PURWOKERTO, INFO BANYUMAS – Menandai kiprah dua dekade lebih dalam dunia pendidikan anak usia dini, Taman Bermain Qaryah Thayyibah (TB QITA) Purwokerto menggelar Workshop Pendidikan Inklusi bertajuk "Membersamai Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah" sebagai bentuk syukur atas milad ke-23. Perhelatan yang berlangsung di Aula Korwilcam Dindik Kedungbanteng pada Rabu (4/2) menjadi momentum krusial bagi puluhan Kepala Sekolah dan guru PAUD se-Kecamatan Kedungbanteng untuk memperdalam kompetensi pedagogis dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik di ruang kelas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut menjadi wadah diseminasi ilmu yang menghadirkan pakar-pakar berkompeten di bidangnya. Pihak penyelenggara mendatangkan dua narasumber utama, yakni Kepala Bidang Pendidikan Qaryah Thayyibah, Nina Siti Nur'aeni, serta Konsultan Pendidikan Inklusi Sekolah QITA, Kusnadi—atau yang lebih akrab disapa Om Kus—untuk mengupas tuntas strategi pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Nina Siti Nur'aeni dalam paparannya menekankan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar menempatkan anak dengan kebutuhan khusus di sekolah umum, melainkan tentang bagaimana sistem sekolah beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ia memaparkan teknik-teknik identifikasi dini yang dapat dilakukan oleh guru kelas agar intervensi pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran sejak usia dini.
Sementara itu, Kusnadi menggarisbawahi pentingnya aspek psikologis dan pendekatan humanis dalam membersamai ABK. Informasi tersebut menyebutkan bahwa kunci keberhasilan pendidikan inklusi terletak pada empati dan kesabaran pendidik dalam menerjemahkan bahasa tubuh serta kebutuhan emosional anak yang sering kali tidak tersampaikan secara verbal. Kusnadi juga membagikan simulasi praktis mengenai penanganan tantrum dan modifikasi kurikulum yang fleksibel namun tetap terukur bagi perkembangan anak.
Koordinator Korwilcam Dindik Kedungbanteng, Anas Saeful Bahtiar, yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif TB QITA. Ia menilai bahwa pemilihan tema workshop sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern saat ini, di mana setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa memandang keterbatasan fisik maupun kognitif.
Anas menyampaikan bahwa wawasan yang dibagikan oleh para narasumber merupakan bekal berharga yang harus segera diimplementasikan di lembaga masing-masing. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai karakteristik ABK akan meminimalisir stigma negatif dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah Kedungbanteng secara keseluruhan.
"Harapan kami, kegiatan workshop tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus tidak hanya di jenjang PAUD saja, tetap juga di jenjang SD. Ini juga merupakan bekal bagi kami, para pendidik di Kedungbanteng agar semakin piawai dalam mendampingi anak-anak dalam kondisi yang beragam," ujar Anas Saeful Bahtiar dengan penuh optimisme saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.
Workshop ini tidak hanya berjalan satu arah, namun juga diwarnai dengan sesi diskusi yang dinamis. Para peserta yang terdiri dari praktisi pendidikan di lapangan tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan terkait kendala nyata yang mereka hadapi di sekolah. Mulai dari cara berkomunikasi dengan orang tua siswa yang belum menerima kondisi anaknya, hingga metode pembelajaran yang efektif untuk kelas dengan keberagaman tinggi.
Menanggapi hal tersebut, para narasumber memberikan jawaban komprehensif yang berlandaskan pada pengalaman empiris bertahun-tahun di TB QITA. Mereka menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional adalah segitiga emas yang harus dijaga demi tumbuh kembang anak yang optimal.
Perayaan milad ke-23 TB QITA ini membuktikan bahwa dedikasi sebuah lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari fasilitas fisik, melainkan dari sejauh mana mereka mampu berbagi manfaat dan menginspirasi ekosistem pendidikan di sekitarnya. Dengan semangat inklusivitas, TB QITA berharap dapat terus menjadi motor penggerak bagi terciptanya sekolah-sekolah yang ramah anak dan menghargai setiap perbedaan.


إرسال تعليق