Kerusakan pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 300 meter itu segera mendapat perhatian pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Karangmangu, Suyoto—yang akrab disapa Pak Nanang—bersama perangkat desa dan warga langsung melakukan pengecekan lapangan serta penanganan darurat begitu mengetahui kondisi jalan yang amblas. Warga bergotong royong menutup bagian jalan yang rusak menggunakan material sederhana seperti batu dan tanah urug agar masih dapat dilalui sementara, khususnya untuk kendaraan roda dua. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan yang berpotensi terjadi, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas dan kondisi jalan licin akibat hujan.
Kepala Desa Karangmangu, Suyoto, menjelaskan bahwa ruas jalan yang terdampak merupakan jalur utama dan terdekat yang menghubungkan Desa Karangmangu dengan wilayah Desa Tipar di Kecamatan Rawalo. Ia menuturkan bahwa kerusakan jalan ini sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat lintas desa karena selama ini jalur tersebut menjadi akses vital bagi transportasi warga, distribusi logistik, serta mobilitas pelajar menuju sekolah. Ia menambahkan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat berupaya melakukan penanganan sementara agar jalur tersebut tetap dapat dilalui sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah daerah.
“Jalan ini merupakan jalur utama dan terdekat yang menghubungkan Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, sehingga kerusakannya sangat berdampak bagi aktivitas warga. Untuk sementara kami bersama masyarakat berupaya melakukan penanganan darurat agar tetap bisa dilalui,” ujar Suyoto saat ditemui di lokasi kejadian.
Dampak kerusakan jalan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan umum, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat. Jalan yang amblas merupakan rute distribusi barang kebutuhan pokok ke sejumlah warung dan toko di wilayah Karangmangu dan sekitarnya. Gangguan pada jalur distribusi menyebabkan pengiriman logistik menjadi lebih lambat dan biaya transportasi meningkat karena harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di tingkat desa apabila tidak segera ditangani.
Salah satu warga, Suhendro, mengungkapkan kekhawatirannya setiap kali melintasi jalan tersebut, terlebih saat mengantar cucunya ke sekolah menggunakan sepeda motor. Ia menilai kondisi jalan yang licin dan terus tergerus longsoran sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan, terutama roda dua. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen agar keselamatan warga terjamin dan aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kami mohon bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas agar segera memperbaiki jalan ini. Saat hujan, tanah menjadi licin dan rawan longsor, sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” ungkap Suhendro.
Kekhawatiran serupa disampaikan warga lainnya, Nu Huda, yang menuturkan bahwa kerusakan jalan berdampak langsung pada kegiatan ekonomi masyarakat desa. Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut selama ini menjadi rute utama pengiriman sembako ke warung-warung warga. Kerusakan jalan menyebabkan kendaraan pengangkut barang harus mencari jalur lain yang lebih jauh, sehingga distribusi menjadi terhambat dan biaya transportasi.
Baca juga:
.jpeg)

Posting Komentar