegiatan Jumat Bersih yang dinilai mampu mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga. Menurut mereka, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah memberikan dampak positif terhadap sikap anak di rumah.
“Anak-anak jadi terbiasa menjaga kebersihan, bahkan di rumah mereka mulai mengingatkan kami,” ungkap salah satu perwakilan orang tua.
Melalui kegiatan ini, nilai kepramukaan tidak hanya diajarkan dalam bentuk materi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pihak sekolah menilai bahwa pendidikan karakter akan lebih mudah tertanam jika peserta didik dilibatkan langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
“Pramuka adalah wadah yang tepat untuk membentuk karakter peduli dan bertanggung jawab,” kata Kamabigus SDN 2 Kutaliman.
Program Jumat Bersih juga menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi gotong royong dan bernalar kritis. Dengan membersihkan lingkungan secara bersama-sama, peserta didik diajak memahami dampak perilaku manusia terhadap lingkungan. Kak Atik Lusiani menuturkan bahwa kegiatan ini sekaligus melatih kepekaan sosial anak.
“Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang peka dan peduli,” katanya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali agar nilai yang ditanamkan tidak bersifat sesaat. Sekolah berharap konsistensi program mampu membentuk kebiasaan positif yang melekat pada diri peserta didik. Pembina Pramuka menyebut bahwa pembiasaan adalah kunci utama pendidikan karakter.
“Jika sudah terbiasa, anak-anak akan melakukannya dengan kesadaran sendiri,” ujarnya.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, Jumat Bersih juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara siswa, guru, dan orang tua. Interaksi tersebut dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka dan harmonis. Perwakilan orang tua menyatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dipertahankan.
“Kami merasa lebih dekat dengan sekolah dan tahu langsung perkembangan anak-anak,” katanya.
Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, SDN 2 Kutaliman optimistis mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Kegiatan Jumat Bersih menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak.
“Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya, dimulai dari hal sederhana dan dilakukan bersama,” pungkas Kak Atik Lusiani.
Kontributor: Humastika Kwarran Kedungbanteng
إرسال تعليق