TAMBAK, INFO BANYUMAS – Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Kecamatan Tambak bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Tambak resmi melaksanakan kegiatan pentasarufan zakat profesi pada Rabu (28/1). Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial serta upaya penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan. Bertempat di pusat koordinasi pendidikan setempat, kegiatan tersebut menyasar ratusan penerima manfaat yang terdiri dari elemen siswa hingga tenaga pendidik, sebagai bentuk distribusi kesejahteraan yang inklusif di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut berhasil menyalurkan dana zakat kepada total 148 penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi ketat. Secara terperinci, bantuan dialokasikan kepada 112 siswa dari berbagai jenjang serta 36 guru dan tenaga kependidikan honorer murni yang bertugas di wilayah Kecamatan Tambak. Penyaluran bantuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan sokongan moril dan materil bagi mereka yang selama ini berdedikasi di dunia pendidikan namun masih membutuhkan dukungan finansial.
Informasi lebih lanjut mengenai program tersebut mengungkapkan bahwa seluruh dana yang disalurkan merupakan akumulasi zakat profesi dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendidik di bawah naungan Korwilcam Dindik Tambak. Melalui mekanisme pengelolaan yang terintegrasi, dana tersebut diharapkan mampu menjadi stimulan bagi para siswa untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu tanpa terbebani kendala biaya penunjang pendidikan yang mendasar.
Ketua UPZ Kecamatan Tambak, Anwar Hakim, S.Pd., dalam laporannya menegaskan bahwa kepercayaan para muzaki (pemberi zakat) adalah fondasi utama dari keberlangsungan program tersebut. Ia menjamin bahwa setiap rupiah yang dikelola telah melewati prosedur yang akuntabel.
"Pentasarufan zakat profesi ini merupakan amanah para muzaki yang dihimpun dan disalurkan secara transparan melalui UPZ Tambak. Kami memegang teguh prinsip bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan dengan asas aman secara syar’i, aman secara regulasi, serta tepat sasaran sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh para mustahik yang berhak," ujar Anwar Hakim saat ditemui di lokasi kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BAZNAS Kabupaten Banyumas, Drs. H. Muhamad Tohar, M.Si., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pencerahan mengenai esensi spiritual dari zakat. Beliau mengingatkan bahwa menunaikan zakat profesi bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai muslim, melainkan investasi akhirat yang akan membawa keberkahan pada harta yang tersisa.
"Zakat adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan. Perlu kita tanamkan pemahaman bahwa zakat tidak akan pernah membuat seseorang menjadi miskin, melainkan menjadi sarana penyucian harta sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103. Distribusi yang kita lakukan hari ini pun telah sesuai dengan ketentuan delapan asnaf yang termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 60," jelas Muhamad Tohar di hadapan para hadirin.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono, MR., M.Si., memberikan perspektif yang lebih luas mengenai dampak jangka panjang dari kegiatan ini. Baginya, pentasarufan zakat di sekolah bukan hanya soal memberi uang santunan, melainkan sebuah laboratorium sosial untuk membangun karakter siswa sejak dini.
Pria yang akrab disapa Bang Jack menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan staf yang telah merelakan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama. Ia menilai sinergi tersebut adalah kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis.
"Kegiatan ini tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk memahami makna zakat, infaq, dan sedekah sejak dini. Kami ingin anak-anak yang saat ini menerima zakat kelak tumbuh dengan cita-cita besar untuk menjadi muzaki. Mereka tidak boleh hanya bermimpi sebagai penerima, tetapi harus memiliki tekad untuk menjadi pribadi yang mampu berbagi dan memiliki empati sosial yang tinggi di masa depan," ungkap Joko Wiyono.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para siswa penerima bantuan adalah sosok-sosok yang sedang berjihad di jalan ilmu. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi otoritas pendidikan dan lembaga sosial seperti BAZNAS untuk menjamin keberlangsungan studi mereka.
"Para siswa ini adalah anak-anak yang sedang berjuang di jalan Allah dalam menuntut ilmu. Mereka layak mendapatkan perhatian bersama. Melalui lingkungan institusi pendidikan ini, kita sedang membangun fondasi karakter dan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan BAZNAS Kabupaten Banyumas demi mewujudkan masyarakat yang peduli, berkeadilan, dan berkeberkahan," tambahnya.
Kegiatan pentasarufan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan doa bersama. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Korwilcam Tambak saat para siswa menerima tasbih dan dana motivasi pendidikan. Banyak pihak berharap program ini dapat terus berlanjut secara konsisten dan jumlah muzaki terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya zakat profesi.
Dengan adanya integrasi antara edukasi agama dan aksi nyata, Korwilcam Dindik Tambak telah meletakkan batu pertama dalam pembangunan karakter generasi emas Banyumas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara spiritual dan memiliki kepekaan sosial yang tajam. Sinergi terebut membuktikan bahwa ketika dunia pendidikan dan lembaga zakat berkolaborasi, kesejahteraan sosial bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat sekolah.


إرسال تعليق