Dari Tanah Sekolah Tumbuh Kesadaran: Kokurikuler “Tanaman Sahabat Kita” Menghijaukan Karakter Siswa SDN 2 Cikakak


WANGON – Halaman SD Negeri 2 Cikakak tampak lebih hidup pada Kamis, 29 Januari 2026. Melalui kegiatan kokurikuler kelas V bertema “Tanaman Sahabat Kita”, seluruh siswa kelas V mengikuti pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas. Kegiatan yang dilaksanakan dengan pendampingan guru kelas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pemahaman materi pembelajaran sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.


Kegiatan kokurikuler ini dirancang sebagai pendukung pembelajaran intrakurikuler, khususnya materi yang berkaitan dengan lingkungan dan tumbuhan. Siswa tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi diajak belajar melalui pengalaman langsung dengan melakukan praktik menanam tanaman di lingkungan sekolah, sehingga pembelajaran terasa lebih nyata dan bermakna.


Guru kelas V SDN 2 Cikakak menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengayaan pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum.


“Melalui kokurikuler ini, kami ingin siswa tidak hanya memahami materi di buku, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Anak-anak belajar mengenal tanaman, cara menanam, dan pentingnya merawat lingkungan sekitar,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sejak pagi, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka menyiapkan media tanam, mengolah tanah, hingga menanam bibit tanaman dengan penuh semangat. Aktivitas dilakukan secara berkelompok, sehingga mendorong terjadinya interaksi, kerja sama, dan saling membantu antarsiswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.


Salah satu guru pendamping menilai praktik langsung menjadi metode efektif untuk membangun pemahaman siswa.


“Ketika anak-anak memegang tanah dan menanam sendiri, mereka belajar lebih banyak. Tidak hanya tentang tanaman, tetapi juga tentang kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab,” tuturnya sambil mengamati siswa yang sedang menanam bibit.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Guru memberikan arahan mengenai cara menanam yang baik, mulai dari kedalaman lubang tanam hingga cara menyiram yang benar. Arahan tersebut diikuti siswa dengan penuh perhatian, menunjukkan keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas ini.


Menurut pihak sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik.


“Kami ingin menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini. Dengan merawat tanaman yang mereka tanam sendiri, anak-anak akan belajar bertanggung jawab dan menghargai proses kehidupan,” ungkap salah satu guru kelas V.


Tema “Tanaman Sahabat Kita” dipilih untuk menumbuhkan kesadaran siswa bahwa tanaman memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjaga tanaman berarti menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan hidup bersama.


Seorang siswa kelas V mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar sambil bermain di luar kelas.


“Biasanya belajar di kelas, sekarang bisa menanam tanaman bersama teman-teman. Jadi lebih seru dan tidak bosan,” katanya dengan wajah ceria.

Kegiatan kokurikuler ini memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, siswa dapat mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu, sesuai dengan tujuan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.


Melalui kegiatan ini, SDN 2 Cikakak berharap pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu meningkatkan minat serta semangat belajar siswa kelas V. Nilai kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab yang ditanamkan melalui kegiatan sederhana ini diharapkan tumbuh dan melekat dalam diri siswa sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.


Kontributor: Zein

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama