SOKARAJA, BANYUMAS — Semangat kepedulian sosial mewarnai bulan suci Ramadan ketika sebanyak 452 anggota Pramuka dari SD NU Master Sokaraja menggelar aksi berbagi bertajuk “Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan” pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh desa di wilayah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, khususnya kaum fakir miskin dan anak yatim piatu.
Kegiatan sosial tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh seluruh siswa selama bulan Ramadan. Melalui gerakan kepedulian ini, para siswa tidak hanya belajar berbagi, tetapi juga memahami secara langsung makna solidaritas sosial dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap masyarakat di sekitarnya.
Kepala sekolah sekaligus Kamabigus SD NU Master Sokaraja, Dani Sistriani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan berbagi yang melibatkan ratusan anggota Pramuka tersebut merupakan bagian dari pembelajaran karakter yang diterapkan di sekolah.
“Kegiatan di bulan Ramadan adalah laboratorium kehidupan bagi siswa kami. Dalam Pramuka kami mengintegrasikan nilai Tri Satya, khususnya poin menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,” ujar Dani Sistriani.
Antusiasme para siswa terlihat dari jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut. Dari hasil penggalangan yang dilakukan oleh para siswa, terkumpul zakat fitrah sebanyak 1.341 kilogram beras, infak Jumat siswa sebesar Rp23.657.000, serta paket sembako senilai Rp30.225.000. Secara keseluruhan, total donasi yang terkumpul mencapai angka Rp53.883.000.
Dana dan bantuan tersebut kemudian dikemas dalam bentuk 625 paket sembako yang siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Agar penyalurannya merata, panitia membagikan rata-rata sekitar 30 paket sembako untuk setiap desa di wilayah Kecamatan Sokaraja, sementara sisanya disalurkan kepada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.
Menurut Dani Sistriani, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang selama ini diajarkan kepada para siswa, khususnya yang berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selain mengamalkan nilai Tri Satya, kegiatan ini juga mengajarkan nilai Dasa Dharma Pramuka, seperti cinta alam dan kasih sayang sesama manusia serta sikap rela menolong dan tabah. Dengan terjun langsung ke 18 desa, anggota Pramuka belajar untuk benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Distribusi bantuan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur sekolah, mulai dari perwakilan yayasan, guru, siswa, hingga wali murid. Mereka secara bersama-sama turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di desa-desa wilayah Kecamatan Sokaraja.
Keterlibatan langsung para siswa dalam proses penyaluran bantuan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga. Para siswa dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat yang menerima bantuan, sekaligus belajar tentang pentingnya rasa syukur atas nikmat yang mereka miliki.
“Melalui kegiatan ini kami berharap siswa dapat memahami bahwa berbagi bukan hanya teori yang diajarkan di kelas, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Dani Sistriani.
Kegiatan berbagi yang dilaksanakan oleh para anggota Pramuka SD NU Master Sokaraja tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan secara efektif melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Dari lingkungan sekolah di Kecamatan Sokaraja, semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditegaskan: bahwa nilai-nilai religius dan kemanusiaan dapat tumbuh kuat ketika generasi muda diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama.
Kontributor:
Posting Komentar