LUMBIR - -GOR Brayan Jaya Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, menjadi panggung pembinaan dan penanaman nilai luhur pencak silat melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Pagar Nusa Banyumas Tahun 2026 yang digelar Sabtu–Minggu (31/1–1/2). Ajang tingkat kabupaten tersebut diikuti pesilat dari berbagai wilayah di Banyumas, termasuk Gadis Faidah Tri Karunia, siswi SD Negeri 2 Cingebul, yang tampil mewakili sekolahnya.
Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026 tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana strategis evaluasi pembinaan atlet sejak usia dini. Kehadiran pesilat pelajar sekolah dasar hingga remaja menunjukkan komitmen Pagar Nusa dalam menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Kejurcab ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga membentuk karakter pesilat agar menjunjung adab, akhlak, dan sportivitas,” ujar Sarwono, panitia pelaksana Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026.
Sepanjang pelaksanaan kejuaraan, suasana pertandingan berlangsung tertib dan kondusif. Para atlet bertanding dengan semangat tinggi, menampilkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta kesiapan mental yang telah diasah melalui latihan rutin di masing-masing perguruan dan sekolah. Wasit dan juri memimpin jalannya pertandingan sesuai regulasi yang berlaku.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Antusiasme peserta sangat tinggi, namun tetap terkendali dan menjunjung sportivitas,” lanjut Sarwono.
Keikutsertaan Gadis Faidah Tri Karunia dalam ajang Kejurcab menjadi kebanggaan tersendiri bagi SD Negeri 2 Cingebul. Sebagai siswi sekolah dasar, kehadirannya di gelanggang tingkat kabupaten mencerminkan keberhasilan pembinaan ekstrakurikuler pencak silat yang didukung oleh sekolah, orang tua, dan lingkungan.
Kepala SD Negeri 2 Cingebul, Kusriyati, S.Pd.SD., menilai partisipasi siswanya dalam Kejurcab Pagar Nusa Banyumas sebagai bagian dari pendidikan yang utuh dan seimbang antara akademik dan nonakademik. Menurutnya, ajang seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar percaya diri dan bertanggung jawab.
“Kami mendukung penuh siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga, termasuk pencak silat. Keikutsertaan Gadis Faidah Tri Karunia bukan semata-mata tentang hasil pertandingan, tetapi proses pembentukan karakter yang akan menjadi bekal penting bagi masa depannya,” ujar Kusriyati.
Ia menambahkan bahwa pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur yang relevan dengan pendidikan karakter di sekolah dasar. Oleh karena itu, pihak sekolah terus mendorong siswa untuk menyeimbangkan kegiatan latihan dengan kewajiban belajar.
“Prestasi itu penting, tetapi yang lebih utama adalah sikap, kedisiplinan, dan akhlak anak. Pencak silat mengajarkan semua itu,” tambahnya.
Panitia pelaksana menegaskan bahwa Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026 dirancang sebagai ajang evaluasi pembinaan atlet di tingkat cabang. Dari kejuaraan ini, Pagar Nusa dapat memetakan potensi pesilat muda sekaligus menyusun langkah pembinaan lanjutan yang lebih terarah.
“Kami ingin memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan. Melalui Kejurcab ini, kami dapat melihat potensi atlet sejak usia dini untuk dipersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Sarwono.
Menurutnya, penilaian dalam Kejurcab tidak hanya berfokus pada teknik dan kemenangan, tetapi juga sikap atlet selama bertanding. Nilai sportivitas, pengendalian emosi, dan rasa hormat kepada lawan menjadi bagian penting dari penilaian.
“Pencak silat bukan hanya soal menang dan kalah. Ini tentang karakter dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga,” tegasnya.
Dengan berakhirnya Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026, diharapkan semangat berlatih dan berprestasi pesilat muda semakin meningkat. Bagi Gadis Faidah Tri Karunia, pengalaman bertanding di ajang tingkat kabupaten ini menjadi langkah awal yang berharga dalam perjalanan pencak silatnya, sekaligus bukti bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui olahraga tradisional yang sarat nilai budaya.
Kontributor: Rona
إرسال تعليق