“Kunjungan ini bertujuan memantau langsung pelaksanaan pendidikan inklusif sekaligus memberikan penguatan kepada seluruh warga sekolah,” ujar Korwilcam Dindik Purwokerto Timur, Fauzan Nur Rofiq, S.Pd.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan inklusif di SDN 5 Arcawinangun berjalan sesuai prinsip ramah, adil, dan bermutu bagi seluruh peserta didik.
“Sekolah inklusi harus mampu menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua anak tanpa diskriminasi,” kata Fauzan.
Dalam pelaksanaannya, Korwilcam Dindik Purwokerto Timur meninjau proses pembelajaran di kelas inklusif serta interaksi antara guru dan peserta didik.
“Kami melihat langsung bagaimana guru mengelola pembelajaran agar kebutuhan setiap anak tetap terlayani,” ungkapnya.
Selain pembelajaran, pengelolaan kelas inklusif dan pendampingan peserta didik berkebutuhan khusus turut menjadi fokus perhatian.
“Pendampingan yang konsisten dan penuh empati menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif,” jelas Fauzan.
Sarana dan prasarana pendukung sekolah inklusi juga menjadi bagian dari monitoring yang dilakukan oleh tim Dinas Pendidikan.
“Ketersediaan fasilitas yang memadai sangat membantu guru dalam memberikan layanan yang optimal,” ujarnya.
Fauzan Nur Rofiq menyampaikan apresiasi atas komitmen SDN 5 Arcawinangun yang secara konsisten memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik tanpa pengecualian.
“Sekolah inklusi seperti SDN 5 Arcawinangun memiliki peran penting dalam memastikan hak pendidikan yang setara bagi setiap anak,” tegasnya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Dasar Muhamad Takris, S.Pd., M.Pd. memberikan motivasi dan penguatan kepada para guru agar terus meningkatkan kompetensi profesional.
Baca juga:
- Menindaklanjuti SE Mendikdasmen, Upacara Bendera di SD Negeri 4 Lumbir Digelar Khidmat
- SD Negeri 2 Lumbir Laksanakan Upacara Bendera, Teguhkan Nilai Ikrar Pelajar Indonesia
“Guru perlu terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi praktik baik dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus,” tutur Takris.
Kepala SDN 5 Arcawinangun beserta seluruh dewan guru menyambut baik kunjungan serta arahan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan.
“Kami merasa mendapatkan dorongan moral yang besar untuk terus memperkuat layanan pendidikan inklusif di sekolah,” ungkap pihak sekolah.
Kegiatan monitoring diakhiri dengan diskusi dan refleksi bersama sebagai bentuk komitmen antara sekolah dan Dinas Pendidikan.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan sekolah inklusi dan mendorong terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua,” pungkas Muhamad Takris.

Posting Komentar