Pelaksanaan lomba tartil yang diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an 2 Islamic Boarding School Tahfidz Al Quran Lumbir tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar peserta didik, tetapi juga menjadi momentum pembinaan karakter religius bagi generasi muda. Para peserta yang berasal dari berbagai sekolah tampak tampil percaya diri ketika membacakan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan dewan juri. Suasana lomba berlangsung penuh kekhusyukan, diiringi perhatian para guru pendamping yang turut memberikan dukungan kepada para siswa.
Dalam pengumuman resmi yang disampaikan oleh panitia, sejumlah peserta berhasil meraih posisi juara setelah melalui proses penilaian yang mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, serta keindahan irama tartil. Pada kategori Tartil Putra, juara pertama berhasil diraih oleh Alde Rahman Aditiyo dari SD Negeri 2 Sokaraja Kulon. Posisi juara kedua diraih oleh Khanza Inu Dwi Pranata dari SD Negeri 3 Lumbir, sedangkan juara ketiga diraih oleh Muh. Faiz Haidar Latif dari MI Muhammadiyah Lumbir.
Sementara itu pada kategori Tartil Putri, juara pertama juga diraih oleh peserta dari SD Negeri 2 Sokaraja Kulon yaitu Kayla Nila Sari. Posisi juara kedua diraih oleh Husna Nida dari SD Negeri 2 Cingebul, dan juara ketiga diraih oleh Afifatul dari MI Pancasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an para peserta cukup merata dan kompetitif sehingga dewan juri harus melakukan penilaian secara cermat sebelum menentukan pemenang.
Kegiatan lomba tartil tersebut mendapat perhatian positif dari kalangan pendidik dan masyarakat. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci umat Islam sejak usia dini. Para siswa tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga belajar tentang keberanian tampil di depan umum serta menghargai proses belajar yang mereka jalani.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan lomba berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Para siswa tampak menunjukkan kemampuan terbaik mereka ketika tampil di hadapan dewan juri. Selain itu, para guru pendamping juga memberikan dukungan penuh kepada para siswa agar mereka tampil dengan percaya diri.
Kepala SD Negeri 3 Lumbir, Sutrisno, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dengan penuh semangat. Ia menilai kegiatan lomba tartil seperti ini sangat penting untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda sejak usia sekolah dasar.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar memperbaiki bacaan mereka. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan agar semakin banyak siswa yang tertarik untuk mempelajari Al-Qur’an.
“Alhamdulillah pelaksanaan lomba tartil ini dapat berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca Al-Qur’an. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus mencintai dan memperindah bacaan Al-Qur’an,” ujar Sutrisno.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberanian para siswa untuk tampil membaca Al-Qur’an di hadapan dewan juri merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan spiritual mereka.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SD Negeri 2 Cingebul, Kusriyati. Ia menilai bahwa lomba tartil menjadi salah satu sarana pembinaan karakter religius yang efektif bagi peserta didik.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kepercayaan diri, serta semangat berkompetisi secara sehat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan lomba tartil ini karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih keberanian anak-anak untuk tampil,” ujar Kusriyati.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta atas keterlambatan penyampaian informasi hasil lomba. Menurutnya, panitia berusaha memastikan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan sehingga membutuhkan waktu sebelum pengumuman resmi dapat disampaikan kepada seluruh peserta.
Selain itu, panitia juga menyampaikan bahwa piala serta perlengkapan hadiah bagi para pemenang akan segera diserahkan dalam waktu dekat. Rencananya, piala dan hadiah tersebut akan diantarkan langsung oleh panitia kepada sekolah masing-masing pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh para siswa.
Kegiatan lomba tartil yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an 2 Islamic Boarding School Tahfidz Al Quran Lumbir tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter religius dapat ditanamkan melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif. Melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap Al-Qur’an.
Momentum lomba ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan yang mampu membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia. Dengan demikian, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat serta kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mereka.
Kontributor: Sutrisno


Posting Komentar