Pelaksanaan pesantren kilat tersebut dirancang sebagai program pembinaan keagamaan yang terintegrasi dengan kegiatan kreatif. Para siswa mengikuti rangkaian aktivitas mulai dari salat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga kegiatan membuat karya bertema Ramadan seperti lampion Ramadan, amplop Lebaran, dan diorama Ramadan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan nonton bareng film Islami yang memberikan pesan moral bagi peserta didik.
“Kami bersyukur kegiatan pesantren kilat Ramadan ini dapat berjalan dengan baik. Harapannya kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan keimanan serta membentuk karakter yang lebih baik selama bulan Ramadan,” ujar Kepala SDN 1 Ciarus, Irwan Nudin, S.Pd.
Menurut pihak sekolah, pesantren kilat tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter yang menekankan keseimbangan antara pembelajaran akademik dan pembentukan nilai spiritual. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, siswa diajak memahami makna Ramadan melalui pengalaman langsung.
“Kegiatan ini kami rancang agar siswa tidak hanya belajar tentang agama secara teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai keislaman dalam aktivitas sehari-hari. Melalui kegiatan bersama seperti ini, siswa belajar disiplin, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama,” kata Irwan.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para siswa terlihat mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh antusias. Sejak pagi hari mereka sudah berkumpul di sekolah untuk melaksanakan salat dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh para guru. Suasana khusyuk terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruang kelas dan halaman sekolah.
Guru SDN 1 Ciarus, Irfan Yulianto, menjelaskan bahwa semangat siswa menjadi salah satu faktor utama yang membuat kegiatan pesantren kilat berjalan dengan lancar. Menurutnya, siswa tampak menikmati setiap aktivitas yang telah disiapkan oleh panitia.
“Selama tiga hari pelaksanaan pesantren kilat Ramadan, para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat. Hal itu membuat seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman belajar keagamaan yang sangat bermanfaat bagi mereka,” ungkap Irfan.
Selain kegiatan ibadah dan kajian, siswa juga diajak mengembangkan kreativitas melalui kegiatan membuat karya Ramadan. Dengan bimbingan para guru, mereka membuat lampion Ramadan berwarna-warni, amplop Lebaran, serta diorama yang menggambarkan suasana bulan suci. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa gembira dalam menyambut Ramadan.
“Melalui kegiatan membuat karya Ramadan, kami ingin menanamkan bahwa menyambut bulan suci tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan kreativitas dan semangat kebersamaan. Anak-anak terlihat sangat senang ketika hasil karya mereka dipamerkan di kelas,” jelas Irfan.
Guru SDN 1 Ciarus lainnya, Umi Latifah, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Ia menilai kerja sama seluruh guru dan antusiasme siswa menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena kegiatan pesantren kilat Ramadan yang telah dipersiapkan sejak awal dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dukungan dari seluruh guru serta semangat siswa membuat kegiatan ini terasa sangat bermakna,” tutur Umi Latifah.
Pada hari terakhir kegiatan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh siswa mengikuti sesi nonton bareng film Islami yang sarat pesan moral. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak memahami nilai kejujuran, kesabaran, dan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan yang menjadi bekal mereka di masa depan,” tambah Umi.
Pesantren Kilat Ramadan di SDN 1 Ciarus menjadi bukti bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik sejak dini. Melalui kegiatan yang memadukan ibadah, pembelajaran, serta kreativitas, siswa diajak merasakan makna Ramadan secara lebih mendalam.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap semangat beribadah dan kebiasaan positif yang telah ditanamkan selama pesantren kilat dapat terus melekat dalam kehidupan sehari-hari para siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan karakter yang kuat.
Kontributor: Aulia Ramadana
Posting Komentar