neguhkan solidaritas, sportivitas, dan nilai kejuangan antaranggota Pagar Nusa di seluruh Banyumas.
“Kejurcab ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan pesilat dari berbagai wilayah sekaligus memperkuat ukhuwah dan kebersamaan dalam keluarga besar Pagar Nusa,” ujar Sarwono salah satu panitia pelaksana.
Sejak hari pertama, ratusan pesilat Pagar Nusa dari berbagai kecamatan memadati arena pertandingan. Dengan mengenakan seragam kebesaran perguruan, para peserta tampil penuh percaya diri, menampilkan teknik, ketahanan fisik, dan mental bertanding yang telah ditempa melalui latihan panjang di masing-masing padepokan. Atmosfer kompetisi terasa semarak, namun tetap tertib dan kondusif.
“Antusiasme peserta sangat tinggi, tetapi tetap terjaga disiplin dan kondusif. Ini menunjukkan kualitas pembinaan dan kedewasaan organisasi Pagar Nusa di Banyumas,” ungkap Sarwono.
Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026 diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan solidaritas sesama anggota pencak silat Pagar Nusa. Selain sebagai ajang prestasi, kejuaraan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet serta penanaman nilai luhur pencak silat yang menjunjung akhlak, adab, dan sportivitas.
“Bagi kami, menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah persaudaraan, sikap hormat, dan pembentukan karakter pesilat,” tegas Sarwono.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan aman. Setiap laga dipimpin wasit dan juri yang kompeten sesuai aturan, sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan transparan. Para pesilat tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional.
“Kami memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai regulasi agar semua peserta merasa aman dan adil,” tambah Sarwono.
Di tengah ketatnya persaingan, prestasi membanggakan datang dari SD Negeri 2 Canduk Korwilcam Dindik Lumbir. Maulana Hisyam, siswa kelas VI, berhasil meraih Juara 2 kategori tanding, bersaing dengan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan masyarakat Desa Canduk.
“Capaian ini sangat membanggakan bagi kami. Ini menunjukkan bahwa anak-anak dari desa juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat kabupaten,” ujar Tasirin, S.Pd., Kepala SD Negeri 2 Canduk.
Tasirin menegaskan bahwa keberhasilan Maulana Hisyam merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak, mulai dari dukungan keluarga, pembinaan sekolah, hingga ketekunan siswa itu sendiri. Menurutnya, kegiatan nonakademik seperti pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami selalu mendukung potensi siswa, baik akademik maupun nonakademik. Pencak silat melatih disiplin, keberanian, dan tanggung jawab,” tutur Tasirin, S.Pd.
Guru kelas VI SD Negeri 2 Canduk, Titah Aprilia, juga memberikan apresiasi atas prestasi Maulana Hisyam. Ia mengenal Maulana sebagai siswa yang tekun, disiplin, dan mampu membagi waktu antara kewajiban belajar dan latihan pencak silat.
“Maulana menunjukkan sikap yang baik di kelas. Ia disiplin, fokus, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Nilai-nilai dari pencak silat sangat terasa dalam kesehariannya,” kata Titah Aprilia.
Peran pembinaan juga datang dari guru PJOK SD Negeri 2 Canduk, Rizqy, yang turut mendampingi dan memotivasi Maulana dalam perjalanan latihannya. Ia menilai pencak silat menjadi media efektif dalam membentuk mental juara sekaligus karakter sportif pada anak.
“Kami selalu menanamkan bahwa latihan bukan hanya untuk menang, tetapi untuk membentuk mental kuat, disiplin, dan sikap pantang menyerah. Maulana adalah contoh anak yang mau berproses dan tidak mudah menyerah,” ungkap Rizqy.
Menurut Rizqy, pengalaman bertanding di Kejurcab menjadi pembelajaran berharga bagi peserta didik. Anak-anak belajar mengendalikan emosi, menghargai lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Ajang seperti ini sangat penting untuk membentuk kepercayaan diri anak. Mereka belajar menghadapi tekanan dan bertanggung jawab atas setiap usaha yang dilakukan,” tambahnya.
Bagi panitia, keberhasilan Kejurcab Pagar Nusa Banyumas 2026 tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari terciptanya suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Hal ini menjadi cerminan keberhasilan pembinaan organisasi di tingkat cabang.
“Kami bangga karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif dan penuh kebersamaan,” ujar Sarwono.
Berakhirnya Kejurcab Pagar Nusa se-Kabupaten Banyumas Tahun 2026 meninggalkan harapan besar lahirnya pesilat-pesilat muda yang berprestasi dan berakhlak mulia. Prestasi Maulana Hisyam menjadi simbol bahwa dari arena lokal di Desa Canduk, tumbuh generasi muda Banyumas yang siap melangkah lebih jauh membawa nama baik daerah dan perguruan.
Kontributor : OkSil
إرسال تعليق