KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS – Cahaya Al-Qur’an bersinar terang dari sosok generasi muda di Kecamatan Kedungbanteng dalam perhelatan syiar Islam di bulan suci. Khedira Hamizan A.P., siswa berprestasi dari SD Islam Al Izzah, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 Lomba Tartil Al-Qur’an Putra dalam ajang bergengsi Ramadhan Ceria 2026 tingkat Kabupaten Banyumas. Keberhasilan ini menjadi oase penyejuk di tengah khidmatnya ibadah puasa, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan karakter religius sejak dini mampu melahirkan talenta yang tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga fasih dalam melantunkan ayat-ayat suci.
Kemenangan yang diraih oleh Khedira tersebut merupakan buah manis dari ketekunan dan kedisiplinan dalam mempelajari ilmu tajwid serta seni baca Al-Qur’an yang dijalani selama berada di bangku sekolah. Dalam kompetisi tersebut, Khedira mampu menyisihkan puluhan peserta berbakat lainnya dari berbagai penjuru Kabupaten Banyumas berkat kualitas vokal yang stabil dan penghayatan makna yang mendalam. Panitia penyelenggara menyebutkan bahwa antusiasme peserta pada tahun 2026 ini meningkat drastis, namun performa Khedira tetap menonjol karena ketenangan dan akurasi makhraj yang ia tunjukkan di hadapan dewan juri.
Prestasi tingkat kabupaten tersebut dipandang sebagai momentum krusial bagi SD Islam Al Izzah untuk terus memperkuat kurikulum berbasis Al-Qur’an yang selama ini menjadi ciri khas lembaga pendidikan mereka. Keberhasilan Khedira dalam ajang Ramadhan Ceria tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara bimbingan guru di sekolah dan pendampingan orang tua di rumah berjalan secara selaras. Informasi mengenai kemenangan tersebut dengan cepat tersebar dan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lain di wilayah Kedungbanteng untuk lebih giat mempelajari kitab suci.
Menanggapi capaian membanggakan ini, Kepala SD Islam Al Izzah, Ustadz Angga, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak didiknya. Beliau menjelaskan bahwa pihak sekolah senantiasa berkomitmen menyediakan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat spiritual mereka. Ustadz Angga menekankan bahwa proses latihan yang dilalui Khedira sebelum naik ke panggung lomba adalah bagian dari pendidikan mental untuk membentuk pribadi yang tangguh dan rendah hati.
Dukungan senada juga mengalir dari Korwilcam Dindik Kedungbanteng, Anas Saeful Bahtiar, S.Pd. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan siswa dari wilayahnya di tingkat kabupaten merupakan indikator keberhasilan pola pembinaan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di bawah naungannya. Anas menambahkan bahwa ajang Ramadhan Ceria tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan media strategis untuk membangun silaturahmi antar-lembaga pendidikan sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Islam kepada generasi alfa.
Dalam sesi wawancara, narasumber dari pihak sekolah mengungkapkan bahwa persiapan khusus telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Latihan intensif tersebut mencakup penguasaan nagham (irama) serta penguatan mental agar siswa tetap fokus meskipun tampil di bawah tekanan kompetisi yang ketat. Capaian juara ketiga tersebut pun kini menjadi standar baru bagi pengembangan bakat bidang keagamaan di lingkungan SD Islam Al Izzah.
Keberhasilan Khedira Hamizan tidak lepas dari visi besar para pendidiknya yang ingin mencetak "Generasi Qurani". Kepala SD Islam Al Izzah, Ustadz Angga, menyampaikan pesan yang menyentuh hati mengenai hakikat dari kemenangan ini.
“Kami bersyukur atas anugerah ini. Prestasi yang diraih Khedira Hamizan bukan sekadar kemenangan dalam sebuah lomba, melainkan sebuah perjalanan spiritual seorang anak dalam menjemput cahaya Al-Qur’an di bulan yang mulia ini. Kami melihat dedikasi yang luar biasa dalam setiap sesi latihannya. Semoga keberhasilan ini menumbuhkan semangat bagi seluruh siswa untuk terus mencintai, membaca, dan yang terpenting adalah mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tutur Ustadz Angga dengan nada penuh syukur.
Beliau juga memandang bahwa prestasi ini adalah sinyal positif bagi masa depan pendidikan Islam di wilayahnya.
“Harapan kami, momentum Ramadan 2026 ini benar-benar menjadi penguat pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah. Kami ingin lahir generasi-generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat luas melalui akhlak mulia yang terpancar dari kecintaan mereka pada kitab suci,” tambahnya.
Di sisi lain, Anas Saeful Bahtiar, S.Pd., selaku Korwilcam Dindik Kedungbanteng, memberikan pandangan mengenai dampak luas dari prestasi ini terhadap iklim pendidikan di kecamatan tersebut.
“Prestasi Khedira adalah inspirasi nyata bahwa anak-anak di Kedungbanteng memiliki potensi besar untuk menjadi generasi Qurani yang kompetitif. Kami di jajaran Korwilcam memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan keagamaan seperti lomba tartil ini memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk kepribadian siswa yang beriman. Kami berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain untuk terus menguatkan pembelajaran keagamaan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” tegas Anas.
Anas juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-elemen dalam mendukung tumbuh kembang spiritual anak.
“Keberhasilan ini juga merupakan cermin dari sinergi yang luar biasa baik antara pihak sekolah, keluarga, dan lingkungan. Tanpa dukungan orang tua di rumah yang ikut menyimak bacaan anaknya, prestasi di tingkat kabupaten ini tentu sulit diraih. Ini adalah kerja keras kolektif yang patut kita banggakan bersama,” pungkasnya.
Bagi Khedira Hamizan A.P., raihan Juara 3 ini bukanlah titik henti, melainkan anak tangga pertama dalam perjalanannya mendalami kalam ilahi. Suasana haru dan bangga menyelimuti penyerahan piala yang dilakukan dalam rangkaian acara Ramadhan Ceria 2026 tersebut. Keberhasilannya melantunkan ayat dengan tajwid yang terjaga telah memberikan inspirasi bagi teman-teman sebayanya bahwa menekuni Al-Qur’an adalah sebuah prestise yang mulia
.
Kegiatan Ramadhan Ceria sendiri terus konsisten menjadi ajang pembinaan tahunan yang dinanti-nantikan. Dengan adanya bibit-bibit unggul seperti Khedira, masa depan syiar Islam di Kabupaten Banyumas diprediksi akan semakin cerah. Prestasi ini menjadi pengingat bagi seluruh praktisi pendidikan bahwa di balik suara tartil yang indah, terdapat proses panjang yang melibatkan doa, ketekunan, dan harapan besar untuk menjemput keberkahan di setiap huruf yang dibaca.
SD Islam Al Izzah dan Korwilcam Dindik Kedungbanteng kini berkomitmen untuk terus mengawal bakat-bakat serupa agar tidak hanya berhenti pada level kompetisi, namun tumbuh menjadi karakter yang melekat kuat hingga mereka dewasa kelak. Cahaya Al-Qur’an yang dijemput Khedira di bulan suci ini diharapkan terus berpijar, menyinari jalan pendidikan di Kabupaten Banyumas.


Posting Komentar