DARMA KRADENAN, INFO BANYUMAS – Memasuki hari-hari awal bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana khusyuk menyelimuti halaman SD Negeri 1 Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang. Ratusan siswa bersama jajaran pendidik berkumpul dalam satu barisan yang rapi untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pembiasaan menguatkan iman dan ketakwaan. Kegiatan yang dimulai dengan shalat dhuha berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, hingga tadarus Al-Qur'an ini menjadi agenda utama sekolah dalam membentuk karakter spiritual generasi muda di tengah kekhusyukan bulan puasa, Jumat (27/2/2026).
Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan momentum hari Jumat ini diikuti oleh seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, serta didampingi penuh oleh para guru. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pihak sekolah dalam mengisi bulan suci dengan aktivitas yang produktif dan bernilai ibadah. Pihak sekolah memandang bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan di dalam ruang kelas melalui teori, melainkan harus dipraktikkan secara nyata melalui pembiasaan ibadah yang konsisten.
Dalam pelaksanaannya, seluruh warga sekolah tersebut berkumpul di halaman utama sejak pagi hari dengan membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Kegiatan tersebut diawali dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh guru agama setempat. Setelah melaksanakan shalat, suasana semakin syahdu saat lantunan 99 nama Allah atau Asmaul Husna bergema di seluruh area sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tadarus Al-Qur'an secara bersama-sama. Melalui rangkaian aktivitas tersebut, sekolah berharap para siswa dapat lebih menghayati makna Ramadhan sebagai bulan transformasi diri.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di halaman sekolah bertujuan untuk menciptakan kedekatan antar siswa sekaligus memberikan nuansa ibadah yang lebih terbuka dan menyatu dengan alam. Kedisiplinan siswa dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program pembiasaan ini. Selain itu, keterlibatan aktif guru dalam mendampingi siswa di barisan yang sama menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pendidik dan peserta didik dalam menjalankan visi religius sekolah.
Kepala SD Negeri 1 Darmakradenan menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang sangat krusial di bulan Ramadhan. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kecerdasan spiritual agar siswa memiliki keseimbangan moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan pembiasaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah ikhtiar kami untuk menanamkan benih-benih ketakwaan yang kuat dalam diri anak didik. Kami ingin mereka memahami bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan memulai hari melalui shalat dhuha dan tadarus, kita sedang membangun benteng moral bagi mereka agar tetap istiqamah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks," ujar Kepala Sekolah di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, salah satu guru senior yang turut membimbing jalannya tadarus menekankan pentingnya pengenalan kitab suci secara intensif kepada siswa sejak usia sekolah dasar .
"Melihat antusiasme anak-anak dari kelas 1 sampai kelas 6 yang duduk bersama melantunkan ayat suci adalah pemandangan yang sangat menyejukkan. Kami mengatur teknis tadarus agar anak-anak yang masih belajar membaca dapat menyimak kakak kelasnya, sehingga terjadi proses belajar tutor sebaya secara alami. Harapannya, pembiasaan ini tidak berhenti saat Ramadhan usai, tetapi terbawa dalam perilaku mereka di rumah masing-masing," tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini menutup rangkaian aktivitas pagi dengan doa bersama demi keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh warga sekolah. Pihak sekolah memastikan bahwa selama bulan Ramadhan, agenda serupa akan terus dilaksanakan secara rutin untuk menjaga ritme spiritual siswa.
Melalui integrasi nilai-nilai agama dalam lingkungan sekolah, SD Negeri 1 Darmakradenan berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman iman yang mumpuni. Dokumentasi kegiatan ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan program literasi keagamaan di masa mendatang.
Kontributor : 3Utami


Posting Komentar