Kepala Dinas Pendidikan Resmi Buka Bimtek Pembelajaran Digital Bagi Guru Se-Kab. Banyumas

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyumas membuka Bimtek Pembelajaran Digital bagi Guru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Banyumas di SMP Negeri 2 Purwokerto. (Info Banyumas)


PURWOKERTO, INFO BANYUMAS – Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono, MR, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Digital bagi Guru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Banyumas di SMP Negeri 2 Purwokerto, Senin (9/2/2026).


Kegiatan strategis ini dirancang untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan teknologi mutakhir guna menghadapi dinamika dunia pendidikan yang kini bergerak serba cepat dan berbasis data.


Dalam sambutannya, Drs. H. Joko Wiyono, MR, M.Si. menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah keharusan agar ekosistem pendidikan di Banyumas tetap relevan dengan kebutuhan zaman.


Beliau menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan kunci utama bagi para guru untuk tetap adaptif dan tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang terus merambah ke berbagai sektor kehidupan.


"Digitalisasi pembelajaran ini adalah bagian dari upaya kolektif kita agar kita semua bisa adaptif terhadap perkembangan serta tantangan zaman yang semakin kompleks," ujar Kepala Dinas saat memberikan arahan.


Dinas Pendidikan menekankan pentingnya bagi setiap pendidik untuk menyikapi perubahan ini dengan tangan terbuka sebagai upaya meningkatkan kualitas pemahaman siswa di ruang kelas.


Kesiapan mental dan teknis dalam mengadopsi platform digital dinilai akan menjadi penentu keberhasilan transfer ilmu pengetahuan kepada generasi Z dan Alpha yang sudah akrab dengan teknologi sejak lahir.


"Pastikan kita menyambut dengan baik adaptasi pembelajaran digital ini untuk menguatkan pemahaman peserta didik sesuai dengan tantangan zamannya," tegas Joko Wiyono di hadapan ratusan peserta.


Selain penguasaan perangkat, Joko juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim positif di dunia maya sebagai perluasan dari lingkungan belajar fisik di sekolah masing-masing.


Ia berpendapat bahwa integrasi antara dunia nyata dan dunia digital dalam proses belajar mengajar harus dilakukan secara harmonis demi menciptakan pengalaman belajar yang menyeluruh.


"Kita juga harus memastikan bahwa spirit serta iklim dunia maya kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian proses pendidikan kita," ungkapnya dengan lugas.


Pihak dinas juga meminta agar para peserta Bimtek ini tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, melainkan aktif membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan sejawat di satuan pendidikan asal.


Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada proses diseminasi yang dilakukan oleh para guru agar transformasi digital merata hingga ke sekolah-sekolah di pelosok wilayah Banyumas.


"Jangan berhenti sampai di sini saja, segera lanjutkan dengan diseminasi di satuan pendidikan di wilayah masing-masing agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas," pesan Kepala Dinas Pendidikan.


Beliau menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa pendekatan animatik dan digitalisasi akan membuat suasana belajar jauh lebih menyenangkan, sehingga guru dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat.


"Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman, karena pembelajaran digital akan membuat sekolah semakin menarik bagi siswa," pungkasnya.


Kontributor: YK/Eko Adi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama