KEMRANJEN - Suasana penuh haru dan kebahagiaan mewarnai kegiatan berbagi yang dilakukan oleh anak-anak dari TK Abas Two pada Jumat (13/3/2026). Dalam momentum bulan suci Ramadan, para siswa taman kanak-kanak tersebut menyisihkan sebagian uang jajan mereka selama beberapa minggu untuk kemudian disalurkan kepada para penghafal Al-Qur’an di PPMTQ Al Ijtihad Sirau. Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi bentuk pembelajaran karakter yang menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini.
Kegiatan tersebut berawal dari program kebiasaan baik yang diterapkan di sekolah selama Ramadan. Selama kurang lebih tiga minggu, anak-anak secara sukarela menyisihkan sebagian uang jajan yang diberikan oleh orang tua setiap hari. Tabungan kecil itu kemudian dikumpulkan dan dibuka bersama oleh para siswa dengan penuh rasa bangga karena mereka berhasil menjalankan kebiasaan berbagi yang diajarkan oleh para guru.
Kepala sekolah TK Abas Two, Armiyati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter agar anak-anak memahami makna sedekah dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.
“Amplop yang hari ini dipegang anak-anak akan ditasarufkan kepada para penghafal Al-Qur’an di PPMTQ Al Ijtihad Sirau. Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dan dihafalkan oleh para santri menjadi kebaikan yang pahalanya mengalir untuk anak-anak serta keluarga mereka,” ujar Armiyati saat memberikan arahan sebelum keberangkatan.
Sebelum kegiatan dimulai, para siswa terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh para guru. Doa tersebut dipanjatkan agar kegiatan yang mereka lakukan diberi kelancaran serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Setelah itu, anak-anak menerima amplop yang telah didesain khusus oleh para guru sebagai tempat menyimpan tabungan sedekah mereka.
Keceriaan terlihat jelas di wajah para siswa ketika mereka memegang amplop yang berisi hasil tabungan kecil mereka selama Ramadan. Bagi anak-anak tersebut, amplop sederhana itu bukan sekadar uang, melainkan simbol dari kebiasaan baik yang telah mereka lakukan dengan penuh kesadaran dan semangat.
Sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan siswa bersama dewan guru berangkat menuju PPMTQ Al Ijtihad Sirau untuk menyerahkan secara langsung sedekah yang telah mereka kumpulkan. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat secara langsung tempat para penghafal Al-Qur’an belajar dan menimba ilmu.
“Anak-anak terlihat sangat antusias dan bangga karena mereka bisa menyerahkan sendiri hasil sedekahnya kepada para penghafal Al-Qur’an,” tutur Armiyati.
Sesampainya di pondok, para siswa disambut dengan hangat oleh mudir pondok, para asatidz, serta perwakilan KL LazisMu PPMTQ yang turut mendampingi kegiatan tersebut. Sambutan ramah tersebut semakin menambah rasa bahagia bagi anak-anak yang datang dengan penuh semangat untuk berbagi.
Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika perwakilan siswa, Afra, maju ke depan untuk menyampaikan sambutan. Dengan polos namun penuh percaya diri, ia menjelaskan bahwa uang yang berada di dalam amplop tersebut berasal dari hasil menyisihkan uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya setiap hari selama bulan Ramadan.
“Uang di amplop ini dari uang jajan yang saya sisihkan setiap hari dari mama selama bulan Ramadan,” ucap Afra dengan suara sederhana yang disambut senyum haru dari para hadirin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan amplop secara bergiliran oleh para siswa kepada perwakilan pondok. Anak-anak tampak bahagia ketika mereka menyerahkan amplop tersebut karena merasa dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi para penghafal Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, TK Abas Two berharap dapat menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi sejak dini kepada para siswa. Langkah kecil yang dilakukan oleh anak-anak ini diharapkan menjadi awal dari tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sehingga mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang gemar bersedekah dan peduli terhadap sesama.
Komtributor: Armiyati
Posting Komentar