Dai Milenial dan Nada Ramadhan Menggema: Pramuka Purwokerto Timur Cetak Generasi Religius dari Panggung Kompetisi


PURWOKERTO TIMUR - Semarak bulan suci Ramadan terasa begitu hidup ketika Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Purwokerto Timur sukses menggelar babak final Lomba Religi Milenial di SMP Negeri 8 Purwokerto, Sabtu (7/3/2026). Ajang ini menjadi wadah bagi para Pramuka Penggalang dari berbagai sekolah dasar dan menengah di wilayah Purwokerto Timur untuk menampilkan bakat dakwah dan seni religi melalui dua kategori lomba utama, yakni “Nada Ceria Ramadhan” dan “Kompetisi Dai Milenial”. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat nilai religius dan karakter generasi muda.


Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan positif yang digagas bidang Bina Muda Kwarran Purwokerto Timur dalam rangka mengisi bulan R


amadan dengan aktivitas yang inspiratif dan edukatif. Para peserta yang berasal dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs mengikuti lomba dengan penuh semangat dan antusias. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik, seni religi, serta menyampaikan pesan-pesan moral yang relevan dengan kehidupan generasi muda.


Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan Purwokerto Timur, Fauzan Nur Rofiq, yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.


“Saya merasa bangga sekali bidang Bina Muda Kwarran Purwokerto Timur bisa menyelenggarakan kegiatan ini di bulan Ramadhan. Saya melihat potensi luar biasa dari para peserta lomba yang hadir hari ini sebagai generasi penerus yang religius,” ujarnya di hadapan para peserta dan pembina Pramuka.


Babak final yang digelar di SMP Negeri 8 Purwokerto merupakan puncak dari proses seleksi yang cukup panjang. Sebelumnya, babak penyisihan telah dilaksanakan pada 2 Maret 2026 di Sanggar Bakti Pramuka Kwarran Purwokerto Timur. Dari proses penyaringan tersebut, terpilih enam peserta terbaik dari masing-masing kategori yang berhak melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara dalam ajang religius tingkat ranting ini.


Fauzan menilai bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam pembinaan karakter generasi muda.


“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga belajar menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam diri mereka. Inilah bentuk pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda kita,” ungkapnya.


Beberapa pangkalan sekolah yang berhasil meloloskan perwakilannya ke babak final berasal dari berbagai satuan pendidikan di Purwokerto dan sekitarnya. Pada kategori Nada Ceria Ramadhan, peserta berasal dari sekolah seperti SD Negeri 3 Sokanegara, MIN 1 Banyumas, SD Negeri 1 Sokanegara, SMP Negeri 2 Purwokerto, hingga MTs Negeri 1 Banyumas. Sementara pada kategori Kompetisi Dai Milenial, peserta datang dari berbagai sekolah seperti SD Negeri 3 Mersi, SD Al Irsyad 02 Purwokerto, SMP Negeri 1 Purwokerto, serta beberapa sekolah lainnya.


Fauzan menegaskan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengembangkan potensi mereka di bidang dakwah maupun seni religi.


“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah keberanian, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat,” tuturnya.


Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap penuh kekhidmatan. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton yang hadir. Penampilan mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga menggambarkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam yang disampaikan melalui lantunan lagu religi maupun ceramah singkat yang inspiratif.


Fauzan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para kepala sekolah dan pembina Pramuka yang telah mendukung partisipasi para siswa dalam kegiatan tersebut.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah SD/MI dan SMP/MTs selaku Kamabigus yang telah memberikan dukungan penuh kepada para peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan ini,” katanya.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam masing-masing kategori lomba. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh para peserta, panitia, pembina, serta tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menutup kegiatan tersebut, Fauzan menyampaikan harapannya agar semangat religius yang tumbuh dari kompetisi ini dapat terus berkembang di lingkungan sekolah maupun pangkalan Pramuka.


“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para Pramuka Penggalang untuk terus mengasah bakat mereka di bidang dakwah dan seni religi. Lebih dari itu, semangat religius yang kita bangun hari ini diharapkan dapat menular dan menginspirasi lingkungan sekolah serta masyarakat di Purwokerto Timur,” pungkasnya.


Kontributor: Humastika Kwarran Purwokerto Timur

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama