“Jangan Sampai Siswa Kehilangan Momen Ramadhan”: SDN 5 Cingebul Berkolaborasi Gelar Pesantren Ramadan untuk Perkuat Iman dan Karakter

Cingebul, Info Banyumas. Suasana religius mewarnai kegiatan pembukaan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan oleh SDN 5 Cingebul pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang dipusatkan di ruang-ruang kelas sekolah tersebut diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjamaah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga para peserta didik. Program keagamaan yang berlangsung selama tiga hari ke depan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menghadirkan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna bagi para siswa.


Pesantren Ramadan merupakan salah satu kegiatan pembinaan karakter religius yang secara rutin dilaksanakan setiap memasuki bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Selain salat Duha berjamaah sebagai pembuka kegiatan setiap hari, rangkaian program juga diisi dengan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, pengenalan dan penghafalan Asmaul Husna, serta penyampaian materi keagamaan yang berkaitan dengan ibadah puasa dan akhlak.


Kepala SDN 5 Cingebul, Suripto, membuka secara resmi kegiatan tersebut setelah rangkaian ibadah pagi selesai dilaksanakan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga spiritual dan kontekstual bagi kehidupan siswa.


Menurut Suripto, kegiatan Pesantren Ramadan dirancang untuk memberikan ruang kepada peserta didik agar dapat merasakan secara langsung pengalaman menjalankan ibadah secara bersama-sama di lingkungan sekolah. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter siswa sekaligus memperkuat nilai-nilai religius yang menjadi bagian penting dalam pendidikan.


“Anak-anak jangan sampai kehilangan momen di setiap harinya. Di bulan Ramadan ini kita melaksanakan berbagai kegiatan yang bermakna dan berkaitan dengan ibadah. Dengan begitu sekolah benar-benar menjadi tempat belajar yang kontekstual, inovatif, sekaligus memberikan pengalaman yang bermakna bagi para siswa,” ujar Suripto.


Hari pertama pelaksanaan Pesantren Ramadan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat sejak pagi hari. Setelah melaksanakan salat Duha berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an serta pembacaan Asmaul Husna yang dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam.


Materi tersebut disampaikan oleh Masriah yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini. Dalam penyampaiannya, Masriah menggunakan metode komunikasi yang interaktif dan menarik sehingga para siswa dapat mengikuti materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Ia juga mengajak siswa untuk memahami makna dari setiap bacaan yang dihafalkan agar tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar dipahami sebagai bagian dari ibadah.


Pendekatan yang komunikatif tersebut membuat suasana kelas terasa lebih hidup. Para siswa tampak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti hafalan secara bersama-sama, dan menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Guru-guru yang hadir juga turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung sehingga interaksi pembelajaran berjalan lebih efektif.


Setelah sesi hafalan dan pengenalan Asmaul Husna, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai puasa Ramadan. Dalam sesi ini, para siswa diajak memahami makna puasa tidak hanya sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana melatih kesabaran, kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.


Masriah menjelaskan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadan tahun ini dirancang melalui proses perencanaan yang melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Ia menyebut bahwa penyusunan proposal kegiatan dilakukan secara bersama-sama agar program yang dilaksanakan benar-benar menjadi agenda kolektif seluruh warga sekolah.


“Sebagai koordinator kegiatan, proposal saya susun dengan melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Alhamdulillah rencana kegiatan tersebut dapat disetujui bersama. Kami semua berkomitmen untuk menyukseskan kegiatan Pesantren Ramadan ini selama beberapa hari ke depan,” kata Masriah.


Menurutnya, keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut. Dengan adanya dukungan dari para guru, tenaga kependidikan, serta partisipasi aktif siswa, kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas.


Selain memberikan materi keagamaan, Pesantren Ramadan juga diharapkan mampu membangun suasana kebersamaan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ibadah bersama, siswa tidak hanya belajar mengenai nilai-nilai agama, tetapi juga belajar mengenai kebersamaan, kedisiplinan, serta saling menghargai satu sama lain.


Para guru juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan baik kepada siswa, seperti membiasakan membaca doa, menghafal ayat-ayat pendek Al-Qur’an, serta memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran Islam. Dengan cara tersebut, pendidikan karakter dapat berjalan secara lebih efektif karena dilakukan melalui praktik langsung.


Kegiatan Pesantren Ramadan di SDN 5 Cingebul direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda yang telah disusun oleh panitia. Setiap hari, kegiatan akan diawali dengan salat Duha berjamaah dan dilanjutkan dengan materi keagamaan, hafalan, serta diskusi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.


Antusiasme para peserta didik pada hari pertama menjadi indikator positif bahwa kegiatan ini mendapat sambutan yang baik. Para siswa terlihat menikmati proses pembelajaran yang berlangsung dalam suasana yang lebih santai namun tetap sarat dengan nilai-nilai pendidikan.


Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat memanfaatkan momentum bulan suci untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus meningkatkan kualitas ibadah mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah, program Pesantren Ramadan di SDN 5 Cingebul diharapkan dapat berjalan dengan lancar hingga hari terakhir pelaksanaannya. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ini diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat membekas dalam diri para siswa serta memperkuat karakter religius mereka di masa depan.


Kontibutor: Masriah, S.Pd.I.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama