BANYUMAS, IFO BANYUMAS – Memasuki puncak musim penghujan yang rawan akan cuaca ekstrem, Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir menunjukkan komitmen nyata dalam kesiapsiagaan bencana. Melalui utusan terbaiknya, Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Lumbir mengikuti agenda Latihan Bersama Pramuka Peduli se-Kwartir Cabang Banyumas yang digelar di Sanggar Bakti Pramuka (SBP) Kwarran Banyumas pada Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul rutin, melainkan upaya standardisasi kemampuan teknis anggota Satgas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Kwarran Lumbir secara khusus mengirimkan dua personel andalannya, Kak Tarmono dan Kak Fajar, guna menyerap ilmu terbaru dalam manajemen kebencanaan yang nantinya akan diterapkan di wilayah Kecamatan Lumbir.
Latihan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diikuti secara khidmat oleh perwakilan dari seluruh Kwartir Ranting di bawah naungan Kwarcab Banyumas. Komposisi peserta tiap ranting dibatasi untuk menjaga efektivitas instruksi, di mana setiap kontingen diwakili oleh satu orang Andalan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan dua orang anggota Satgas Pramuka Peduli.
Fokus utama dalam simulasi kali ini adalah penguasaan alat mekanik berat, khususnya penggunaan gergaji mesin (chainsaw). Keterampilan ini dianggap krusial mengingat topografi wilayah Banyumas, termasuk Lumbir, yang didominasi oleh perbukitan dan vegetasi lebat. Pohon tumbang menjadi salah satu ancaman paling sering terjadi saat angin kencang melanda, yang kerap memutus akses jalan utama maupun menimpa pemukiman warga.
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa pengiriman Kak Tarmono dan Kak Fajar tersebut merupakan langkah strategis Kwarran Lumbir untuk memastikan setiap personel memiliki sertifikasi keahlian yang merata. Kehadiran utusan dari Lumbir tersebut diharapkan mampu menjadi instruktur bagi anggota Pramuli lainnya di tingkat ranting sekembalinya mereka dari pelatihan. Selain itu, materi yang diberikan dalam latihan tersebut mencakup aspek keselamatan kerja (safety first), teknik pemotongan dahan yang terjepit, hingga pemeliharaan mesin agar selalu siap pakai saat dibutuhkan.
Keseriusan para peserta terlihat saat sesi praktik pemotongan batang pohon berdiameter besar. Kak Tarmono, yang merupakan salah satu personil dari Kwarran Lumbir, menyatakan bahwa latihan ini memberikan perspektif baru mengenai efisiensi waktu saat melakukan evakuasi di lokasi bencana.
"Kami diinstruksikan tidak hanya sekadar bisa menghidupkan mesin dan memotong kayu. Lebih dari itu, kami belajar membaca arah rebah pohon dan bagaimana mengamankan area agar tidak ada personel atau warga yang menjadi korban saat proses evakuasi berlangsung. Mengoperasikan gergaji mesin dalam kondisi hujan dan tekanan tinggi saat bencana membutuhkan ketenangan luar biasa," ujar Kak Tarmono di sela-sela latihan.
Senada dengan hal tersebut, Kak Fajar menambahkan bahwa koordinasi antarunit dalam Satgas Pramuka Peduli sangat ditekankan oleh para instruktur dari Kwarcab Banyumas. Menurutnya, alat secanggih apa pun tidak akan berguna jika operatornya tidak memiliki chemistry dengan rekan setimnya.
"Latihan bersama ini mempertemukan kami dengan kawan-kawan dari seluruh Banyumas. Kami bertukar pengalaman mengenai kendala di lapangan. Bagi kami di Lumbir, tantangan terbesarnya adalah akses medan yang curam. Dengan teknik penggunaan gergaji yang benar, kami bisa bekerja lebih cepat tanpa membuang banyak tenaga, sehingga proses pembersihan jalur pasca-bencana bisa diselesaikan sesegera mungkin," ungkap Kak Fajar penuh semangat.
Di sisi lain, perwakilan dari Andalan Abdimas Kwarcab Banyumas menegaskan bahwa penguatan kapasitas anggota Satgas Pramuka Peduli adalah prioritas utama tahun ini. Penekanan pada penggunaan media gergaji dipilih karena tingginya intensitas laporan kejadian pohon tumbang di wilayah Banyumas sepanjang awal tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang evaluasi terhadap kesiapan alat yang dimiliki oleh masing-masing ranting. Melalui pantauan di lokasi, interaksi antara Kak Tarmono, Kak Fajar, dan peserta lainnya menciptakan suasana belajar yang dinamis. Informasi mengenai tata cara penanganan ranting yang tersangkut di kabel listrik juga menjadi poin tambahan yang sangat diperhatikan dalam pertemuan tersebut.
Melalui latihan intensif ini, Pramuka Peduli Kwarran Lumbir dipastikan pulang membawa bekal pengetahuan yang mumpuni. Kesiapsiagaan bukan lagi sekadar slogan bagi Kak Tarmono dan Kak Fajar, melainkan sebuah tindakan nyata yang terukur dan profesional demi keselamatan masyarakat luas.

Posting Komentar